
"Kak bangun kita belum sholat ashar."
Anna terbangun dan duduk membangunkan Adnan yang ada disampingnya.
Adnan menggeliat dan membuka matanya.
"Besok bangunkan kakak pakai cipika cipiki ya, jangan cuma dipanggil, gak romantis. kasih sun dong, biar lebih semangat. tadi malam kakak telat tidur."
"Gak mau, Anna juga tadi malam begadang. kakak udah janji datang tapi gak ditepati." jawab Anna manyun.
Adnan tertawa mendengar jawaban Anna.
"Masih merajuk nih? kan udah didatangi tadi pagi. sekarang kita gak akan dilarang lagi untuk berduaan. besok mau honeymoon kemana? kakak masih ada waktu izin kuliah tiga hari ke depan, kalau kuliah online kakak gak bisa izin."
"Kakak kuliah dua tempat?"
"Iya, kakak sengaja ambil dua tempat biar semua waktu kakak terisi dan tidak terlalu memikirkan adik kesayangan yang belum bisa diajak tinggal serumah."
Adnan meraih tangan Anna, membuat Anna kembali berbaring dan berada di atas dada Adnan.
"Pantas kakak gak pernah menemui Anna lagi. kita gak usah pergi kemana-mana, kata Ibu selesai pesta Ibu mau buat acara syukuran dikampung."
"Oh, berarti setelah pesta kita akan pulang kampung?" ucap Adnan sambil mengusap pipi Anna.
"Iya."
"Trus nanti Anna lama dikampung?"
"Terserah kakak maunya gimana."
"Kita dikampung sampai masa izin kakak habis saja, trus kembali lagi kerumah Ummi biar kakak bisa lanjut kuliah."
Anna mengangguk.
"Kalau kakak pergi kuliah Anna boleh ikut?"
"Boleh, nantik kakak cari jadwal kuliahnya yang gak padat. tapi nantik Anna tunggu kakak dimana? Anna gak boleh kemana-mana sendiri."
"Perpustakaan kampus ada gak? biasanya aman kalau di perpustakaan."
"Kakak gak tenang kalau Anna gak ada yang nemani. di rumah aja ya, selesai kuliah kakak akan langsung pulang. mau kan?"
"Anna bisa jaga diri kak."
"Lihat besok ya, kalau sekedar menyerahkan laporan, kakak akan ajak Anna ke kampus."
"mm. iya."
"Tadi malam, Kakak udah berencana jemput Anna, tapi Abi melarang. maaf ya, tapi mulai sekarang kita gak akan terpisah lagi. gak akan ada lagi peraturan yang membuat kita harus menjaga jarak." Adnan mengusap kepala Anna yang masih berbaring di atas nya.
"Tadi pagi Anna kesal lihat Ummi dan Abi. setelah mengetahui semuanya, Anna merasa berdosa karena sempat membenci mereka."
Adnan tersenyum mendengar ucapan Anna.
"Nantik selesai sholat minta maaf sama Ummi dan Abi ya."
Anna mengangguk.
Adnan mencium kepala Anna dan semakin erat memeluk Anna.
"Kalau kek gini terus kapan mau sholatnya?"
Adnan tertawa.
"Iya deh, ayok."
Mereka sholat berjamaah, selesai sholat mereka saling meminta maaf. setelah merapikan peralatan sholat mereka turun kebawah, kumpul bersama Abi dan Ummi yang sudah duduk diruang keluarga.
"Pengantin baru akhirnya turun juga." ucap Ummi.
Anna dan Adnan tersenyum.
Adnan duduk di kursi menghadap Ummi dan Abi. Anna mendekati Ummi memilih duduk dilantai diantara Abi dan Ummi.
"Duduk di kursi Anna, jangan dilantai. ayok."
Ummi meraih kedua bahu Anna, agar Anna duduk di kursi.
"Anna mau disini dulu, Anna mau minta maaf sama Ummi dan Abi karena tadi pagi Anna sempat kesal dan tidak mau melihat Ummi dan Abi." ucap Anna sambil menundukkan kepalanya.
Ummi dan Abi tersenyum mendengar ucapan Anna.
"Abi sama Ummi sudah memaafkan Anna, Kami hanya ingin memberi kejutan untuk Anna. kami bersyukur Anna bisa menahan diri dari amarah dan melakukan hal bodoh yang bisa merusak semua rencana Abi. ternyata anak Ummi sangat sabar dan bisa berpikir jernih. sekarang duduk di samping Ummi, Anna tidak boleh meminta maaf seperti ini lagi." ucap Ummi mengangkat bahu Anna agar tidak duduk dilantai lagi.
Anna menurut dan duduk di antara Ummi dan Abi. Anna menyalami Ummi dan mereka berpelukan.
Anna juga menyalami Abi, Abi menahan pundak kiri Anna membuat Anna menyandar di bahu Abi.
Adnan mendekati Abi dan membawa Anna untuk duduk disampingnya.
Abi dan Ummi saling melirik dan tersenyum melihat tingkah Adnan yang tidak memberikan peluang untuk Abi merangkul Anna.
"Untuk pesta dimulai jam berapa Mi?" tanya Adnan.
"Jam 11. besok kalian ganti baju dua kali, acaranya sampai jam lima sore."
"Oke, syukurlah acaranya tidak lama. besok pagi kami langsung ke hotel kan Mi?"
"Iya, kalian berangkat duluan. baju sama make up nantik langsung di lokasi, kamar yang Ummi boking masih bisa kalian gunakan. kalian mau langsung ke hotel malam ini?"
__ADS_1
"Gak la, Enakan dikamar Adnan. ya kan Dek?"
"Gak tau, Anna belum pernah masuk dan nginap di hotel."
Ummi dan Abi tersenyum mendengar jawaban jujur Anna.
"Trus mau ke hotel malam ini?" tanya Adnan
"Anna ikut kakak aja."
"Ya udah, besok kita berangkat pagi biar Anna bisa lihat kamar hotel sekalian ruangan tempat acara kita. malam ini tidur dikamar kakak dulu ya."
"Iya."
Adnan meraih pundak Anna membawa Anna dalam dekapannya.
"Kalau mau melakukan hal yang lebih langsung kelantai atas saja. ada dua kamar yang bisa kalian gunakan." ucap Abi risih melihat anak dan menantunya tampil mesra.
"Aman, kita bentar lagi juga mau keatas untuk mandi. nantik malam kami gak turun ya Bi. kami mau makan di atas."
"Terserah." jawab Abi.
"Untuk malam ini tidak boleh menindas Anna. kamu harus tahan sampai pesta selesai." ucap Ummi mengingatkan.
Anna tersenyum malu.
"Beres Mi, Adnan masih bisa tahan diri."
Adnan dan Anna pamit keatas untuk mandi. Anna masuk kekamar yang sudah dua bulan lebih ditempatinya.
Adnan juga masuk ke kamar nya. mereka mandi dikamar mandi masing-masing.
Selesai mandi Adnan mendatangi kamar Anna.
Anna masih menggunakan handuk, rambut Anna juga basah karena Anna biasa keramas sore.
Anna kaget melihat kedatangan Adnan yang tiba-tiba. Adnan berdiri di pintu masuk tanpa berniat mendekati Anna.
"Kakak keluar dulu, Anna mau pakai baju." Anna menutup bagian dadanya dengan menyilang kan tangannya.
"Udah sah lo, gak boleh ngusir suami."
"Anna gak ngusir, Anna mau pakai baju." Anna merasa malu untuk memakai pakaian dihadapan Adnan.
"Ya udah pakai aja. kakak gak akan ganggu." ucap Adnan yang memilih duduk di kasur dan mengalihkan pandangannya. Adnan sudah memakai pakaian sholat dan sudah mengambil wudhu.
Anna mendekati lemari pakaian sesekali melihat kearah Adnan. begitu juga dengan Adnan sesekali mencuri pandang melihat Anna yang terlihat sudah membungkus rambutnya dengan handuk kecil yang baru di ambil dari lemari.
Melihat Anna masih menggunakan handuk membuat Adnan merasa gerah.
"Kakak tunggu diluar ya, kita sholat magrib diruang tengah." ucap Adnan memilih keluar kamar karena tidak tahan melihat Anna yang terlihat sangat menggoda.
Anna merasa lega akhirnya Adnan keluar juga dari kamarnya. Anna segera memakai baju dan mukenah bersiap-siap untuk sholat jamaah berdua bersama suami.
Selesai sholat berjamaah diruang tengah. Adnan turun kebawah mengambil makan malam untuknya bersama istri. Adnan menempatkan piring yang sudah terisi kedalam baki dan membawanya keatas.
"Ya ampun kakak, ini tugas Anna. kenapa kakak yang menyiapkan makan malam." ucap Anna yang baru selesai melipat kain sholatnya dan keluar dari kamar.
"Cie, udah ngerti tugas istri. sini ikut kakak, kita makan di teras."
Adnan membawa makan malam mereka ke teras, menaruh piring yang berisi di atas meja.
"Kita makan malam berdua di teras dulu ya, besok baru makan diluar."
"Anna lebih suka makan di rumah kak."
Adnan memeluk Anna yang masih berdiri di sampingnya.
"Kalau sudah dilantai atas buka saja jilbabnya. gak ada yang akan naik keatas, besok setelah dari kampung kita belanja pakaian ya. kakak kurang suka lihat baju Anna yang hanya satu warna, semua baju Anna juga modelnya sama."
"Ini semua baju saat di pondok, bajunya juga masih banyak yang baru. hampir setiap tahun Ummi belikan Anna baju."
"Iya, sekarang Anna sudah jadi istri kakak. semuanya harus dari kakak. mau kan?"
"Iya, trus baju dari Ummi mau dikemanakan?"
"Tetap dipakai tapi sekali kali aja, atau kalau ada yang mau Anna sumbangkan aja."
Anna mengangguk.
"Rambutnya sudah kering?"
"Udah, rambut Anna tipis jadi gak susah mengeringkannya."
Adnan mencium kepala Anna yang tertutup jilbab.
"Ayok makan, kakak suapi ya."
Adnan membawa dua piring dan hanya satu piring yang berisi sendok. mereka duduk bersebelahan dan saling menyuapi.
"Kak motor yang dulu dipakai untuk kesekolah kok gak pernah Anna lihat?"
"Udah dijual."
"Kenapa?"
"Besok kakak mau beli motor yang sesuai selera Anna."
"Kapan kakak jual?"
__ADS_1
"Satu tahun yang lalu."
"Uangnya buat apa?"
Adnan heran dengan pertanyaan Anna yang sangat mendetail. Adnan ingat Anna pernah menyuruhnya menjual kalung yang pernah ia beli agar uang tabungannya kembali utuh.
"Menurut Anna kalau kakak jual motor uangnya untuk apa?"
"Biaya kuliah."
Adnan tertawa mendengar jawaban dari istrinya.
"Gak lah, masa jual motor tuk biaya kuliah. kakak mau cari motor yang sesuai selera istri kakak. lagian selama kuliah kakak selalu bawak mobil, motor nya jarang dipakai, dari pada rusak karena gak dipakai mending dijual."
"Untuk maharnya pakai uang kakak?"
"Iya, kalau barang-barang yang dibawa rombongan itu Ummi yang belikan, pakai uang Ummi."
Anna tampak tidak percaya dengan yang disampaikan adnan. Anna mengetahui mahar yang diberikan Adnan berupa uang tunai senilai lima ratus juta yang tersimpan didalam box kaca dan tertulis dibuku nikah.
barang yang dibawa rombongan pengantin juga ada perhiasan, sendal, tas, baju dan jilbab semuanya masih di box kaca yang tersusun dikamar Anna.
"Kakak kerja apa kok bisa punya uang sebanyak itu?"
"Bantu abi mengawasi PT. maaf ya, selama ini Kami merahasiakan dari Anna, sebenarnya PT. Palm Lestari yang berada di desa Anna itu milik Abi."
Anna kaget mendengar apa yang disampaikan Adnan. untung saat itu mulut Anna tidak terisi.
"Jadi selama ini kebun yang dimaksud Ummi adalah PT? bukan kebun dengan luas yang hanya beberapa hektar?"
"Iya, Kakek kerja di bagian perkebunan kan?"
"Iya, tapi kenapa kakek tidak mengenal Abi?"
Adnan tertawa melihat wajah penasaran istrinya.
"Abi jarang ke lokasi, semua pekerjaan dihandle manager perkebunan dan pabrik. kalaupun berkunjung Abi sering langsung ke lokasi perumahan pabrik. Abi juga baru tahu kakek ternyata salah satu karyawannya saat Abi mengantar Anna pulang kampung pertama kali. tapi maaf ya kakek sudah di pensiunkan karena umur kakek sudah tidak bisa dipekerjakan lagi."
"Iya, Anna tau kakek sudah pensiun. justru Anna mau ucapkan terimakasih, karena Abi menerima kakek bekerja sampai masa pensiunnya. kemaren kakek cerita kalau dia menerima uang pesangon yang lumayan banyak dan kakek pakai uang itu untuk buatkan Anna kamar."
Adnan tersenyum mendengar jawaban Anna. ternyata uang dari Abi bermanfaat dan bisa menolong kakek untuk membuatkan Anna kamar.
"Kakak juga sudah pernah lihat rumah Anna, Waktu itu bang Danu yang menunjukkan lokasinya. Kakak gak masuk karena rumah dikunci. besok kita kerumah Anna juga ya, kalau bisa kita nginap di rumah Anna."
"Rumah Anna sempit kak, tempat tidurnya juga kecil hanya muat untuk satu orang. kita nginap di rumah Nenek aja, kasian Kakek udah ngabisin duit buat kamar, masa gak kita tempati."
Adnan tertawa mendengar jawaban Anna.
"Tapi kata orang malam pertama lebih enak ditempat yang sunyi."
Anna tersenyum malu.
"Tapi rumah Anna rumah panggung, malu kalau didengar tetangga."
Adnan tertawa lepas.
"Ternyata Anna sudah ada ilmu untuk malam pertama, kapan mau kita lakukan?"
"Jangan bahas itu, Anna malu."
Anna langsung menutup mulut Adnan agar tidak lagi bicara hal dewasa.
Adnan membawa Anna dalam pelukannya. Anna melepaskan tangannya dari mulut Adnan.
"Udah kenyang makannya?"
"Udah."
"Minum dulu ya. kakak mau antar piring kebawah."
"Anna aja yang ngantar piringnya."
"No, Anna nantik siap-siap untuk sholat isya, biar kakak yang antar piring nya."
Anna mengangguk, Adnan melepaskan pelukannya dan menyodorkan gelas minum untuk Anna. setelah Anna minum, Adnan meraih gelas Anna yang masih bersisa dan meminumnya.
Anna memberikan kecupan sayang di pipi Adnan. Adnan meraih dagu Anna dan ******* bibir Anna yang dari tadi sangat menggodanya.
Serangan Adnan mulai bisa dibalas Anna, ciuman keduanya semakin dalam membuat keduanya mabuk kepayang.
"Yakin, kakak masih bisa nahan diri?" ucap Anna saat keduanya sudah puas bermain bibir.
"Sebenarnya gak kuat, tapi demi acara besok pagi. besok aja nafkah batinnya, Anna gak papa kan?"
"Anna gak papa, malam ini tidur dikamar masing-masing aja ya."
Anna takut menyiksa batin suaminya.
"Gak mau, kakak sudah dari dulu pengen ditemani tidur. Anna tenang saja, kakak gak akan ganggu Anna."
"Anna takut kakak tersiksa karena menahan diri."
"Kakak gak papa, Kita cari waktu yang pas dan tepat, biar kita sama-sama menikmati dan tidak terburu-buru. Kakak kebawah dulu ya."
Adnan kembali mencium bibir Anna sebentar dan segera kebawah mengantar piring makan mereka.
Seperti yang di ucapkan Adnan, malam ini mereka tidur dengan nyaman dikamar Adnan.
...----------------...
__ADS_1
Selamat lebaran 🙏🏻
selamat membaca.