Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Abi ingin anak perempuan


__ADS_3

Anna masih dengan debaran jantungnya yang tidak normal, menjelang masuk asrama Anna menarik napas panjang dan mengeluarkannya, setelah merasa lebih tenang, Anna masuk ke asrama.


"Siapa yang datang Anna?" tanya Lasmi.


"kak Adnan" jawab Anna dengan suara kecil.


"Kenapa harus bisik-bisik, kita semua kan udah tau hubungan mu dengan kak Adnan," jawab Lasmi.


Anna tersenyum mendengar ucapan Lasmi.


"kamu dibelikan Hp?" tanya Lasmi.


Anna mengangguk.


"wah, kamu beruntung sekali Anna, punya tunangan ganteng, kaya dan gak pelit." jawab Lasmi.


"alhamdulillah" ucap Anna.


Anna memasukkan kartu telponnya kedalam Hp agar bisa digunakan, apalagi pagi tadi Anna gagal menelpon ibunya, Anna ingin segera menelpon ibunya malam ini.


Anna kembali keluar kamar dan duduk di kursi santai depan asrama nya yang diterangi lampu, diluar asrama masih ada beberapa siswi lain yang juga berada didepan asrama meraka.


"Anna apa Hp mu rusak?" tanya ibu saat telpon terhubung.


"mm, tidak Bu, tadi sinyal di Hp Anna tidak bagus, jadi Anna tidak bisa mendengar suara Ibu dengan baik," ucap Anna berbohong tidak mau membuat Ibunya khawatir.


"oh baguslah, Ibu kira Hp mu rusak, ini sudah hampir jam 10 malam, segeralah tidur, baju yang Anna minta sudah Ibu belikan."


"Terimakasih Bu, baju nya tidak usah di antar, minggu depan inshaallah Anna akan pulang."


"Anna pulang dengan siapa?" tanya Ibu.


"apa paman bisa menjemput Anna?" tanya Anna.


"Ibu tanya pada paman dulu, jika paman tidak bisa, Ibu saja yang ke tempat Anna, Anna tidak usah pulang," ucap Ira


Anna merasa sedih dengan keputusan Ibu, padahal Anna rindu dengan suasana rumahnya serta rindu untuk berkumpul bersama keluarga besar nya di Kampung.


"Baiklah Bu, besok Anna telpon Ibu lagi, Assalamualaikum."


Ira tidak mau merepotkan adiknya Ibrahim untuk menjemput dan mengantar Anna kembali ke asrama setiap minggu, lebih baik Ira yang menyusul Anna ke kota menggunakan mobil yang memang menyediakan jasa antar jemput dengan membayar ongkos pulang pergi 140.000, begitulah pikiran Ira.


Setelah telepon berakhir Anna masuk kedalam asrama putih untuk segera tidur.


***


Jam 7.30 Ummi salma dan Abi Zakaria sudah sampai di asrama, Abi Zakaria hanya pernah datang sewaktu peresmian Asrama di awal pembangunan, tahun selanjutnya selalu istrinya yang menghadiri kegiatan asrama, ini kunjungan kedua Abi Zakaria, Abi ingin melihat langsung calon menantunya dan ingin mengenal Anna lebih jauh.


Mereka menemui Bunda Yani dan Ummi Inah di rumah pengurus sebelum acara dimulai, kegiatan pertemuan dimulai jam 9.00 pagi ini, mereka sengaja datang lebih awal untuk menyapa dan bercengkrama dengan Buda Yani dan Ummi Inah.


"Kenapa tidak mengabari kalau datang sepagi ini?" tanya Bunda yani pada Ummi Salma saat bersalaman dan saling cipika cipiki.


Sedangkan Abi Zakaria bersalaman dengan cara menyatukan kedua telapak tangannya sediri, Bunda Yani dan Ummi Inah membalas salam Abi Zakaria dengan cara seperti itu juga.

__ADS_1


mereka duduk saling berhadapan, di kursi tamu.


"Kenapa sangat jarang pulang kerumah kak?", tanya Ummi salma pada Bunda Yani dan Ummi Inah.


"Kami lebih nyaman di sini, apalagi banyak anak-anak disini yang harus kami jaga dan kami perhatikan." jawab Ummi Inah.


"Apalagi di rumah itu hanya mengingatkan kami tentang almarhum, kami lebih senang disini." ucap Bunda Yani menambahkan jawaban dari Ummi Inah.


Ummi Salma dapat merasakan apa yang mereka rasakan, apalagi suami mereka adalah saudara Kandung Ummi salma satu-satunya, kedua orang tua Ummi salma sudah lama meninggal sewaktu Adnan berusia 2 tahun, keduanya meninggal dalam kurun waktu yang berdekatan, rumah tempat tinggal mereka saat ini adalah tanah peninggalan kedua orang tua Ummi Salma, setelah kedua orang tuanya meninggal Ummi salma merenovasi rumah itu dan abangnya membuat rumah di sebelah rumah mereka, tanah mereka seluas 5.000 m² bagian belakang rumah mereka ditanami pohon Matoa, Lengkeng, Belimbing, Kedondong, Mangga dan Alpukat, semuanya dirawat oleh suami mbok Iyem.


"Berapa jumlah siswi di asrama kak?" tanya Abi Zakaria merubah suasana.


"Tahun ini di asrama putih ada 20 orang, di asrama pink ada 17 orang, dan di rumah biru ada 18 orang." jawab Ummi Inah.


"Apa mereka dikelompokkan menurut tingkat sekolah?" tanya Abi Zakaria.


"iya, kami berbuat demikian 2 tahun ini, awal tahun pendirian asrama kami jadikan pelajaran, dimana semuanya kami campur, sehingga anak-anak yang baru masuk sering mendapat perlakuan tidak baik dari kakak tingkat mereka, sekarang mereka tinggal bersama menurut tingkat kelasnya, mereka sangat kompak, terutama Asrama putih lantai bawah, mereka menjaga kebersihan kamar dengan baik." ucap Bunda Yani menjelaskan.


"Apakah Anna tinggal di rumah putih?" lanjut Abi bertanya.


"iya" jawab Bunda Yani.


"Apa kalian ingin bertemu Anna?" tanya Ummi Inah.


"Tentu saja, karena itulah Abi Adnan ikut." jawab Ummi Salma.


"Anna pernah bertanya tentang pemilik yayasan pada Ku, tapi aku tidak memberi tahu nya jika pemilik yayasan ini adalah orang tua Adnan, Anna juga bertanya hubungan kami dengan pemilik yayasan dan hubungan kami dengan Adnan, waktu itu aku memberi tahu nya jika Adnan adalah Anak dari adik ipar kami, sedangkan hubungan kami dengan pemilik yayasan hanyalah sebuah kerjasama yang saling tolong menolong, mohon maaf jika jawaban ku waktu itu tidak kalian sukai." ucap Bunda Yani menjelaskan.


"Kami suka dengan jawaban Kakak, berarti Anna tidak mengetahui siapa Adnan, dan dia ternyata sudah mengetahui kami dari kakak, pantas saja dia tidak bertanya pada Adnan." jawab Ummi Salma.


"Bagaimana dia mau bertanya alamat, dia ke kota hanya untuk sekolah dan tinggal di asrama, aku jadi teringat saat Adnan begitu khawatir saat Anna pergi keluar asrama, saat itu Adnan bersama kami di Bandung, jika saja masih ada penerbangan sore itu mungkin Adnan akan langsung terbang," ucap Abi Zakaria sambil tertawa mengingat wajah khawatir Adnan.


"Mereka sangat serasi, Anna anak yang lembut, santun dan tidak banyak tingkah, kami sangat menyukainya," ucap Ummi Inah.


"Aku jadi tidak sabar untuk bertemu Anna, bisakah kita memanggilnya sekarang?" tanya Ummi Salma.


"baiklah" ucap Bunda Yani.


Bunda yani menekan tombol yang menghubungkan suaranya dengan kamar Anna, memanggil Anna agar datang kerumah pengurus, Anna yang baru saja selesai mandi langsung berpakaian rapi dan memakai jilbab tanpa memakai bedak diwajahnya.


Anna segera datang dan mengucapkan salam saat di pintu masuk rumah pengurus.


Ummi Inah mempersilahkan Anna untuk masuk.


Anna masuk kerumah pengurus dan menyalami kedua orang tua Adnan dengan mencium tangannya.


Ummi Salma dapat melihat Anna dari dekat begitu juga dengan Abi Zakaria, wajah Anna terlihat segar dan sangat nyaman dipandang.


"Ada apa memanggil Anna Bunda?" tanya Anna setelah selesai bersalaman.


"Tangan mu dingin, apa kamu selesai mandi?" tanya Ummi salma mengalihkan pembicaraan Bunda dan Anna.


"iya, buk" jawab Anna tersenyum.

__ADS_1


"Jangan panggil Buk, Panggil Ummi Salma aja dan ini adalah suami Ummi, panggil Abi Zakaria." ucap Ummi salma.


"oh, iya ,maaf Ummi tadi Anna salah panggilan." ucap Anna malu.


"Maukah Anna untuk duduk di antara kami?" ucap Abi Zakaria sambil memberi peluang untuk Anna duduk antara dirinya dan Ummi Salma.


Anna yang tadinya berdiri di samping Bunda Yani, langsung mendekat kearah yang di tunjuk Abi Zakaria.


setelah Anna duduk Abi Zakaria mengusap kepala Anna sebentar, Anna paham maksud usapan kepala yang dilakukan Abi Zakaria, semenjak ayah Anna meninggal kepala Anna sering di usap oleh orang-orang yang peduli padanya, tapi itu tidak membuat Anna malu atau rendah diri, justru Anna merasa begitu banyak orang yang peduli dan menyayanginya.


"kamu tinggal dimana Anna?" Tanya Abi Zakaria.


"Tinggal di Kampar Abi." ucap Anna menatap Abi sebentar kemudian melihat ke depan.


"Kampar Itu kabupaten yang luas, ada 21 kecamatan didalamnya, Anna di kecamatan mana? tanya Abi yang mengenal tempat yang disebutkan Anna.


"Kecamatan Kampar Kiri Hulu, kenapa Abi bisa mengenal daerah Anna?" tanya Anna.


"Karena kami memiliki kebun sawit di sana" ucap Abi.


"Jika Anna butuh tumpangan untuk pulang setiap sabtu Abi bersedia mengantar Anna kerumah." ucap Abi.


"Benarkah? baiklah Anna akan menumpang saat pulang nanti dengan Abi" ucap Anna bahagia.


"Siapa saja yang tinggal di rumah Anna?" tanya Ummi Salma.


"Kalau di rumah, hanya Anna dan ibu, ayah sudah meninggal, tapi Anna masih memiliki nenek, kakek, paman, tante dan Arkan yang masih berumur 2 tahun , mereka tinggal satu rumah, rumah mereka agak jauh dari rumah Anna." ucap Anna menceritakan keluarganya.


"Anna punya saudara?" tanya Ummi Salma.


"tidak, Anna Anak tunggal," jawab Anna.


"Anna kami berniat membiayai sekolah Anna sampai selesai, jadi Anna tidak perlu membayar biaya bulanan sekolah dan asrama lagi, Anna cukup belajar saja dengan baik, dan itu berlaku mulai bulan depan." ucap Abi Zakaria.


Anna teringat dengan Adnan yang juga siap untuk menanggung semua kebutuhannya, hari ini ada orang dermawan lagi yang mau membiayai uang Pendidikan Anna, tentu saja Anna sangat senang.


"Terimakasih Abi, Ummi atas niat baik Ummi dan Abi, semoga Allah membalas perbuatan baik Abi dengan pahala yang berlipat ganda dan menjadi amal sholeh untuk Abi dan Ummi." ucap Anna bahagia.


"Abi merasa memiliki anak perempuan yang cantik sekarang." ucap Abi melihat Ummi Salma.


Mereka tertawa mendengar ucapan Abi Zakaria.


"Anna mereka adalah pemilik yayasan ini, karena sebentar lagi kita akan ada pertemuan, Anna pulang saja dulu, siap-siap, kemudian ajak yang lainnya ke aula," ucap Ummi Inah.


"baik Ummi"


Anna kembali bersalaman dengan Abi dan Ummi Salma, Ummi Salma memeluk Anna dan mencium pipi nya, membuat Abi Zakaria iri.


Anna segera menuju asramanya.


"em, enaknya bisa cium mantu." ucap Abi membuat yang lain tertawa.


"Sebelum Anna sah menjadi istri Adnan, Abi tahan diri dulu ya." ucap Ummi Salma membuat yang lain tertawa juga.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2