
Anna tidak bisa tidur, Anna merasa dirinya berubah.q selalu mengharap kedatangan Adnan, Tidak bisa menolak dan berpikir jernih sebelum berbuat. Anna lupa tentang peraturan Asrama. Anna merasa malu dengan sikapnya yang sudah banyak melanggar peraturan asrama. dulu sewaktu sekolah ditingkat SMP Anna mampu menepis semua godaan dari teman-teman dan orang yang menyukainya.
Anna melanggar janji yang ia ucapkan kepada Ibu dan Nenek. Anna diam-diam menjalin hubungan bersama Adnan walaupun saat ini mereka hanya memakai istilah adik kakak. tidak bisa dipungkiri Adnan begitu sempurna dimata Anna, Adnan telah mengisi segenap hatinya. cintanya kepada Adnan melebihi apapun yang membuatnya berani bertindak tanpa memikirkan efek dari perbuatannya.
Anna melihat semua teman asramanya sudah tidur nyenyak.
"Sudah jam satu." ucap Anna bicara sendiri.
Anna mengirim pesan kepada Adnan.
"Kak besok bawakan sarapan dari rumah ya, pakai tempat yang bisa dicuci." pesan Anna.
Anna melihat pesannya langsung dibaca Adnan.
"Belum tidur?" balas Adnan.
"Gak bisa tidur." balas Anna.
"Mau sarapan apa?" balas Adnan.
"Roti selai lima lapis, tiap lapisannya berbeda rasa. ada?" balas Anna.
"Ada. tidurlah sudah larut. maafkan kakak." balas Adnan.
"Kakak tidak salah." balas Anna.
"Tapi kakak yang ngajak." balas Adnan.
"Anna yang setuju ikut." balas Anna.
"Benar tidak marah sama kakak?" balas Adnan.
"Tidak, karena kakak tetap yang terbaik." balas Anna.
"Jangan bohong." balas Adnan.
"Anna tidak bohong." balas Anna.
"Terimakasih, tidurlah tidak baik begadang." balas Adnan.
"Kakak juga." balas Anna.
"Love you." balas Adnan
"Love you too." balas Anna.
Anna menyimpan Hp nya di lemari tidak lagi aktif di media sosial WhatsApp. Adnan merasa lega, karena Anna tidak membencinya bahkan memintanya untuk membawa sarapan besok pagi.
"Semoga kamu tidak berbohong dan benar-benar baik." ucap Adnan bermonolog.
Adnan sangat menyesal tidak memikirkan akibat dari ajakannya, membuat Anna harus terlibat melanggar peraturan asrama lagi.
Adnan juga merasa hampa jika tidak bertemu Anna, ingin memiliki Anna seutuhnya tanpa harus ada yang memisahkan. Adnan lupa Anna tinggal di asrama yang memiliki banyak peraturan. mendapat dukungan dari Ummi dan Bunda membuat Adnan lupa siapa Anna dan dimana Anna berada.
Semenjak kepulangannya dari rumah pengurus Adnan merasa kehilangan harapan untuk mendekati Anna. Adnan takut menghubungi Anna. takut Anna membenci dan menjauhi nya.
Adnan tidak bisa tidur. sibuk merangkai kata untuk menghubungi Anna dan akhirnya Anna yang mengirim pesan kepadanya.
Adnan merasa lega Anna masih mau berkomunikasi dengannya walaupun Adnan merasa Anna tidak baik-baik saja.
***
Pagi ini Anna bersama teman sekamarnya kembali berangkat kesekolah bersama-sama. Mata Anna tampak lelah karena kurang tidur. tapi Anna tetap memberikan senyum terbaiknya kepada semuanya.
Setelah menyalami Ummi dan Bunda mereka bersama-sama melewati pos satpam.
"Personil lengkap nih." goda Beni.
"Jeli bangat tu mata." jawab Velisia.
"Kenalan dong, kemaren abang udah mengenalkan diri. kalau gak mau abang gak kasih izin lewat." ucap Beni setengah mengancam.
"Mau kenalan pakai ngancam, takut." ucap Lasmi menirukan gaya orang berlindung dari serangan.
__ADS_1
Semuanya tertawa melihat kelakuan Lasmi.
Mereka merasa kasihan jika masih harus mengerjai Beni. Satu persatu teman Anna menyebutkan namanya kepada Beni. Anna memilih tetap melanjutkan perjalanannya menuju sekolah. tidak mempedulikan temannya yang berkenalan dengan Satpam tengah.
"Yang pergi itu namanya siapa?" tanya Beni melihat Lasmi menunggu jawaban dari Lasmi.
"Itu namanya Anna." jawab Lasmi.
"Jangan jatuh hati padanya, dia sudah punya calon suami." jawab Tery.
Beni hanya mengangguk-angguk.
Teman sekamar Anna melanjutkan perjalanan mereka menuju kelas masing-masing.
Sampai dikelas Anna meletakkan tasnya dimeja dan menyapa temannya dua orang yang sudah datang duluan. Anna membaringkan kepalanya di atas tas.
Adnan datang ke kelas Anna.
"Kenapa dek? demam?" tanya Adnan.
"Gak, cuma pusing kurang tidur." Jawab Anna.
"Sarapan dulu ya." ucap Adnan meletakkan kotak bekal sarapan Anna.
Anna tersenyum dan mengangkat kepalanya.
"Anna gak bawa minum kak." ucap Anna.
"Makan aja dulu, biar kakak beli minum di koperasi." jawab Adna
Anna mengangguk dan membuka kotak bekalnya.
Adnan pergi membeli minum untuk Anna.
Anna menawarkan sarapan yang dibawa Adnan kepada dua orang teman sekelasnya, mereka menolak dan memilih pergi ke kantin untuk sarapan. Anna makan dengan pelan. Anna belum menghabiskan satu lapis rotinya, Adnan sudah datang membawa minuman untuk Anna. Adnan membuka tutup botol minuman itu. memberikannya kepada Anna.
Anna segera minum. Anna menawarkan minumannya kepada Adnan. Adnan meraih botol itu dan meminumnya. Anna tersenyum melihat Adnan yang minum dari bekas minumnya.
Anna mengangguk dan tersenyum melihat Adnan.
Anna menyimpan kembali kotak bekalnya.
***
"Ummi ini Anna, Ummi bisa datang ke parkiran asrama nantik sore?" tanya Anna menelpon Ummi Salma.
"Bisa sayang, mau dibawakan apa?" tanya Ummi.
"Tidak usah bawa apa-apa Mi." jawab Anna.
"Anna tidak belajar?" tanya Ummi melihat jarum jam saat ini masih jam sembilan pagi.
"Anna Izin ke toilet sebentar." jawab Anna.
"Oh, kembalilah ke kelas, belajar yang rajin ya." ucap Ummi memberi semangat.
"Ya, Mi" ucap Anna mengakhiri panggilannya.
Sudah hampir 20 menit Anna berada dikamar mandi diujung kelasnya. Anna tidak bisa fokus belajar. Anna memilih izin pergi ke toilet dan menelpon Ummi Salma.
***
Jam istirahat pertama Anna memilih tidak keluar kelas, Anna melanjutkan memakan sarapan yang dibawa Adnan.
Adnan menghampiri Anna dikelasnya.
"Ke kantin yok." ajak Andan.
"Anna dikelas aja, habiskan sarapan yang kakak bawa." jawab Anna sambil makan rotinya.
Adnan ikut duduk dikelas Anna menarik satu kursi kosong yang ada disebelah Anna. menggesernya kesamping duduk bersebelahan dengan Anna.
"Kakak ikut makan ini ya." ucap Adnan menunjuk roti sarapan Anna.
__ADS_1
Anna mengangguk.
"Suapi Anna kak." ucap Anna membuat Adnan kaget.
Tanpa protes dan bertanya Adnan menyuapi Anna bergantian dengan menyuapi dirinya sendiri, sampai semua roti yang ada di tempat bekalnya habis.
"Kenyang?" tanya Adnan.
Anna mengangguk.
"Masih pusing?" tanya Adnan
"Gak, cuma agak lelah." jawab Anna.
"Kakak belikan jus ya." ucap Adnan yang langsung berdiri dan pergi tanpa mendengar jawaban Anna.
Anna tersenyum melihat kepergian Adnan.
Hanya butuh lima menit Adnan sudah kembali membawa jus untuk Anna. Adnan memberikan jus itu agar segera diminum Anna. Anna meraih jus pemberian Adnan dan meminumnya.
"Kalau masih lelah baring di UKS aja ya." ucap Adnan merasakan Anna kurang bersemangat pagi ini, mungkin efek begadang tadi malam.
"Gak usah. Anna mau belajar." jawab Anna.
Adnan memeluk Anna, menyandarkan kepala Anna di dadanya. Anna menutup matanya, melepaskan semua rasa lelah dipikirannya.
Hengki sang ketua kelas datang ke kelas, melihat Adnan yang memeluk Anna dan Anna terlihat menyandar di dada Adnan dengan memejamkan matanya.
"Anna sakit kak?" tanya hengki.
"Dia kelelahan." jawab Adnan.
"Oh. tadi Anna izin ke toilet juga lama." jawab Hengki melihat perubahan sikap Anna pagi ini.
Anna tidak bicara dan juga tidak berusaha untuk melepaskan pelukan Adnan. Adnan merasa Anna sedikit aneh, tapi Adnan menyukai Anna yang tampak nyaman dalam pelukannya.
Hengki duduk di kursinya dibelakang kursi Anna yang berjarak satu baris dengan barisan kursi Anna. Mata nya tetap melihat sang ketua OSIS yang memanjakan Anna.
Anna perempuan yang pernah hendak didekati Hengki. belum sempat mendekati Anna, harus menerima kenyataan gadis idaman nya sudah memiliki kekasih.
Suara ribut diluar kelas membuat Anna harus melepaskan diri dari pelukan Adnan.
"Anna udah baikan, ada banyak teman yang mau masuk kelas, kakak ke kelas saja." ucap Anna tidak enak jika dilihat banyak temannya.
"Baiklah." ucap Adnan tersenyum melihat Anna. Anna juga tersenyum melihat Adnan.
Sebelum pergi, Adnan memberanikan diri mencium kening Anna. Anna menerimanya.
Kejadian itu membuat teman sekelas Anna yang sudah berada di pintu kelas histeris.
"So sweet." ucap mereka kompak.
Adnan melewati mereka begitu saja. Adnan merasa bahagia karena berhasil mencurahkan kasih sayangnya kepada Anna dan menunjukkan kepada teman sekelas Anna bagaimana hubungan mereka yang semakin lengket.
Anna tersenyum melihat kepergian Adnan. Anna langsung diserbu teman perempuan dikelasnya dengan berbagai ucapan dan pertanyaan.
"Anna kamu beruntung sekali, dapat ketua OSIS yang Ganteng, Gentleman, Baik dan sangat memanjakan mu." ucap salah seorang dari mereka yang selalu mengikuti perkembangan pacaran Anna.
"Jadi pengen punya pacar seperti itu." jawab yang lain.
"Anna kamu demam?" tanya yang lain melihat raut wajah Anna tidak seceria biasanya.
"Aku hanya lelah, tadi malam terlambat tidur." jawab Anna.
Bel masuk berbunyi mereka segera duduk di kursi masing-masing.
...----------------...
Jangan lupa like
dan komen ya
makasih 😊
__ADS_1