Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Adnan pergi tanpa kabar


__ADS_3

Adnan yang sedang dilanda keraguan dalam hubungannya sangat mengharapkan Ummi Inah dan Bunda Yani segera datang kerumahnya, tapi harapan Adnan tidak bisa terwujud, Ummi Inah dan Bunda Yani sedang berbelanja di pasar.


mereka belanja bahan masak untuk dimasak pak Yayat saat acara kunjungan pemilik yayasan ke asrama.


Ummi Inah sengaja tidak menyebutkan acara kunjungan orang tua Adnan ke yayasan, karena Ummi Salma tidak ingin Adnan tau mereka akan berkunjung ke asrama, mereka takut Adnan ikut dalam kunjungan itu dan identitas Adnan sebagai anak pemilik yayasan akan diketahui banyak orang, orang tua Adnan juga ingin melihat calon menantunya.


apalagi dari penilaian orang tua Adnan, Adnan sangat sulit mengontrol diri terhadap Anna, mereka ingin menilai Anna, mereka takut Anna mengetahui siapa Adnan dan berniat hanya untuk memanfaatkan kebaikan Adnan.


Saat ini kedua orang tua Adnan berada di Bandung, sedangkan Adnan berada di kota Pekanbaru provinsi Riau, mereka mengunjungi kakek Adnan, ayah dari Abi Zakaria yang sedang sakit.


Karena merasa tidak ada teman untuk berbagi cerita Adnan memutuskan untuk berangkat ke Bandung menyusul kedua orang tuanya.


Mbok Iyem bersama suami dan seorang anak gadis mereka tinggal di rumah Adnan, mereka tinggal di ruang belakang bersebelahan dengan dapur, sedangkan Anak gadis mbok Iyem menempati kamar sendiri disebelah kamar orang tuanya.


Mbok Iyem bekerja menggantikan pak Yayat, mbok Iyem sudah lima tahun bekerja di rumah Adnan, anak gadis Mbok Iyem berusia 18 tahun sebaya dengan Adnan, saat ini duduk dikelas XII SMK Jurusan tata boga, bernama Jeni.


Adnan pamit pada mbok Iyem untuk menyusul kedua orang tuanya, sudah biasa bagi mbok Iyem jika majikannya pergi dan meninggalkan mereka di rumah.


mereka dengan setia akan merawat dan menjaga rumah, mereka sangat bersyukur memiliki majikan yang baik, jika majikannya berada di rumah mereka akan mengadakan sholat berjamaah di musholla khusus keluarga Adnan. suami mbok Iyem bertugas mengurusi kebun dan pekarangan rumah, sedangkan untuk supir orang tua Adnan tinggal telpon jika mereka membutuhkan jasanya, supir mereka tinggal di rumah sendiri, tidak jauh dari rumah Adnan orang tua Adnan membelikan tanah dan membuat kan rumah untuk supirnya itu karena sudah bekerja dengan Abi Adnan sebelum Abi Adnan menikah dengan Ummi Salma dan memiliki hubungan yang baik sampai sekarang.


Sedangkan rumah Ummi Inah dan Bunda Yani yang berada disebelah rumah Adnan dijaga oleh pak Kasim bersama istrinya, pak kasim juga bertugas sebagai satpam kedua rumah itu.


Adnan sudah memesan tiket pesawat melalui kantor travel milik Ummi nya.


jadwal keberangkatan Adnan jam 12.25 siang ini, Adnan tidak mau ketinggalan pesawat dan menelpon supir pribadi Abi nya untuk mengantar Adnan ke bandara, Adnan membawa beberapa pasang pakaian karena Adnan tidak tahu berapa lama di Bandung.


Tanpa mengabari kedua orang tua nya Adnan melakukan perjalanan sendiri, hal ini belum pernah dilakukan Adnan, Adnan hanya fokus pada masalahnya, ingin mencari solusi tanpa memikirkan hal buruk yang bisa menimpanya saat berada diperjalanan.


Jam 14.30 Adnan sudah keluar dari bandara Husein Sastranegara, Adnan menaiki taksi dan memberikan alamat rumah kakeknya pada sang supir.


Kedatangan Adnan membuat Fitri istri dari adik ayah Adnan kaget saat membukakan pintu.


"Kak Salma" ucap Fitri berteriak memanggil Ummi Adnan yang berada diruang keluarga bersama Abi Adnan dan pamannya Ismail.


Ummi Salma segera ke depan menemui Fitri, Ummi Salma berniat menegur Fitri yang menurutnya kurang sopan dalam memanggilnya, ketika Ummi Inah sampai di depan pintu ia tertegun melihat Adnan yang berada di pintu rumah tepat dihadapan Fitri.


"Adnan, kenapa kamu bisa sampai disini?, kamu dengan siapa? kenapa tidak mengabari Ummi? Ummi Salma tampak khawatir melihat Anaknya melakukan perjalanan tanpa diketahui olehnya.


begitu banyak pertanyaan yang keluar dari mulut Ummi Salma, yang membuat Adnan diam tidak menjawab satupun pertanyaan Ummi nya yang tampak shock dengan kehadirannya.


Setelah melihat Ummi Salma tenang, Adnan pun bicara.


"Adnan rindu kakek Mi," ucap Adnan tidak mau masalahnya diketahui oleh tante Fitri.


"Kenapa gak bilang mau ikut saat Ummi di rumah, malah nekat nyusul kesini, tanpa memberi kabar, kalau terjadi apa - apa sama kamu saat diperjalanan kami mau cari kemana?" ucap Ummi Salma dengan nada kesal.


Adnan tidak berani menjawab, dalam hati Adnan menyesali perbuatannya, yang pergi tanpa memberi tahu kedua orang tuanya dan membuat mereka khawatir walaupun tujuan Adnan baik hanya untuk bertemu mereka di rumah Kakek.


"Adnan capek Mi, belum makan siang, kenapa Ummi sama tante di pintu? Adnan gak boleh masuk?" ucap Adnan berharap Ummi nya tidak marah lagi.


ucapan Adnan membuat tante dan Ummi nya sadar, mereka memenuhi pintu sehingga Adnan tidak bisa masuk.


Mendengar ucapan Adnan Ummi memberi peluang untuk Adnan masuk.


Adnan menyalami Ummi dan tante fitri, kemudian masuk kedalam rumah, Adnan langsung menuju meja makan, sebelum duduk Adnan mencuci tangan di wastafel yang berada diruang makan, Ummi Salma dan Tante Fitri mengikuti Adnan dan mempersiapkan makan siang untuk Adnan menata kembali nasi, beberapa lauk, sambal dan sayur di atas meja.


Abi dan paman melihat Adnan yang memasuki ruang makan segera ikut menyusul.

__ADS_1


"Hey jagoan, tidak salam dulu dengan paman dan Abi?" ucap Paman sambil mendekat kearah tempat duduk Adnan.


Adnan tersenyum melihat kearah paman dan langsung menyalaminya dan Abi yang juga sudah berada di samping Paman.


"Makan dulu, nanti kita bicara." ucap Abi Zakaria yang ikut duduk di sebelah Adnan menemani anaknya makan.


Melihat raut wajah Adnan Abi Zakaria tau ada sesuatu yang mengusik hati anaknya, wajah Adnan yang biasanya fresh hidup tanpa beban siang ini terlihat agak kusut.


Adnan makan dengan lahap karena memang sangat lapar, Adnan tidak terbiasa makan sendiri, selera makan Adnan akan hilang jika makan sendiri, setiap kali makan Adnan akan mencari teman untuk menemaninya makan, jika Ummi dan Abi nya tidak berada di rumah, Adnan akan meminta Mbok Iyem untuk menemaninya makan, itulah kenapa Adnan memilih tidak singgah untuk makan saat sampai di Bandung.


Setelah makan Adnan bersama Abi menjenguk Kakek yang terbaring di kasur kamarnya, tangan kakek dipasang infus, kakek terlihat lemah matanya terpejam, Adnan meraih tangan kakek dan mencium tangannya, kakek Adnan sudah pikun tidak mampu mengingat dengan jelas orang yang ditemuinya, tapi kakek tidak melupakan kedua putra kandungnya yaitu Abi Zakaria dan Paman ismail.


Sudah dua hari kakek di infus karena kakek tidak mau makan, bahkan paman Ismail menyewa jasa suster rumah sakit untuk membantu memberikan pengobatan pada kakek dan juga dokter yang siap siaga memantau kesehatan kakek.


Kakek terbangun karena Adnan menyentuh tangannya.


"Adnan?" ucap kakek mengenali siapa yang memegang tangannya.


Abi Zakaria bersyukur ayahnya mengenali Adnan, bahkan ayahnya tersenyum melihat Adnan, seolah kunjungan Adnan sangat diharapkan oleh kakek.


padahal sewaktu libur kenaikan kelas Adnan bersama kedua orang tuanya menghabiskan waktu seminggu di rumah Kakek.


"Kakek sudah makan?" tanya Adnan.


"Tidak selera, kapan kamu sampai?" tanya Kakek dengan suara pelan.


"Baru saja kek, Adnan rindu Kakek," ucap Adnan tersenyum melihat kakek nya.


"Terimakasih sudah merindukan Kakek, jadilah anak yang baik seperti Abi mu, jangan buat dia marah, kakek bahagia memiliki Abi dan Paman mu" ucap kakek yang tampak tersenyum.


Setelah mengucapkan kata-kata itu, tiba-tiba tubuh kakek menegang dadanya membusung ke atas, Abi Zakaria yang melihat ayahnya seperti kesusahan mengambil nafas langsung membisikkan kalimat " Laa ilaha illallah" di telinga kakek, kakek tampak mengikuti kata-kata Abi Zakaria.


semua berlari menuju kamar kakek, mereka melihat kakek menghembuskan nafas terakhirnya, suster yang berjaga menghubungi dokter mengabarkan apa yang terjadi.


dokter segera datang dan memastikan bahwa kakek telah meninggal dunia.


Mereka segera mengurus pemakaman untuk Kakek, Kakek sudah tidak memiliki saudara kandung yang masih hidup, semua keponakan kakek mereka hubungi agar mereka bisa melihat Kakek untuk terakhir kalinya.


Saat azan magrib proses pemakaman kakek pun selesai, mereka segera pulang untuk segera membersihkan diri dan menunaikan sholat maghrib berjamaah di rumah.


Paman Ismail berprofesi sebagi guru PNS di sekolah SMP, semenjak menikah paman tinggal di rumah kakek bersama istrinya Fitri, mereka memiliki tiga orang anak, anak pertama berjenis kelamin laki-laki dan anak kedua dan ketiga berjenis kelamin perempuan, yang masih duduk di bangku sekolah dasar, anak tertua mereka berusia sama dengan Adnan.


***


Anna mengirim pesan whatsshap menanyakan keberadaan Adnan, semenjak pulang sekolah pesan yang dikirim Anna belum dibaca olah Adnan, Anna merasa penasaran kemana Adnan dan tumben tidak membalas cepat pesan yang dikirim Anna.


Anna mencoba mengingat apa yang dikatakannya kepada Adnan, Anna berfikir apakah ucapannya menyinggung Adnan dan membuat Adnan kecewa, sehingga Adnan benar-benar menjauh dan tidak memperlihatkan dirinya sampai jam sekolah berakhir.


Setelah sholat isya Anna kembali melihat Hp nya, pesannya masih belum di baca Adnan.


Anna bingung, Anna memberanikan diri mengunjungi rumah pengurus.


"Bunda, Ummi" ucap Anna saat berada di depan pintu rumah pengurus.


Bunda dan Ummi yang saat itu duduk di kursi tamu mendengar Anna memanggil mereka dan mempersilahkan Anna masuk, mereka duduk berhadapan.


"Ada apa Anna?" tanya Ummi Inah.

__ADS_1


"Tadi disekolah Anna tidak melihat kak Adnan saat jam istirahat sampai jam pulang sekolah, apa Ummi tahu kak Adnan dimana?" tanya Anna yang terlihat khawatir.


Ummi tersenyum melihat kekhawatiran Anna untuk Adnan.


Ummi dan Bunda yang mengetahui keberadaan Adnan tidak bisa memberi tahu Anna, karena Adnan sudah menelpon, mengabarkan kalau kakeknya meninggal dunia dan Adnan berpesan agar Ummi dan Bundanya tidak memberi tahu Anna tentang keberadaannya.


"Apa Anna mau bicara dengan Adnan?" tanya Bunda Yani.


"Iya, tapi kak Adnan tidak membalas pesan Anna, apa kak Adnan marah sama Anna?" tanya Anna dengan suara kecil dengan pandangan di tunduk dan jari tangan Anna saling menggenggam.


"Kenapa Anna berfikir Adnan marah kepada Anna?" tanya Bunda yani mencari tahu permasalahan Anna dan adnan yang tidak mereka ketahui.


Bunda Yani yang memegang Hp langsung menekan tombol video menghadapkan kameranya kearah Anna, Bunda Yani sengaja memposisikan Hp nya bersandar pada keranjang tempat minum, seolah-olah ia hanya ingin fokus mendengar Anna bercerita, bunda Yani merekam pembicaraan mereka dengan Anna.


Dengan wajah masih di tunduk Anna menceritakan pembicaraannya dengan Adnan saat di kantin tadi pagi.


"Tadi saat sarapan di kantin, Anna bilang sama kak Adnan untuk tidak mencari Anna dikelas, tidak bersama Anna saat jam istirahat dan kak Adnan juga tidak boleh selalu dekat Anna saat jam sekolah." setelah berucap demikian Anna diam.


Mendengar ucapan Anna Bunda dan Ummi terdiam sesaat, kemudian Ummi bertanya.


"Kenapa Anna membuat permintaan seperti itu?" apa Adnan sangat menggangu saat bersama Anna?" tanya Ummi yang penasaran.


"Anna ingin berteman dengan teman yang lain, kak Adnan tidak mengganggu, hanya saja Anna tidak mau kemana-mana selalu bersama kak Adnan" jawab Anna jujur.


"Menurut Ummi jika Anna memang bersedia menjadi istri Adnan, kalian harus saling mengenal pribadi masing-masing, tidak menciptakan jarak yang dapat merusak hubungan kalian".


"Apa Anna menilai Adnan tidak serius dengan perkataannya?" kembali Ummi bertanya.


"Anna tidak ingin terganggu dalam belajar Ummi," jawab Anna singkat tidak menjawab pertanyaan Ummi dengan sempurna.


"Kamu terlalu menutup diri Anna, kamu tidak memberikan peluang untuk dirimu sendiri mengenal Adnan," ucap Bunda Yani yang sedikit kesal dengan cara Anna memperlakukan Adnan, menganggap Adnan hanya mengganggu belajarnya.


"Apa Anna salah Bunda?" tanya Anna yang masih menundukkan kepalanya.


"Adnan sebentar lagi akan lulus sekolah, tidak seharusnya Anna menciptakan jarak dari sekarang, kenapa Anna tidak menggunakan kesempatan ini untuk saling mengenal, banyak orang yang menyesal tidak menggunakan waktu dengan baik, Bunda harap Anna membatalkan aturan yang Anna buat untuk Adnan, saat bersama Adnan di sekolah jalinlah hubungan yang positif, Anna bisa belajar bersama Adnan, Adnan selalu mendapat juara selama sekolah di SMA xx." ucap Bunda berusaha membuka pikiran Anna.


Anna tertegun mendengar ucapan Bunda, Anna merasa malu karena tidak mengetahui Adnan ternyata juara kelas, sedangkan Anna yang belum tentu mendapat juara sudah begitu mewanti-wanti agar Adnan tidak mendekatinya selama sekolah, apa lagi alasan Anna hanya ingin fokus belajar.


Anna sangat menyesal dan ingin segera minta maaf kepada Adnan, karena telah menyakiti hati Adnan, benar kata Bunda mereka bisa menjalin hubungan yang positif selama Adnan masih sekolah di SMA xx.


"Baiklah Bunda,Ummi, Anna tidak akan menjauh dari kak Adnan lagi, Anna akan menjalin hubungan yang positif bersama kak Adnan, maafkan Anna yang tidak mengenal kak Adnan dengan baik." ucap Anna yang sudah menyadari kesalahannya dan Anna sudah berani menatap Bunda Yani dan Ummi Inah.


"Syukurlah Anna paham dengan yang Bunda dan Ummi sampaikan." ucap Bunda Yani.


"Adnan tidak salah memilih mu Anna, Ummi harap Anna lebih mengenal Adnan, jangan sampai hubungan kalian hancur karena tidak saling mengenal pribadi masing-masing." ucap Ummi kembali mendukung hubungan Anna dan Adnan.


Anna tersenyum mendengar ucapan Ummi Inah.


"Terimakasih Ummi dan Bunda sudah bersedia mendengarkan dan memberikan solusi untuk masalah Anna." ucap Anna tersenyum.


Anna bangun dari duduknya, bersalaman dengan Bunda dan Ummi kemudian kembali ke Asrama putih.


Sepeninggal Anna Bunda Yani mengirim video yang baru saja ia rekam itu kepada Ummi Salma.


Ummi Salma yang belum tidur segera membuka video yang dikirim Bunda Yani,


setelah menonton video itu Ummi Salma paham, kenapa Adnan nekat pergi dari rumah dan menyusul Meraka ke Bandung, Ummi Salma dapat melihat wajah Anna dengan jelas.

__ADS_1


"Pantas saja Adnan sampai begitu lengket dengannya, ternyata selain cantik Anna memiliki kepribadian yang baik, semoga kalian tidak merasakan sakitnya putus cinta, bisa saling menjaga hubungan dan berjodoh sampai akhir hayat," doa Ummi Salma untuk Adnan dan Anna setelah selesai menonton video yang kirim Bunda Yani.


...----------------...


__ADS_2