Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Hukuman untuk Adnan 2


__ADS_3

Setelah Anna pergi, Adnan segera ketempat bang Didi dan Doni yang masih duduk di gazebo. Adnan menyampaikan pesan yang tadi disuruh Ummi.


"Bang masih bisa jaga perbatasan dua malam ini?" tanya Adnan.


"Kalau malam abang bisa jaga, kalau pagi abang gak bisa. Abang harus pindahkan barang besok pagi ke kos, tadi pagi abang cari tempat kos." jawab Doni.


"Oke bang, soalnya Ummi khawatir kalau gak ada yang jaga perbatasan malam hari. kalau siang ada Ummi sama Bunda yang memantau asrama." ucap Adnan.


"Besok ikut abang ketempat kos ya, biar Adnan tau tempat tinggal abang." ucap Doni.


"Ya, tapi mungkin gak bisa lama bang, besok mau beli oleh-oleh untuk keluarga Anna, Anna pulang sabtu siang." jawab Adnan.


"Ya, gak papa. abang paham kok, Anna beruntung bisa memiliki hati mu." ucap Doni.


Adnan tertawa mendengar ucapan bang Doni.


"Aku yang beruntung bisa memiliki Anna bang, dia baik, penurut dan yang paling penting dia sudah mencuri hati Ummi dan Abi. bahkan Aku sudah merasakan kemarahan Ummi sama Abi karena gak becus jaga Anna. kayak bang Doni dan bang Didi yang selalu dimarahi Pak Yayat kalau gak mau ajak Adnan main." jawab Adnan mengingat masa kecil mereka bertiga sewaktu tinggal di rumah Adnan.


Mereka tertawa mendengar ucapan Adnan.


"Akhirnya kamu bisa merasakannya." ucap Doni masih tertawa.


"Pulang dulu bang, udah mau jam 22.00." ucap Adnan pamit kepada kedua abangnya.


"Ya, Hati-jati dijalan ya." ucap mereka kompak.


***


Adnan sampai di rumah lewat dari jam yang telah ditetapkan Ummi. Ummi menunggu Adnan diruang tamu. Abi sudah berada dikamar.


mbok Iyem suaminya dan Jeni juga berada dikamar.


Ummi mendengar mobil Adnan memasuki garasi. rasa khawatir ummi hilang setelah mendengar suara mobil anaknya. tapi Ummi masih kesal karena Adnan tidak tepat janji.


"Assalamualaikum Ummi, kenapa masih diruang tamu?" tanya Adnan.


"Jam tangan kamu masih ada baterai?" tanya Ummi.


"Ada, Maaf Mi. cuma telat 15 menit." ucap Adnan.


"Ummi ini udah tua, tingkat khawatir ummi gak sama seperti kamu, mau bikin Ummi jantungan?" ucap Ummi memarahi Adnan.


"Gak Mi, kan Adnan udah minta maaf, lagian Adnan baru kali ini telat." jawab Adnan membela diri.


"Besok pagi kamu yang siapkan sarapan untuk Ummi, Abi dan Anna. itu hukuman untuk kesalahan mu malam ini." ucap Ummi yang masih jengkel.


"Iya Ummi, salam dulu mi. Maafkan Adnan ya?" ucap Adnan meraih telapak tangan Ummi dan menciumnya Adnan juga memeluk Ummi.


Tingkah Adnan membuat Ummi tersenyum kembali dan mengusap punggungnya.


"Ummi Adnan mau cerita." ucap Adnan melepas pelukannya.


"Cerita apa, ini udah malam, kamu gak ngantuk?" tanya Ummi.


"Adnan belum ngantuk, tapi kalau Ummi mau tidur besok aja cerita nya." jawab Adnan.


"Ummi belum ngantuk, sekarang aja cerita nya." jawab Ummi.


"Tadi Adnan ngajak Anna makan diluar, tanpa permisi sama Bunda dan Ummi. gak jauh, cuma di ujung jalan asrama. menurut Ummi Anna dimarahi gak?" tanya Adnan.


"Gak terjadi apa-apa di mobil kan?" Ummi balik bertanya.


"Gak Mi, Adnan kan udah janji." jawab Adnan.


Padahal setelah menyuapi Anna detak jantung Adnan tidak bisa dikendalikan, Membuat Adnan harus menghentikan makannya dengan alasan sudah kenyang.


"Ummi sama Bunda gak mungkin marah. apalagi kamu perginya sebentar. besok jangan di ulang lagi. jangan ajari Anna melanggar aturan asrama. tapi kayaknya Anna nurut sekali ya sama kamu!" ucap Ummi mulai merasakan hubungan Anna dan Adnan semakin lengket.


Adnan tertawa mendengar ucapan Ummi nya.


Adnan menyadari Anna sudah bergantung padanya. tidak malu lagi untuk mengunjungi Adnan dikelas. bahkan Anna sudah menyatakan perasaannya membuat Adnan semakin yakin dengan hubungannya.


"Ummi bahagia kan kalau Anna bisa lengket sama Adnan?" tanya Adnan.


"Ummi bahagia kalau kamu bisa menyayangi Anna dan tidak mempermainkan perasaannya." jawab Ummi.

__ADS_1


"Adnan gak mungkin mempermainkan perasaan Anna Ummi. Anna sudah memiliki hati Adnan sejak pertemuan pertama kami." jawab Adnan sambil tersenyum.


"Iya Ummi percaya sama kamu. sekarang tidur ya, ingat tugas mu besok pagi." ucap Ummi mengingatkan hukuman Adnan.


"Beres Mi." jawab Adnan kembali mencium pipi ummi nya dan berlari menaiki tangga.


***


Setelah sholat subuh di kamar nya Adnan turun kelantai bawah menuju dapur. Mbok Iyem sudah berada di dapur sedang bersiap untuk menyiapkan menu sarapan pagi seluruh penghuni rumah.


"Mau buat apa Mbok?" tanya Adnan.


"Eh tuan muda. bikin mbok kaget saja. tumben pagi-pagi sudah ke dapur, udah lapar?" tanya mbok Iyem.


"Mau jalani hukuman dari Ummi, Aku disuruh buat sarapan pagi mbok, tapi masih belum tau mau buat apa." ucap Adnan.


Mendengar Adnan mendapat hukuman Mbok Iyem tertawa.


"Tuan muda mau sarapan apa?" tanya mbok iyem masih senyum menahan tawanya.


Adnan membuka kulkas melihat bahan apa saja yang bisa ia gunakan. Adnan mengambil sawi, lobak,kentang dan telur.


"Mau buat apa Tuan?" tanya mbok Iyem penasaran.


"aku mau buat siomay sayur. mbok Iyem tolong buatkan kuah kacang nya ya. aku mau rebus semua bahan ini." jawab Adnan.


"Baik Tuan." jawab mbok iyem


Adnan membersihkan telur dan kentang kemudian memasukkannya dalam tempat rebusan. Adnan menghidupkan kompor dan mengisi tempat rebusan dengan air siap untuk merebus kedua bahan itu.


untuk sawi dan lobak Adnan memasukkannya dalam tempat kukusan. setelah semua bahan matang. Adnan mengupas kulit kentang dan melepaskan telur dari cangkangnya lalu memotong kentang berbentuk dadu dan telur dibelah dua. sedangkan untuk lobak dan sawi, Adnan menggulungnya kecil agar mudah dimakan.


Mbok Iyem memperhatikan pekerjaan Adnan. mbok Iyem kagum dengan keahlian Adnan membuat siomay sayur. Adnan tidak bertanya tentang alat yang digunakan untuk memasak. Adnan bekerja seolah sudah paham dengan kegunaan barang-barang di dapur. padahal ini kali pertamanya Adnan memakai dapur.


Adnan membuat Siomay sayur dengan telaten. bahkan ukuran gulungan sayur nya sangat pas di mulut dan tidak berantakan.


Adnan mengambil kotak tempat sarapan yang ia siapkan untuk Anna. menata semua bahan dengan rapi. untuk kuahnya Adnan meminta mbok Iyem memasukkannya dalam plastik agar tidak mudah tumpah dan dituang ke sayuran saat akan dimakan.


"Tuan muda tidak sarapan di rumah?" tanya mbok Iyem.


Jawaban Adnan membuat mbok Iyem kaget sekaligus bahagia.


"Wah berarti setelah tuan muda tamat SMA kita akan pesta besar. mbok Iyem jadi tidak sabar ingin lihat rumah ini di isi tangis bayi." jawab mbok Iyem yang merasa rumah tuannya sangat sunyi, karena tidak ada anak kecil.


Adnan tertawa mendengar ucapan mbok Iyem.


"Dia masih kelas sepuluh mbok." jawab Adnan.


"Kelas sepuluh? mbok tidak ngerti." jawab mbok Iyem.


"Kelas sepuluh itu artinya kelas satu SMA mbok." jawab Adnan.


"oh masih kecil, kirain kelasnya sama dengan tuan. setelah tamat SMA kan bisa langsung nikah." jawab mbok Iyem.


Adnan tertawa mendengar ucapan mbok Iyem.


Adnan melanjutkan menata sayuran di atas piring besar untuk sarapan orang di rumah. kuah kacang sudah dimasukkan dalam mangkok kaca oleh mbok Iyem. Adnan menata hasil karyanya di atas meja makan kemudian Adnan membuatkan susu untuk Ummi dan Abi nya.


"Tumben buat susu." ucap Abi yang datang ke ruang makan.


"Susu untuk Abi dan Ummi." jawab Adnan.


"Takaran nya betul gak? itu susu buat tulang Abi sama Ummi." jawab Abi.


"Pas kok, Adnan kan sering liat Ummi buat susu." jawab Adnan meyakinkan Abi nya.


"Wah, ada siomay sayur. harus cepat dimakan ini. terimakasih ya Yem." ucap Abi memuji masakan mbok Iyem.


"Bukan Iyem yang buat Tuan, itu buatan tuan Adnan. Iyem cuma buat kuahnya." jawab mbok Iyem.


"Kok kamu yang masak Adnan? ada hal apa ni?" tanya Abi penasaran Adnan masak pagi ini.


"Itu hukuman untuk anak Abi yang pulang telat." jawab Ummi yang baru datang.


"Hukumannya udah selesaikan Mi? Adnan mau mandi dulu, nantik sarapan disekolah sama Anna." ucap Adnan sambil mendekat ke ummi nya.

__ADS_1


"Buat sarapan seperti ini mah enteng." ucap Ummi. tidak menjawab pertanyaan Adnan.


"Ummi semalam cuma bilang buat sarapan, ini udah Adnan buat." jawab Adnan tidak mau hukumannya ditambah.


"Kamu gak ikhlas jalani hukumannya?" tanya ummi.


"Ikhlas Ummi cantik, Adnan harus bagi waktu, kalau kelamaan di dapur Adnan bisa telat kesekolah. Adnan juga bawa sarapan untuk Anna. Ummi mau Anna dirawat lagi kerena gak sarapan pagi?" tanya Adnan.


"Iya, Ummi cuma becanda. ternyata kamu pintar juga buat sarapan." ucap ummi tersenyum dan mencubit pipi Adnan.


"Nih, susu untuk Ummi sudah dibuatkan Adnan. cepat minum." ucap Abi tidak mau istrinya menahan Adnan lagi.


"Wah, makin pintar aja anak Ummi." ucap Ummi memperlakukan Adnan seperti anak usia 5 tahun.


"Adnan mandi dulu mi." ucap Adnan mencium pipi ummi nya kemudian pergi kekamar.


Abi dan Ummi segera minum susu, mereka sarapan bersama dengan Iyem dan pak Joko.


Usia Iyem dan suaminya terpaut jauh, mereka menikah saat Iyem berusia 21 tahun sedangkan Joko sudah berumur 37 tahun. Jeni bukan anak kandung Joko. saat mereka menikah usia Jeni masih satu tahun, Joko sangat menyayangi Jeni dan mereka tidak pernah memberitahu kalau Jeni bukanlah anak kandung Joko.


"Bagaimana gambar rumah dan ukurannya, apakah sudah siap?" tanya Abi saat mereka sarapan.


"Kami sudah menyiapkan denah bentuk pondasinya Tuan. kalau hasil akhir terserah tuan saja. tapi kami mohon rumah yang sekarang jangan dirobohkan dulu. kami sudah buat ukuran pondasi yang lebih besar dari rumah lama. jika bagian dapur telah siap kami akan pindahkan barang kesana dan rumah lama akan kami hancurkan sendiri." jawab Joko.


"Baiklah, kalau kamu hancurkan sendiri akan banyak memakan waktu. nantik akan saya suruh semua tukang menolong mu menghancurkan rumah itu." ucap Abi menyetujui permintaan Joko.


"Setelah sarapan berikan gambar denah pondasinya padaku diruang tamu." kembali Abi berucap.


"Baiklah Tuan, terimakasih." jawab pak Joko dengan mata berkaca-kaca.


Adnan sudah rapi dan siap untuk berangkat sekolah.


"Abi, Ummi. Adnan kesekolah ya." ucap Adnan mencium pipi Ummi dan Abi nya tanpa bersalaman.


"Ya, Hati-hati. ingat untuk sarapan." ucap Ummi mengingatkan Adnan.


"Oke Mi." ucap Adnan sambil mengambil kotak bekal nya di atas meja.


Jeni keluar kamar menyusul yang lain nya di meja makan.


"Adnan gak sarapan lagi Ummi?" tanya Jeni.


"Adnan sarapan disekolah sama calon istrinya." jawab Ummi sengaja agar Jeni sadar.


"Calon istri?" ucap Jeni dengan mengerutkan kedua alisnya.


"Iya, setelah calonnya tamat SMA mereka akan menikah." jawab Ummi tidak mau Jeni berharap lagi.


"Oh." jawab Jeni tidak bertanya lagi.


Ummi dan Abi telah selesai sarapan mereka duduk di kursi tamu meninggalkan Jeni yang masih sarapan.


***


Hari ini hari jum'at murid SMA pulang sekolah jam 15.00. Adnan kesekolah menggunakan mobilnya. setelah pulang sekolah Adnan menelpon bang Doni mencari alamat tempat tinggal bang Doni, Adnan membeli Nasi bungkus sebelum sampai ke kos bang Doni.


Setelah menemukan kos bang Doni Adnan menumpang mandi. karena setelah sholat ashar Adnan akan belanja oleh-oleh untuk keluarga Anna.


Selesai mandi mereka makan.


"Selesai makan mau kemana?" tanya Doni.


"Nunggu waktu sholat ashar dulu bang, setelah sholat Adnan mau belanja buah-buahan." jawab Adnan.


"Abang ikut ya." jawab Doni.


"Oke." jawab Adnan sambil meneruskan makannya.


Setelah sholat ashar Adnan dan bang Doni berangkat menuju supermarket khusus menjual buah lokal dan impor terlengkap di kota itu dan juga menjual berbagai macam cemilan.


Adnan mengambil buah melon, jeruk dan apel. untuk jajan andan mengambil roti kaleng, wafer, jeli dan roti pandan. sedangkan bang Doni mengambil buah anggur dan buah naga.


Adnan membayar semua belanja yang ia pilih dan buah yang dipilih bang Doni. semenjak Adnan memegang kartu ATM Doni dan Didi tidak segan untuk minta traktiran padanya. kedua orang tua Adnan mengetahui hal ini. mereka tidak marah, karena Doni dan Dini tidak memanfaatkan Adnan sebagai mesin ATM berjalan mereka. apalagi hubungan mereka sudah seperti kakak adik yang saling menyayangi dan melindungi.


Setelah belanja oleh-oleh Adnan mengantar bang Doni pulang ke asrama. malam ini bang Doni masih bertugas sebagai satpam di perbatasan antara asrama dan sekolah. setelah mengantar bang Doni diparkiran Adnan memilih pulang kerumah dan tidak membawa belanjanya masuk kerumah.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2