
Anna menghampiri Ummi yang masih mendengar penjelasan satpam pondok.
"Ummi, dimana Abi?" tanya Anna.
Ummi tersenyum melihat Anna yang datang menghampirinya.
"Abi sudah didalam menemui pemilik pondok." jawab Ummi.
"Silahkan masuk buk, rumah pemilik pondok ada disebelah kiri masuk. kalau yang sebelah kanan itu rumah khusus yang jaga gerbang ini." ucap satpam memberi izin masuk untuk Ummi dan Anna.
"Ayok sayang." ucap Ummi merangkul Anna.
Anna memakai pakaian yang baru dibelikan Ibu. pakaian gamis bermotif bunga-bunga dengan jilbab sarung polos sedada Anna.
"Assalamualaikum." ucap keduanya saat berada di pintu masuk pemilik pondok pesantren itu.
"waalaikummussalam." jawab mereka dari dalam rumah.
"Silahkan masuk." ucap seorang perempuan lebih muda dari Ummi Salma, perempuan itu menyalami Ummi salma dan mencium pipi kanan kiri Ummi, begitu juga saat Anna menyalaminya.
Anna merasa bahagia mendapat penyambutan seperti itu.
"Masha Allah, cantik sekali anaknya." puji perempuan itu.
Ummi Salma dan Anna tersenyum mendengar pujian itu.
Abi mendekati Ummi dan Anna yang masih berdiri.
"Ummi, Anna. ini adalah istri dari sahabat Abi namanya Zahra. Anna bisa memanggil dengan panggilan Ummi Zahra.
dan yang duduk itu adalah sahabat Abi, namanya Yahya. Anna bisa memanggil dengan panggilan Abi Yahya." ucap Abi memperkenalkan pemilik pondok pesantren Fatimah.
"Jadi nama putri kalian ini Anna?" tanya Ummi Zahra.
"Iya, itu panggilan sehari-harinya." jawab Ummi Salma.
"Silahkan duduk. biar saya ambilkan minum dulu." ucap Ummi Zahra.
Ummi dan Anna segera duduk berdekatan dalam satu kursi, Abi duduk berdua dengan sahabatnya dalam satu kursi.
"Sudah siap untuk tinggal di pondok Anna?" tanya Abi Yahya.
"Insyaallah siap Abi." jawab Anna dan tersenyum.
"Jika ada perlu atau masalah di pondok silahkan Anna sampaikan kepada kami, kami disini sebagai orang tua Anna." ucap Abi Yahya.
Anna mengangguk dan tersenyum.
"Saya mohon maaf sebelumnya, untuk pakaian santriwati tidak dibenarkan memakai pakaian yang bermotif seperti yang digunakan Anna. pakaian yang kami anjurkan adalah gamis polos dengan satu atau dua kombinasi warna saja, dan untuk jilbab juga harus sampai ke pusat atau lebih. ini terpaksa saya sampaikan demi keseragaman peraturan di pondok ini." ucap Abi Yahya memberi penjelasan peraturan pakaian.
Anna melihat Ummi. Ummi memberi kode agar Anna mengangguk saja tanda setuju dengan peraturan itu.
"Untuk pakaian seragam sekolah, mungkin baru bisa kami berikan sekitar dua minggu lagi. karena baju santri semuanya dijahit dan kami tidak menyediakan stok lebih." kembali Abi yahya menyampaikan.
Abi Zakaria dan Ummi Salma mengangguk mendengar penjelasan Abi Yahya.
Anna merasa risau dengan aturan pakaian yang ditetapkan pondok pesantren.
"Kemudian, di pondok diharuskan menggunakan bahasa arab pada hari jum'at. jika santriwati kedapatan tidak menggunakan bahasa arab dalam ucapan berdialog sesama teman, atau ustad, ustazah yang bertanya padanya. maka santriwati akan diberi hukuman. hukumannya tentu yang mendidik." ucap Abi Yahya kembali memberitahukan perihal peraturan pondok.
"Ada yang mau ditanyakan Anna?" tanya Abi Yahya yang melihat wajah Anna penuh dengan pertanyaan.
__ADS_1
Anna melihat Ummi Salma.
"Silahkan kalau Anna mau bertanya." jawab Ummi Salma seolah paham maksud tatapan Anna.
"Anna suka dengan peraturan yang Abi Yahya sampaikan, bisakah Anna mendapat guru bimbingan khusus untuk pelajaran bahasa Arab?" tanya Anna.
Ummi Zahra datang membawa minuman jeruk dingin dan mendengar pertanyaan Anna.
Ummi Zahra meletakkan minuman di atas meja sesuai arah duduk semua yang ada diruang tamu.
Abi Yahya melihat Ummi Zahra, memberi kode agar Ummi Zahra yang menjawab pertanyaan Anna.
"Ummi bersedia mengajari Anna, Anna bisa datang kerumah ini setiap hari setelah sholat Ashar." jawab Ummi Zahra memberikan waktu untuk Anna.
"Jangan setiap hari, Dik Zahra pasti ada kepentingan." jawab Ummi Salma tidak enak jika Anna mengunjunginya tiap hari.
"Baiklah Anna akan belajar bahasa arab setiap hari senin sampai kamis, boleh Anna minta waktu lagi Ummi? Anna mau Ummi menyimak bacaan ngaji Anna." ucap Anna tidak merasa malu.
"Ya tentu, setelah belajar bahasa arab kita bisa lanjut dengan mengaji." jawab Ummi Zahra tersenyum melihat Anna.
Anna dan Ummi Salma ikut tersenyum.
"Silahkan diminum," ucap Ummi Zahra mempersilahkan meminum minuman yang sudah dihidangkannya.
Setelah menghabiskan minuman. mereka diajak Abi Yahya menuju kantor pondok untuk mengurus pendaftaran dan administrasi Anna sebagai santriwati pondok pesantren Fatimah.
Abi berjalan beriringan bersama sahabatnya. Anna dan Ummi Salma berjalan dibelakang meraka.
Kantor pondok berada disebelah rumah Abi Yahya yang dibatasi oleh pagar Besi setinggi dua meter. Sebelum masuk mereka diharuskan mengisi buku tamu kunjungan yang dijaga oleh ustad atau ustadzah yang piket secara bergantian menjaga gerbang kedua.
di samping kantor pondok terdapat kantor para ustad dan ustazah yang mengajar di pondok.
Mereka disambut oleh tenaga Administrasi pondok yang berjumlah lima orang, usia mereka di atas 23 tahun dan sudah berkeluarga. dua orang diantara mereka tinggal di pondok dan tiga orang lagi tinggal diluar pondok.
Untuk berkas data diri Anna terpaksa menyusul karena semuanya berada di rumah Anna.
Abi membayar lunas biaya pendidikan Anna untuk enam bulan.
Abi membaca lembar peraturan pondok setelah selesai, Abi memberikan lembaran itu kepada Ummi Salma untuk dibaca dan Ummi memberikan kepada Anna, agar Anna membaca, mengerti dan tahu peraturan pondok.
Setelah Anna membaca peraturan pondok Abi menandatangani lembar peraturan itu dan menyerahkan kembali pada petugas Admistrasi yang melayani mereka.
Setelah dari kantor mereka diajak berkeliling oleh Abi Yahya melihat dan memperkenalkan bangunan yang ada didalam pondok pesantren Fatimah.
didepan kantor majelis guru terdapat rumah para ustad dan ustadzah yang tinggal dilingkungan pondok ada sepuluh rumah berjejer kesamping.
Disebelah kantor majelis guru terdapat ruang kelas yang bertingkat. ruang kelas Tsanawiyah dan Aliyah saling berhadapan. masing- masing memiliki enam ruang kelas, tiga kelas dilantai bawah dan tiga kelas dilantai dua.
Kemudian Abi Yahya mengajak mereka ke asrama tempat tinggal santriwati, mereka melewati enam rumah ustad dan ustazah. tempat tinggal santriwati Tsanawiyah dan Aliyah saling berhadapan masing-masing memiliki tiga ruangan.
Kamar tidur Anna dibangunan tengah Aliyah.
"Semua santriwati sedang belajar. mari kita lihat kamar tidur Anna." ucap Abi Yahya mengajak mereka melihat kamar tidur para santriwati.
Di dinding masuk kamar terdapat nama-nama santriwati yang tinggal didalamnya. satu ruangan di isi paling banyak 50 orang santriwati. tempat tidur dari besi dibuat bertingkat. Anna tidur di atas.
lemari pakaian ditengah-tengah ruangan membatasi tempat tidur yang saling berhadapan. lemari untuk siswa hanya satu pintu dengan tiga rak didalamnya. terdapat kamar mandi dan wc didalam kamar itu.
Abi Yahya memberikan kunci lemari kepada Anna.
"Ummi pakaian Anna tidak ada yang sesuai dengan peraturan." ucap Anna berbisik ditelinga Ummi.
__ADS_1
Ummi tersenyum mendengar ucapan Anna.
"Buku tulis Anna juga tidak ada kan?" tanya Ummi.
Anna mengangguk.
"Nantik Ummi dan Abi akan belanja pakaian dan buku tulis untuk Anna." jawab Ummi Salma.
Anna tersenyum.
Mereka keluar dari kamar Anna. setelah Asrama santriwati terdapat bangunan rumah juru masak yang diberi tembok pembatas dan memiliki akses keluar masuk untuk memudahkan para santriwati mengambil jatah makan. mereka bisa makan di teras asrama atau di teras Mesjid pondok.
Mesjid pondok berada diujung ruang kelas Aliyah. didepan Mesjid masih ada rumah para ustad ustazah yang berjejer sebanyak 6 rumah. 6 rumah yang membelakangi sekolah dan asrama santriwati. rumah itu merupakan rumah pengasuh asrama. santriwati bisa melapor kejadian yang ada di asrama dan meminjam ponsel pengasuh untuk menelpon orang tuanya.
"Anna, jadwal menelpon orang tua hanya sekali dalam seminggu. jika ada keperluan mendesak bisa minta izin kepada pengasuh asrama Anna untuk menelpon." ucap Abi Yahya.
Anna mengangguk mendengar penjelasan Abi Yahya.
"Kapan Anna bisa ditelpon atau menelpon?" tanya Ummi Salma.
"Kalau tidak salah untuk tingkat Aliyah yang kamar tengah jadwal menelponnya hari kamis, dari jam 14.00 sampai jam 17.00." jawab Abi Yahya.
Di depan rumah pengasuh ada lahan perkebunan santri yang sudah ditanami. berbagai jenis sayuran dan Ada kolam ikan. pengasuh asrama juga menjadi guru untuk santriwati disekolah.
Setelah kebun santri terdapat tembok pembatas yang tinggi, sehingga santri tidak bisa melihat bangunan diluar pondok dari awal masuk sampai bangunan terakhir.
"Ummi kenapa tidak ada warung?" tanya Anna.
Abi yahya tertawa mendengar pertanyaan Anna.
"Disebelah parkiran tadi ada supermarket milik pondok. Anna bisa belanja kebutuhan atau jajan di sana setiap hari Minggu dan Rabu. waktu untuk belanja hanya diberi satu jam. Anna harus kembali kedalam lingkungan pondok." jawab Abi Yahya.
"Oh maaf Anna tadi hanya lihat tembok di kiri kanan parkiran." jawab Anna.
"Iya, Ada pintu kecil disebelah kiri tembok, Anna bisa lewat di sana." jawab Abi Yahya kembali menjelaskan.
Mereka merasa puas dengan penjelasan yang disampaikan Abi Yahya.
Mereka pamit untuk kembali ke parkiran mengambil barang Anna, agar bisa disusun kedalam lemarinya.
"Oh iya Saya lupa menyampaikan. Untuk kawasan asrama hanya bisa dimasuki oleh Ibu-ibu saja. untuk ayah hanya bisa masuk sampai didepan rumah saya tadi." ucap Abi Yahya kembali mengingatkan peraturan.
"Baiklah, saya bisa ikuti peraturan itu." jawab Abi Zakaria.
Mereka melanjutkan perjalanan menuju parkiran.
"Ummi bisa Anna ikut pergi beli baju?" tanya Anna.
Ummi dan Abi saling menatap.
"Baiklah nanti kita izin dulu dengan Abi Yahya. jika diperbolehkan Anna baru bisa ikut." jawab Abi Zakaria tersenyum melihat Anna.
Abi Yahya memperbolehkan Anna untuk pergi bersama mereka dan harus kembali sebelum magrib.
Anna bahagia bisa pergi membeli pakaiannya bersama Abi dan Ummi.
...----------------...
jangan lupa like & komen ya.
beri vote juga,.
__ADS_1
makasih 😊