Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Hilang semangat


__ADS_3

Semangat baru sebagai santriwati di pondok pesantren Fatimah membuat Anna ingin segera kesekolah. Anna mandi bergantian dengan santriwati satu asrama dengannya. tempat mandi berupa bak panjang berada ditengah-tengah kamar mandi dan ada empat wc berjejer disebelah kanan ujung pintu masuk kamar mandi.


Susana yang sangat berbeda dari asrama sekolah SMA xx, sewaktu di asrama SMA xx Anna tidak harus Antri dan mandi berdesakan. di pondok Pesantren Fatimah Anna harus tanggap dan pandai membawa diri agar tidak ketinggalan dari lain.


Anna memasukkan semua buku tulis kedalam tas. membawa beberapa jajanan sesuai saran Fitri.


Pakaian Anna berbeda sendiri dari pakaian santriwati Aliyah. sebelum berangkat sekolah, Fitri mengajak Anna untuk mengambil sarapan pagi. sarapan pagi ini bubur kacang hijau plus nasi dan mereka diberi sendok plastik.


Piring makan yang diberikan pengasuh berbentuk bulat dengan tiga bagian pemisah didalamnya dan memiliki tutup agar makanan tidak mudah tumpah. cangkir yang diberikan juga memiliki tutup hingga mudah dibawa kemanapun.


Anna dan Fitri membawa piring sarapan kesekolah ditempatkan didalam plastik tentengan. begitu juga dengan santriwati yang lainnya.


Bel masuk sekolah telah berbunyi. Fitri mengajak Anna berbaris disampingnya. semua santriwati berbaris menurut kelas masing-masing.


Para ustadzah memimpin barisan pagi ini. setelah berbaris semuanya masuk ke dalam kelas. Anna belum mengetahui kelas nya. Anna memilih tetap berdiri di barisan nya.


Seorang ustadzah menghampiri Anna.


"Kenapa tetap berdiri disini?" tanya ustadzah itu.


"Saya baru mendaftar kemaren. saya tidak tahu dimana kelas saya." jawab Anna.


"Oh. Kalau begitu kamu kekantor pondok dulu. tanyakan dimana kelas mu." perintah ustadzah itu pada Anna.


Anna mengangguk dan berlari menuju kantor pondok.


"Assalamualaikum." ucap Anna saat berada didepan pintu kantor.


"Waalaikummussalam, silahkan masuk." jawab dua orang yang ada di kantor itu.


"Saya murid yang kemaren mendaftar. saya tidak tahu dimana kelas saya." jawab Anna.


"Oh, tunggu dicek dulu. kamu dikelas Satu Aliyah ruang B. ruang kelas mu dilantai atas, ruangan pertama setelah melewati tangga." jawab salah seorang petugas kantor.


"Terimakasih ustadzah." jawab Anna dan segera pergi ke kelas nya.


Anna menaiki tangga dengan berlari, membuat nafasnya ngos-ngosan ketika sampai didepan kelasnya.


Anna minum minuman yang sudah ia bawa dari tadi pagi. setelah merasa lega, Anna mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


Anna dipersilahkan masuk.


Ustadzah dikelas Anna memintanya untuk memperkenalkan diri.


Anna melihat semua temannya. ada 27 orang dikelas itu. Fitri tidak berada dikelas itu.


Anna mulai memperkenalkan diri.


Anna mendapat tempat duduk paling belakang. hanya ada dua kursi dan meja di barisan itu.


"Hay." ucap santriwati yang duduk disebelah Anna.


Anna tersenyum melihat teman yang menyapanya.


"Namaku Aini." ucapnya memperkenalkan diri.


Mereka bersalaman dan saling tersenyum.


Pagi itu mereka belajar pelajaran Umum. Anna mampu mengikuti pelajaran yang disampaikan ustadzah bahkan Anna bisa menyelesaikan tugas latihan yang diberikan ustadzah. Anna menjadi orang ketiga yang mengumpulkan tugas matematika pagi itu.


Setelah belajar matematika, ustadzah lain masuk, mengajar mata pelajaran Hadist. Anna bingung dengan materi yang disampaikan ustadzah karena lebih banyak menggunakan bahasa arab dan Anna tidak memiliki buku pegangan. membuat Anna duduk dengan gelisah.


"Murid yang dibelakang, apa kamu baru masuk sekolah hari ini?" tanya ustadzah, menatap Anna.


"Iya, ustadzah saya murid baru." jawab Anna.


"Mana buku paket mu?" tanya ustadzah.


"Kemaren sudah dibayar Abi, tapi bukunya belum diberikan." jawab Anna.


"Silahkan kamu turun, tanyakan di kantor pondok tentang buku paket mu." ucap guru itu menyuruh Anna turun.


Anna segera keluar dari kelasnya. Anna berlari menuju kantor.


"Assalamualaikum." ucap Anna saat di pintu kantor.


"Waalaikummussalam." ucap petugas kantor berjumlah lima orang.


"Ada perlu apa lagi?" tanya salah seorang dari mereka.


"Kemaren Abi sudah bayarkan uang buku, apakah bukunya ada?" tanya Anna.


"Astagfirullah. Maaf kemaren bapak lupa mengambilkan buku paket untuk mu. kamu tunggu disini. bapak mau kekantor guru mengambil buku itu." jawab petugas kantor yang melayani Abi saat pendaftaran kemaren.


Sekitar 5 menit bapak itu pergi. dia kembali dengan membawa banyak buku.


"Apa semua ini buku paket sekolah pondok?" tanya Anna dihatinya.


"Maaf ya, kemaren bapak lupa mengambil buku paket yang sudah kamu bayar. sekarang bukunya bapak serahkan sama kamu. kamu baca, rajin belajar dan jangan sampai kamu robek." ucap bapak itu menasehati Anna sambil menyerahkan buku itu pada Anna.


Anna mengangguk.


Anna membawa semua bukunya ke kelas. walaupun terasa berat, Anna berhasil membawa semua bukunya.


Teman sekelas Anna yang duduk di pintu segera menolong Anna untuk membawakan sebagian bukunya.

__ADS_1


"Terimakasih." ucap Anna kepada teman yang membantunya.


Anna membuka buku paket Hadist yang baru saja dibawanya dari kantor. Anna melongo melihat tulisan buku itu menggunakan huruf arab.


"Ya Allah, gimana mau belajar sendiri. tulisan dibuku ini menggunakan huruf arab semua." ucap Anna dihatinya.


Semangat Anna tiba-tiba down, ustadzah yang menyampaikan materi pelajaran Hadist tidak lagi masuk di kepala Anna.


Setelah pelajaran Hadist siswi dipersilahkan untuk isoma.


Ustadzah yang mengajar Pelajaran Hadist keluar dari kelas.


"Aini, apa itu isoma?" tanya Anna.


Aini tertawa tanpa mengeluarkan suaranya.


"Benar kamu tidak tahu arti isoma?" tanya Aini.


Anna mengangguk.


"Isoma itu artinya istirahat. kita bisa makan, sholat, atau sekedar berdiri di teras depan kelas kita." jawab Aini menjelaskan.


Sekarang Anna paham apa itu isoma.


"Apa kamu lulusan Pondok?" tanya Anna.


"Ya, aku lulusan Tsanawiyah pondok ini." jawab Aini.


Anna tersenyum mendengar jawaban Anna.


"Apa semua buku pondok memakai tulisan arab?" tanya Anna.


"Ya. kamu lihat saja semua buku yang kamu bawa. ada yang diberi baris dan ada yang hanya menggunakan arab gundul." jawab Aini.


Anna membuka semua buku yang ia bawa. ternyata ucapan Aini benar.


Anna ingin menangis melihat semua buku yang ada dihadapannya.


"Bagaimana mau belajar sendiri, bagaimana mau jadi juara. bagaimana mungkin aku bisa bertahan disekolah ini." ucap Anna dihatinya.


Semangat Anna untuk belajar tiba-tiba hilang. Anna sangat terpukul dengan semua yang diketahuinya pagi ini.


"Uang sekolah pondok sudah dibayar Abi untuk enam bulan. bagaimana ini?" batin Anna terus berperang dengan kondisinya saat ini.


"Anna kita sarapan yok." ucap Aini mengajak Anna.


Anna mengangguk.


Anna tidak merasa lapar, tapi Anna tetap memakan sarapannya. Anna benar-benar bingung dengan kondisinya saat ini.


"Kenapa kamu melamun?" tanya Aini.


Anna melihat Aini dan menghembus nafas.


"Aku tidak bisa membaca buku cetak ini." jawab Anna menunjuk buku paket yang ada di mejanya.


Aini tertawa tanpa bersuara.


"Kamu pasti bisa. tadi saja kamu bisa menyelesaikan tugas matematika." jawab Aini memberi semangat.


"Apa kamu mau membantu ku, mengajari ku membaca buku ini?" tanya Anna.


"Baiklah, aku bersedia." jawab Aini.


Anna bahagia, bersyukur memiliki teman yang baik yang bersedia mengajari nya.


"Terimakasih Aini." ucap Anna dengan air mata berlinang.


Anna menghapus air matanya yang akan jatuh membasahi pipinya.


Aini tertawa kecil melihat Anna yang menemui kesulitan belajar pelajaran pondok.


"Kamu sudah tahu daftar pelajaran kita?" tanya Aini.


Anna menggeleng.


"Ini." ucap Aini memperlihatkan jadwal pelajaran yang ia simpan disaku tasnya.


Anna melihat daftar mata pelajaran yang diberikan Aini.


"Sebanyak ini? ada belajar malam hari juga?" tanya Anna kembali terkejut.


Aini mengangguk dan tersenyum.


"Ternyata pelajaran di SMA tetap dipelajari dan ada pelajaran khusus pondok." ucap Anna lesu, tapi masih bisa didengar Aini.


Aini tersenyum melihat Anna yang terlihat lesu dan hilang semangat.


"Aku mau ke kamar mandi, kamu mau ikut?" tanya Aini.


"Iya." jawab Anna ingin menghilangkan beban pikirannya.


Anna mengikuti Aini.


"Syukurlah ternyata kamar mandinya ada diujung bangunan ini." Ucap Anna.

__ADS_1


"Kamu kira kita akan turun tangga?" tanya Aini.


"Iya. aku merasa lelah karena sudah dua kali naik turun tangga pagi ini." jawab Anna.


Aini tersenyum mendengar jawaban Anna.


Keduanya masuk kedalam kamar mandi yang kebetulan kosong.


***


Pagi ini Ummi mendatangi sekolah SMA untuk bertemu kepala sekolah.


"Silahkan masuk dan duduk, Ummi." ucap pak Darusman yang mengenal Ummi Salma sebagai Pemilik Yayasan Mutiara hati. yang juga sebagai penyumbang rutin di SMA xx.


"Terimakasih pak." jawab Ummi Salma.


"Ada keperluan apa?" tanya pak Darusman.


"Saya mau mengurus surat pindah atas nama Anna Fitri." jawab Ummi Salma.


Pak Darusman kaget mendengar apa yang disampaikan Ummi Salma.


"Ummi memiliki anak yang sekolah di SMA xx?" tanya pak Darusman.


"Iya, anak angkat saya." jawab Ummi Salma.


"Kelas berapa dia?" tanya pak Darusman.


"Masih kelas satu. sekarang dia sudah belajar di pondok pesantren, karena itu saya ingin mengurus surat pindah nya." jawab Ummi Salma.


Pak Darusman teringat Anna yang pernah ia panggil kekantor karena ada masalah di kantin dan pernah kekantor juga sewaktu ada kunjungan dari temannya Zamzami.


"Apa Ummi tahu tentang Anna dan Adnan yang bertunangan tanpa sepengetahuan mereka. apa Anna dipindahkan karena ketahuan pacaran dengan Adnan?" batin pak Darusman.


"Apa saya bisa mendapatkan surat pindah Anna hari ini?" tanya Ummi.


"Iya tentu, Ummi duduk saja biar saya yang menyampaikan kepada tenaga Administrasi untuk mengeluarkan surat pindah Anna." jawab pak Darusman.


***


"Terimakasih pak, berapa biaya surat ini?" tanya Ummi. setelah pak Darusman memberikan surat pindah Anna kepadanya.


"Tidak usah dibayar, ummi bawa saja." jawab pak Darusman.


"Baiklah, tolong berikan ini pada tenaga Administrasi sekolah." ucap Ummi meninggalkan amplop di atas meja pak Darusman.


Pak Darusman tersenyum.


"Baiklah akan saya berikan." jawab pak Darusman.


Pak Darusman mengantar Ummi keluar dari ruangannya.


"Maaf Ummi, kalau boleh saya tahu kenapa Anna dipindahkan?" tanya pak Darusman masih penasaran alasan Anna pindah.


"Itu pilihan Anna." jawab Ummi.


"Apakah Ummi tahu kalau Anna dan Adnan pacaran? mereka pernah mengakui kepada saya kalau mereka sudah bertunangan. apakah ini ada hubungannya dengan kepindahan Anna?" tanya pak Darusman.


Ummi tersenyum mendengar ucapan pak Darusman.


"Bapak benar, kami tidak ingin Anna semakin lengket bersama Adnan." jawab Ummi membuat pak Darusman puas dan tidak penasaran lagi.


"Baiklah, saya paham semua nya. memang lebih baik Anna sekolah dulu." ucap pak Darusman.


Ummi pamit untuk segera ke parkiran.


***


Saat masih isoma Anna pergi sendiri kerumah Ummi zahra.


Mereka duduk diruang belajar yang digunakan kemaren. Anna membelakangi pintu masuk yang dibiarkan terbuka.


"Ummi Anna tidak bisa membaca semua buku pondok, semuanya memakai bahasa arab. Anna tidak pandai." ucap Anna mengadu tentang kesulitannya.


"Anna tidak perlu menghapal setiap kata, cukup pahami saja. inshallah Anna akan bisa mengerti dan paham apa yang disampaikan guru." jawab Ummi Zahra.


"Tapi sulit Ummi, Anna hanya pernah belajar bahasa arab saat MDA sewaktu sekolah SD. Anna takut tidak bisa mengikuti pelajaran." jawab Anna merengek.


"Jalani dulu, jangan takut. Anna bisa belajar bersama Ummi. apa Anna ada membawa buku cetak pondok? bagaimana jika Ummi ajarkan sekarang." ucap Ummi menawarkan diri.


"Ada." jawab Anna sambil mengeluarkan buku cetaknya.


Mereka langsung belajar.


Anak sulung Ummi melewati ruang belajar yang biasa digunakan Ummi dan Abi. dia melihat Ummi nya sedang membimbing santriwati.


"Kenapa Ummi memberikan perhatian khusus pada santriwati ini, siapa dia?" tanya nya didalam hati.


Dia meninggalkan Ummi dan santriwati itu. karena sudah waktunya untuk mengajar dikelas satu Aliyah ruang B.


...----------------...


jangan Lupa Like dan komen.


beri vote mingguan juga ya.

__ADS_1


Terimakasih. 🙏🏻


__ADS_2