Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Rencana kunjungan Ummi Salma


__ADS_3

Siang ini penghuni asrama rumah pink dan rumah biru sudah mulai kedatangan penghuninya, mereka datang dari daerah yang berbeda-beda, mereka siap untuk mengikuti kegiatan sekolah dan peraturan asrama, siswi asrama putih tampak girang menyambut kedatangan kakak tingkat mereka, mereka saling menyapa dan berkenalan.


Setelah sholat isya ada pengumuman yang disampaikan kak Lina, dimana pemilik yayasan akan berkunjung hari sabtu ini, mereka akan mengadakan pertemuan di aula asrama dan semua siswi tidak di izinkan untuk pulang ke daerah masing-masing.


tampak raut wajah kecewa di wajah siswi baru, mereka yang baru saja berpisah dari keluarga tentu sangat menanti momen pulang kampung setiap akhir pekan, tapi minggu ini mereka harus melewatkan momen itu karena ada kegiatan asrama.


Setelah pengumuman dari kak lina, semua menyibukkan diri dengan kegiatan masing-masing, Anna mengambil hapenya untuk mengabari ibunya, seperti biasa Anna akan duduk di kursi santai depan asrama putih.


"Assalamualaikum Bu"


"Waalaikummussalam Anna, tumben nelpon Ibu malam-malam, Anna sudah makan?" tanya Ibu.


"Anna sudah makan Bu, Anna mau kasih kabar hari sabtu ini kami ada acara asrama Bu, kami tidak di izinkan pulang," ucap Anna.


"O, baiklah nanti ibu sampaikan sama Paman, supaya Paman tidak usah menjemput Anna, apa ada yang Anna butuhkan?" tanya Ira.


"Anna mau minta tolong ibu belikan baju yang panjang lengan untuk Anna, sekalian dengan jilbabnya, Anna mau pakai jilbab jika keluar asrama," ucap Annan menjelaskan.


"Baiklah Anna, bagus sekali Anna punya keinginan seperti itu" ucap Ira, hati nya tersentuh mendengar keinginan Anna untuk berubah, perubahan yang baik dalam urusan agama.


"Ibu, disini sangat panas, wajah Anna terlihat kering dan juga belang, tolong belikan Anna bedak juga bu" ucap Anna.


"Anna, kalau untuk keperluan kecantikan sebaiknya Anna beli sendiri, di kota pasti banyak pilihannya, pakai saja uang dalam ATM Anna, Ibu akan kirim tiap bulannya" ucap Ira lembut.


"Baiklah Bu, nanti coba Anna ajak bunda Yani menemani Anna belanja." ucap Anna mengalah.


"Bagaimana keadaan keluarga di sana Bu?


"Semuanya baik Anna, kakek dan Tante Lusi mu sudah belajar membawa mobil, hari ini mereka mencobanya" ucap Ira tertawa.


"kenapa ibu tertawa?" tanya Anna.


"Ibu teringat mobil yang berjalan dan direm dadakan oleh mereka, baru jalan sebentar sudah direm, Paman mu sampai pusing mengajari mereka," ucap Ira masih tertawa.


Anna pun tertawa mendengar cerita ibunya.


Bunda Yani yang keluar dari rumah pengurus dapat melihat Anna yg sedang menelpon, karena tempat duduk Anna diterangi cahaya lampu, Bunda yani menghampiri Anna.


"Bu Anna tutup telpon dulu ya, ada pengurus disini" ucap Anna meng akhiri percakapannya dengan sang Ibu.


"Menelpon siapa Anna?" tanya Bunda Yani sambil tersenyum.

__ADS_1


"Anna menelpon Ibu, mengabari Anna tidak pulang sabtu ini," ucap Anna.


"O, Bunda sangka telpon dari Adnan" ucap Bunda Yani menggoda Anna.


"Kak Adnan belum simpan nomor hape Anna Bunda,"


"Loh kok bisa?" tanya bunda penuh selidik.


"Anna gak mau diganggu Bunda, Anna mau fokus belajar, lagian Anna dan kak Adnan masih bisa ketemu disekolah," ucap Anna menjelaskan.


"Apa Anna tidak menyukai Adnan? tanya Bunda.


"Anna suka kak Adnan Bunda, tapi Anna tidak mau terlalu dalam menyukainya, Anna yakin kak Adnan setelah tamat dari SMA xx akan kuliah atau kerja dulu, biarkan kak Adnan memilih jalannya dulu, kami masih sangat muda," ucap Anna menatap Bunda yani penuh keyakinan.


Mendengar apa yang disampaikan Anna membuat orang yang sedang melakukan panggilan dengan Bunda Yani kegirangan.


siapa lagi kalau bukan Adnan.


Andan yang merasa sangat rindu dengan Anna menelpon bunda yani, membujuk bunda yani agar mau mendekati Anna dan mengajaknya bercerita karena Adnan sangat ingin mendengar suara Anna.


permintaan Adnan tentu saja dituruti Bunda yani, karena Adnan juga anak semata wayang baginya, bunda yani lebih muda dari Ummi Inah, karena itulah bunda Yani masih memiliki jiwa muda dan tidak terlalu kaku dalam urusan anak muda.


"Bunda, hari sabtu besok pemilik yayasan akan berkunjung, Anna ingat kak Endang pernah menyampaikan kalau bunda ada hubungan dengan pemilik yayasan, hubungan seperti apa Bunda?" tanya Anna penasaran.


Bunda Yani berfikir sejenak, agar ia tidak salah menyampaikan karena Ummi dan Abi Adnan lah yang akan datang, merekalah pemilik yayasan Permata Hati, sudah pasti Adnan yang akan mewarisi semua kekayaannya nanti.


"Kami tidak ada hubungan darah, dulu kami ikut menanam modal untuk mendirikan PT. Palm Lestari itu bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, mereka juga membuat pabrik pengolahan buah sawitnya, pemilik yayasan dulunya membutuhkan tambahan dana untuk mendirikan PT.Palm Lestari, jadi suami Bunda ikut menanam modal.


semenjak suami Bunda meninggal, bunda dan Ummi meminta bagian modal kami dibuatkan asrama putri, bekerja sama dengan SMA xx.


Dulu SMA xx tidak setenar sekarang, kami meminta pemilik yayasan merenovasi bangunan dan juga menyediakan fasilitas yang lengkap untuk menunjang belajar siswanya.


Asrama Ini awalnya adalah penginapan milik suami Bunda, kami juga minta pemilik yayasan merenovasi menjadikam bangunan rumah asrama seperti sekarang.


Menurut Bunda modal yang kami berikan saat mendirikan PT.Palm lestari sudah habis karena biaya renovasi, tapi pemilik yayasan sangat baik, mereka masih memberikan kami uang bulanan sampai saat ini, mereka juga suka mengajak kami liburan, mereka orang yang baik," ucap Bunda Yani merasakan kebaikan dari orang tua Adnan.


Anna juga yakin mereka orang baik, buktinya Bunda sampai berlinang air mata menceritakan kebaikan pemilik yayasan itu.


"Syukurlah Bunda, kita masih dikelilingi orang baik," ucap Anna memeluk Bunda Yani.


"Anna, sifat mu sama dengan Adnan, suka memeluk," ucap Bunda Yani tertawa.

__ADS_1


Anna segera melepas pelukannya, mereka tertawa bersama.


"Semoga kamu memang jodohnya Adnan," ucap Bunda mengelus kepala Anna.


"Anna juga berharap begitu bunda," ucap Anna dengan wajah merona.


Adnan yang masih setia mendengarkan percakapan mereka langsung tertawa girang, mendengarkan jawaban Anna,.


**Anna kamu sangat pandai menyembunyikan hati mu, ternyata kamu tidak bisa menolak pesonaku, baiklah Anna, sesuai keinginan mu, Kakak akan melanjutkan pendidikan dan setelah itu akan menuntut mu agar menjadi istri Kakak** ucap Adnan seorang diri.


"Bunda bisa temani Anna belanja kosmetik setelah pulang sekolah besok?" tanya Anna.


"Baiklah, nanti Bunda temani," ucap Bunda yani tersenyum menatap Anna.


Lagi-lagi pembicaraan mereka didengar Adnan. Adnan merasa senang besok dia akan menjadi supir mengantar Anna dan Bunda ke tempat belanja.


Sudah hampir jam 22.00 artinya Anna harus segera masuk kerumah putih.


Anna pamit dan bunda yani mengantar Anna menuju asrama, setelah Anna masuk dan memeriksa semua penghuni kamar, Bunda Yani keluar dan mengunci pintu.


Bunda yani teringat Hp nya mungkin masih terhubung menelpon Adnan, Bunda yani memeriksanya, benar saja Hp itu masih terhubung panggilan dengan Adnan.


"Adnan" panggil bunda melalui Hp.


"ya Bunda," jawab Adnan.


Bunda Yani geleng-geleng kepala mendengar Adnan yang dari tadi setia mendengarkan hapenya.


"Apa kamu sudah puas mendengar pembicaraan kami," ucap Bunda Yani.


Adnan tertawa mendengar ucapan Bunda Yani.


"Bunda besok Adnan yang ngantar Bunda sama Anna belanja ya," ucap Andan.


"Jadi kamu mendengar semuanya?" tanya Bunda Yani kaget.


"Dengar lah bunda, terimakasih ya Bunda sudah menceritakan yang baik tentang Abi dan Ummi Adnan" ucap Adnan tulus.


"Tidak ada yang harus ditutupi Adnan, Bunda bersyukur memiliki adik ipar seperti Ibu mu, padahal Paman mu sudah lima tahun meninggal tapi Ummi mu masih menganggap dan memperlakukan kami sebagai keluarganya," ucap Bunda yani haru.


"Bunda besok Adnan parkir mobilnya diparkiran Asrama saja ya," ucap Adnan semangat.

__ADS_1


"Iya terserah Adnan saja," ucap Bunda mengakhiri panggilannya bersama Adnan yang sudah lewat satu jam.


...----------------...


__ADS_2