Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Mencari kejelasan


__ADS_3

Setelah sholat isya di mesjid yang berada diluar lingkungan pondok. Ustad Faiz pulang kerumah. Ustad Faiz masih terbayang bagaimana Anna meninggalkannya dan menemui Adnan, Anak dari orang tua Angkatnya.


"Apa mereka sudah lama kenal? apa mereka memiliki hubungan? apa aku hanya menjaga milik orang lain? aku tidak bisa berdiam diri saja. semua ini harus aku tanyakan pada Ummi." batin Ustad Faiz.


Ustad Faiz mengetok pintu kamar Ummi Zahra.


"Ummi, bisa kita bicara sebentar?" tanya Ustad Faiz.


"Ya, sebentar." Jawab Ummi.


Ummi membuka pintu kamarnya.


"Mau bicara apa?" tanya Ummi melihat Faiz.


Faiz meraih tangan Ummi dan membawa Ummi ke ruang tamu. mereka duduk bersebelahan.


"Apa Ummi tahu tentang Anna dan Adnan?" tanya Faiz.


"Ummi baru tahu minggu lalu kalau Ummi Salma memiliki anak laki-laki dan baru tadi sore Ummi melihatnya. kata Ummi Salma Adnan sangat menyayangi Anna. mereka sudah seperti adik-kakak. hanya itu yang Ummi tahu." jawab Ummi Zahra.


Ustad Faiz membuang napas.


"Apa Sayang mereka untuk sebuah ikatan? apa aku terlambat Ummi?" tanya ustad Faiz.


"Apa kamu memiliki perasaan terhadap Anna?" tanya Ummi Zahra.


"Aku merasa nyaman jika bertemu dengannya. dia perempuan baik. hanya saja dia masih kecil. aku takut Anna hanya menganggap ku sebagai gurunya." jawab ustad Faiz.


"Perlukah Ummi mencari tahu hubungan Anna dan Adnan?" tanya Ummi.


"Jika Ummi tidak merasa direpotkan, bisa kah Ummi mencari tahu kebenarannya? karena aku tidak ingin menempatkan hati pada sesuatu yang tidak jelas. aku sempat berfikir Anna belajar bersama Ummi hanya untuk mendekati ku. melihat Anna mendatangi Adnan tadi sore, sepertinya aku salah menilai Anna." jawab Ustad Faiz sambil menyandarkan pungungnya di kursi.


"Baiklah Ummi akan mencari tahu kebenaran hubungan Anna dan Adnan. apapun hasilnya nanti, Ummi harap kamu bisa menerimanya." jawab Ummi Zahra merasa sedih melihat anak bungsunya harus merasakan patah hati secepat ini.


"Aku akan terima apapun informasi yang Ummi dapatkan, aku juga salah tidak mau mendengar Ummi untuk segera bertemu Anna. mungkin kami memang ditakdirkan tidak berjodoh walaupun pada akhirnya hatiku terluka.


Anna wanita cantik dan baik. wajar jika Ummi Salma dan keluarganya sangat menyayangi Anna." jawab ustad Faiz yang masih menyandarkan punggungnya di kursi.

__ADS_1


"Ummi juga awalnya ingin menjodohkan mu dengan Anna. tapi kamu sangat keras tidak mau menemuinya. Ummi harap kamu masih bisa menemukan gadis yang baik seperti Anna. jangan putus asa." ucap Ummi zahra sambil mengusap kepala anaknya.


"Assalamualaikum," ucap Abi Yahya yang baru pulang dari mesjid pondok.


"Waalaikummussalam, Abi mau makan malam?" tanya Ummi zahra menyambut suaminya yang baru pulang.


"Buatkan Abi teh hangat saja." jawab Abi Yahya.


"Baiklah." Jawab Ummi langsung kebelakang membuatkan teh hangat untuk suami dan anaknya.


"Apa ada masalah?" tanya Abi Yahya melihat anak sulungnya lesu.


"Tadi aku bertemu sahabat Abi, mereka mengunjungi Anna dan membawa anak laki-lakinya." jawab Ustad Faiz.


"Ya, Abi tahu sahabat Abi memiliki anak laki-laki dia masih sekolah tingkat akhir di SMA, sekolah itu bekerja sama dengan yayasan yang mereka miliki. Anna dulu juga sekolah disitu. tapi karena ada satu hal Anna memutuskan untuk pindah. Abi tidak tahu alasan Anna pindah. yang jelas semua biaya pendidikan Anna ditanggung sahabat Abi." jawab Abi memberikan informasi yang ia ketahui tentang Anna.


"Apa Abi pernah bertemu anak sahabat Abi?' tanya ustad Faiz.


"Abi belum pernah bertemu. tapi Abi rasa dia pasti tampan dan gagah seperti Abi nya. dulu Abi Zakaria menjadi pemuda yang banyak dikagumi santriwati apalagi dia memiliki banyak keahlian. dia selalu tampil jika ada acara pondok. Abi sampai iri dengan keberhasilannya waktu disekolah. sampai sekarang pun dia berhasil dalam menata ekonominya." jawab Abi menceritakan kekagumannya melihat keberhasilan sahabatnya.


"Abi tidak tahu, mungkin dia terlalu memilih pasangan hidup atau bisa jadi mereka lambat baru mendapatkan anak." jawab Abi Yahya.


"Tadi aku melihat Anna begitu dekat dengan anak sahabat Abi." ucap Ustad Faiz ingin lebih ke inti pembicaraannya bersama Abi Yahya.


"Bisa jadi mereka sudah berniat menjodohkan Anna dan anak mereka. tidak mungkin mereka hanya berniat menyekolahkan Anna, Anna baik dan juga tidak banyak tingkah. Abi saja suka melihatnya." jawab Abi Yahya tanpa mengetahui perasaan Faiz yang tergores mendengar jawabannya.


Ustad Faiz terdiam mendengarkan jawaban Abi nya.


Ummi datang membawa teh hangat untuk mereka.


"Minum dulu Bi." ucap Ummi Zahra sambil menyodorkan teh hangat untuk suami dan anaknya.


Abi dan Faiz minum teh hangat yang disuguhkan Ummi Zahra.


"Ummi, Abi. aku kekamar dulu." ucap Ustad Faiz yang telah menghabiskan semua tehnya.


Abi dan Ummi mengangguk.

__ADS_1


"Faiz ingin Ummi mencari tahu hubungan Anna dan Adnan." ucap Ummi Zahra saat hanya ada mereka berdua diruang itu.


"Siapa Adnan?" tanya Abi sambil melihat istrinya.


"Dia anak sahabat Abi, tadi sore mereka datang. anak mereka sangat tampan." jawab Ummi Zahra.


Abi tersenyum mendengar jawaban istrinya.


"Apa Faiz menyukai Anna?" tanya Abi


"Iya." jawab Ummi.


"Sebaiknya tidak perlu mencari tahu hubungan mereka. Abi yakin mereka sudah memilih Anna untuk menjadi calon istri anak mereka. tidak mungkin mereka yang hanya berstatus orang tua angkat mau mengurus pindah sekolah Anna. Faiz juga sudah melihat bagaimana kedekatan mereka. sekarang arahkan saja Faiz untuk menikah dengan yang seumuran dengannya. paling tidak bukan anak sekolah lagi." jawab Abi ingin Faiz mencari yang lain.


"Sebenarnya Ummi masih berharap Anna menjadi bagian dari keluarga kita. Ummi sangat menyukainya, apa tidak sebaiknya kita coba dulu mendekati Anna sampai dia tamat sekolah pondok?" tanya Ummi tidak mau melepaskan Anna terlalu cepat.


"Jangan, anak kita sudah usia menikah. jangan memaksakan keadaan. Anna masih harus menyelesaikan sekolahnya. bisa jadi Anna sudah mereka pinang dan hanya menunggu Anna tamat sekolah. relakan lah.


mereka mengantar Anna, agar kita bisa mendidik Anna dan menjaganya. jangan merusak hubungan baik Abi dengan sahabat Abi." Jawab Abi menasehati istrinya.


Ummi Zahra terdiam. Ummi Zahra terbayang bagaimana kebaikan Ummi Salma jika mereka bertemu.


"Baiklah Abi, semoga Faiz mendapatkan jodoh yang lebih baik dan ikhlas melepaskan Anna." jawab Ummi yang tidak mau memperburuk keadaan.


"Baguslah, Ummi bisa menerima apa yang Abi sampaikan. Abi juga berharap Faiz mendapat jodoh yang baik dan disegerakan." jawab Abi tersenyum melihat istrinya.


Mereka segera kekamar untuk istirahat.


"Ternyata putri kecil kita tertidur disini lagi." ucap Abi melihat anak bungsunya yang tidur di kasur mereka.


Ummi Zahra tersenyum melihat Abi yang mencium pipi Nailah.


Abi mengendong Nailah dan memindahkan Nailah ke kamar nya.


...----------------...


Tetap like ya.

__ADS_1


__ADS_2