Bingkai Hati Anna

Bingkai Hati Anna
Penyesalan Adnan


__ADS_3

"Belum pernah kita mengalami Kejadian seperti ini. jika kita tidak mengambil tindakan takutnya akan dicontoh oleh siswi lain." ucap Ummi Inah menceritakan situasi dan masalah yang terjadi karena Anna pergi sangat pagi dari asrama ke sekolah.


"Bagai mana jika kita memberi tahu orang tua Adnan dan menghadirkan Adnan di ruangan ini agar mereka mengetahui dan Adnan menyadari kesalahannya." ucap Kak Lina yang tidak mengetahui Adnan anak dari pemilik yayasan.


Mereka mengadakan rapat dadakan sore itu setelah Kak Endang dan Kak Lina pulang dari tugas mengajar disekolah SMA xx.


"Sebaiknya tidak usah melibatkan orang tua Adnan, kita cukup menasehati Adnan." jawab Bunda Yani.


"Rasanya tidak adil kalau hanya Adnan yang dinasehati. Anna juga harus dipanggil agar tidak mengulang perbuatan seperti ini lagi." jawab Kak Endang.


"Baiklah, kita akan menasehati Anna dan Adnan. saya akan panggil mereka malam ini. agar masalah ini cepat selesai." Jawab Ummi Inah.


Semuanya mengangguk mendengar penjelasan Ummi Inah.


"Sepertinya kita harus merombak dan membuat peraturan siswi untuk pergi sekolah. mereka tidak boleh berangkat sekolah sebelum jam yang kita tetapkan." ucap kak Lina.


"Ide bagus, Endang tolong kamu buat tambahan peraturan baru untuk siswi asrama. cukup tambahkan peraturan siswi berangkat sekolah jam tujuh pagi, sebelum jam tujuh siswi dilarang meninggalkan asrama. jika sudah selesai tolong segera tempel peraturan itu di kamar semua asrama." ucap Bunda Yani mendukung ucapan Kak Lina


"Baiklah Bunda." jawab Kak Endang.


"Sekarang kalian boleh kembali kelantai atas. Maaf mengganggu waktu istirahat kalian." ucap Ummi Inah.


Kak Lina dan Kak Endang mengangguk dan segera menuju kamar mereka.


***


tidak mau mengulur waktu, Ummi Inah menelpon Ummi Salma setelah rapat interen pengurus asrama.


"Assalamualaikum Dik." ucap Ummi Inah saat telponnya tersambung bersama Ummi Salma.


"Waalaikummussalam ya kak, apa kabar?" tanya Ummi Salma.


"Alhamdulillah kami baik. Kakak mau menyampaikan, kakak mau minta tolong sama dik Salma untuk mengizinkan Adnan datang ke asrama setelah sholat isya malam ini." jawab Ummi Inah.


"Apa Adnan berbuat kesalahan?" tanya Ummi Salma.


"Sudah dua dua hari ini mereka berangkat sangat pagi ke sekolah. Kami sebagai pengurus ingin Adnan dan Anna tidak mengulang lagi perbuatan seperti itu." ucap Ummi Inah.


"Baiklah kak, Kami tadi juga telah menasehati Adnan agar tidak berangkat pagi-pagi lagi. saya akan sampaikan dan menyuruhnya untuk datang ke asrama." jawab Ummi Salma.


"Terimakasih sudah mendukung keputusan kami." ucap Ummi Inah mengakhiri panggilan mereka sore itu.


***


"Siapa yang menelpon Mi?" tanya Abi yang baru selesai mandi melihat wajah Ummi yang tampak memiliki beban pikiran.


"Telpon dari Ummi Inah, mereka meminta Adnan untuk datang ke asrama malam ini." jawab Ummi Salma.


"Ada perlu apa menyuruh Adnan ke asrama?" tanya Abi.


"Pengurus asrama ingin menasehati mereka, karena sudah dua hari ini mereka janjian ketemuan pagi-pagi disekolah." jawab Ummi Salma.

__ADS_1


"Kasian Anna, ini kali kedua dia terlibat melanggar aturan asrama." jawab Abi.


"Ummi bingung harus bagaimana mengatur hubungan mereka. dinikahkan salah, gak dinikahkan bikin pusing kepala." jawab Ummi Salma memegang kepalanya.


Abi tertawa mendengar ucapan istrinya.


"Enak seperti kita ya Mi, gak bikin pusing orang tua." jawab Abi sambil memeluk istrinya dari belakang.


"Dulu Ummi juga pusing karena harus menerima perjodohan sama orang yang belum Ummi kenal. tapi syukur juga, ternyata pilihan orang tua Ummi sangat baik." ucap Ummi Salma menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


Abi tersenyum mendengar ucapan istrinya.


"Kita ikut ke asrama nanti malam ya." ucap Abi.


"Gak usah, biarkan Ummi Inah dan Bunda Yani memproses mereka, kita dengar informasi dari mereka saja." jawab Ummi Salma tidak mau ikut campur.


***


Adnan merasa heran kenapa Ummi Inah dan Bunda Yani meminta kedatangannya ke asrama, Adnan sengaja diantar Danu supir pribadi Abi nya. Abi dan Ummi khawatir jika Adnan pulang kemalaman dari asrama.


"Masuklah Adnan." ucap Ummi Inah yang melihat kehadiran Adnan didepan pintu rumah pengurus.


Adnan masuk kedalam rumah. Adnan melihat Anna sudah duduk di kursi tamu duduk berhadapan dengan Ummi dan Bunda.


"Duduklah." ucap Bunda menyuruh Adnan duduk.


Adnan duduk di kursi sendiri.


Dada Anna terasa sesak, Anna merasa malu ini kali kedua Anna melakukan kesalahan yang membuat pengurus asrama kecewa padanya.


Sementara Adnan hanya duduk terpaku, merasa bersalah telah membuat Anna terlibat masalah lagi.


"Ummi harap kejadian ini tidak terulang lagi dan kalian bisa bersikap dewasa menerima keputusan kami, kami sudah membuat peraturan tambahan untuk siswi asrama. tidak dibenarkan berangkat kesekolah sebelum jam tujuh pagi." ucap Ummi Inah kembali menghentikan ucapannya.


"Kami mendukung hubungan kalian, tapi kalian sudah bertindak diluar batas." Ucap Ummi Inah sebenarnya tidak tega melihat mereka berdua harus dimarahi.


Anna dan Adnan hanya diam, mereka sama-sama menundukkan kepala. tidak berani melihat dan membantah ucapan Ummi karena Meraka juga merasa bersalah.


"Ummi sengaja tidak mengundang Kak Endang dan Kak Lina, karena Ummi tidak mau masalah ini berkembang dan membuat heboh lingkungan asrama. kami masih memberi peluang untuk Anna memperbaiki diri. Anna tinggal di asrama dan harus mengikuti peraturan Asrama." ucap Ummi Inah penuh penekanan dan kembali menghentikan ucapannya.


Kepala Anna terasa pusing karena baru kali ini dia merasakan dimarahi karena melanggar aturan.


"Baiklah kami hanya ingin menyampaikan ini. jika ada yang ingin disampaikan silahkan bicara. jika tidak silahkan pulang." ucap Ummi Inah juga tidak tahan harus berlama-lama menekan mereka.


"Ummi boleh minta nomor Hp Ummi Salma?" tanya Anna menatap Ummi Inah.


Ummi Inah merasa bingung dengan pertanyaan Anna yang permintaan nomor Hp orang tua angkatnya. tanpa bicara Ummi Inah menulis nomor Hp Ummi Salma.


Adnan kaget mendengar suara Anna yang terdengar sangat tenang dan meminta nomor Hp Ummi nya.


"Untuk apa Anna meminta nomor Ummi?" tanya Adnan didalam hatinya.

__ADS_1


Ummi Inah menuliskan nomor Hp Ummi salma di kertas kecil dan memberikannya kepada Anna.


"Terimakasih Ummi, Bunda. Anna akan memperbaiki diri. Anna ke asrama dulu." ucap Anna pamit kepada kedua pengurus Asrama.


Anna menyalami keduanya.


Anna melihat Adnan, keduanya saling menatap. Anna tersenyum dan mengangguk, memberi isyarat bahwa dia harus kembali ke asrama dan dia baik-baik saja.


Anna berjalan duluan meninggalkan mereka yang masih duduk di kursi tamu.


"Ummi, Bunda. terimakasih masih memberikan Anna kesempatan. Adnan tidak akan mengecewakan Ummi dan Bunda lagi. maaf karena Adnan Bunda dan Ummi harus membuat peraturan lagi." ucap Adnan dengan penyesalan yang dalam.


"Adnan pamit Ummi, Bunda. sekali lagi terimakasih." ucap Adnan salam dan pamit kepada kedua Bibi nya.


Adnan keluar dari rumah pengurus, Adnan berfikir Anna menunggunya diluar ternyata tidak. Anna langsung masuk ke asrama. Adnan merasa bersalah kerena belum meminta maaf kepada Anna.


Adnan berjalan lesu menuju parkiran asrama.


Adnan masih terbayang senyum Anna di rumah pengurus. Anna tampak sabar dan ikhlas menerima semua nasehat dari Ummi Inah walaupun terasa sakit di hati Adnan.


Adnan tidak menyapa bang Didi yang dari tadi melihatnya. Adnan langsung masuk kedalam mobil dan disusul Danu.


Selama diperjalanan pulang Adnan hanya diam dan memijit keningnya. Danu segan untuk bertanya. sampai akhirnya mobil mereka tiba diparkiran rumah Adnan.


Adnan keluar dari mobil tanpa bicara pada Danu yang biasanya selalu mengucapkan, "Terimakasih bang."


Adnan berjalan menuju kamarnya. tidak melihat keberadaan Abi dan Ummi yang menunggunya diruang keluarga.


Danu ikut bergabung diruang keluarga.


"Kenapa dia?" tanya Abi.


"Semenjak keluar dari rumah pengurus Adnan tidak bicara Pak." ucap Danu.


Ummi dan Abi saling menatap dan membuang nafas.


"Sudah la, sepertinya malam ini Adnan butuh waktu sendiri. kamu pulang saja." ucap Abi menyuruh Danu pulang.


"Baiklah, Saya permisi." jawab Danu.


Ummi dan Abi segera kekamar mereka untuk tidur.


...----------------...


Selamat membaca


Jangan lupa Like 👍🏼


Tambahkan jadi bacaan favorit ♥️


Terimakasih 😊

__ADS_1


__ADS_2