
Akhirnya keesokan harinya setelah bertemu Jaka, aku sudah menemukan lokasi tempat berlibur, lalu aku langsung booking hotel dan tiket pesawat pergi pulang.
Hanya saja aku memilih paket tour yang diadakan oleh hotel, karena kemarin saat aku lihat tour yang diadakan oleh beberapa agen aku merasa kurang pas dengan hotelnya.
Karena memilih paket tour lewat hotel, aku membuat dua paket tour yang aku ikuti di tempat yang berbeda. Jadi, aku memilih tour di kota, sama satu lagi aku memilih disebuah pulau. Semoga perhitunganku benar.
Mohon maaf nih, karena enggak mau repot dan maunya leha-leha, aku memanfaatkan fasilitas hotel untuk penjemputan dari bandara ke hotel. Sedikit manja bolehlah. Kan tujuan cuti kali ini refreshing, alias memanjakan diri sendiri, iyekan? Iyelah!
Hari pertama di Padang, aku hanya santai di hotel, memanjakan diri. Saat ini, aku sedang berjemur di tepi kolam renang. Aku selonjoran sambil mengenakan sunglasses. Eh tapi tadi aku sudah menyapa air kolam renang. Lumayan lah keciprak kecipruk bolak balik empat kali.
Saat lagi melihat keluarga kecil yang juga sedang berenang, ponselku berbunyiberbunyi, ternyata dari Kak Bertha.
Kak Bertha :
Wooy, kemarin ditanyain sama Mas Malik tuh! Elo enggak bilang sama dia mau cuti kemana ya?
Rachel :
terus elo jawab apa Kak?
Kak Bertha : Eh, kita bikin grup aja ya.. Gue invite yang lain.
Rachel :
oks.
Kak Bertha added to the group "Cuti"
You are added to the group "Cuti"
Rachel :
Kenapa namanya cuti, yang cuti kan gue doang deh
Kak Bertha :
Kan masih ada dua cowok yang akan cuti lagi
Indra :
Woy, kalau gue cuti itu buat nikah, jangan di gangguin dong! Resek amat yak elo pade!
Rachel :
Kak Berthaaaa.. Elo jawab apa waktu bos nanyain gue? Tampang dia pasti happy, gue enggak ada
Kak Bertha :
Yang jawab @Kelana. Hey, jawab dong loh, jangan sok sibuk
Kelana :
Apaan sih, ribut aja nih grup. Gue left nih!
Rachel :
__ADS_1
Ah sensitif loh Mas, kayak cewek lagi pms aja
Kelana :
Eh soal si bos nanyain Rachel, kemaren gue jawab lagi bulan madu, makanya Rachel enggak mau ngomong-ngomong Mas.
Indra :
Mukanya langsung kenceng dong π€£π€£π€£
Kelana :
Eh tapi dia sekarang cuti. Mendadak, kemarin kakaknya telepon dia. Dia harus ke Padang hari ini.
Rachel :
What? Apa enggak ada kota lain ya? Samaan gitu sama gue
Indra :
Jangan ge-er deh lo. Elo pikir Padang selebar daun kelor? Luaaaasss neng! Luas!
Kak Bertha :
Nah loh, nanti ketemu dehππ
Kelana :
Ya udah, janjian aja Chel. Mayan nanti elo enggak perlu beli oleh-oleh buat kita-kita, cukup tunjuk yang bayar si bos deh.
Rachel :
Indra :
Ya udah, berkabar yak kalau ketemu si bos π€£π€£π€£
Aku memutuskan kembali menceburkan diri ke air kolam yang menggoda, sebelum bilas dan kembali ke kamar.
Malam ini aku memilih untuk makan malam di restoran hotel, malas ke mana-mana. Suasana di sini kalau malam sepi, enggak seperti di Jakarta.
Saat sedang makan di restoran, ada dua cowok ganteng baru masuk. Oh, sial! Aku langsung menunduk menatap makanan yang ada di piring tanpa mengangkat kepala lagi. Jangan sampai dia melihat aku. Jangan!
"Chel! Rachel kan?" suara yang sangat familiar dikupingku terdengar lembut. Iya! Lembut cyin.
Mau tidak mau aku mengangkat wajahku dan tersenyum kaku. Sekaku kanebo kering.
Kalian tahu, siapa yang menyapaku? Dia adalah salah satu cowok ganteng yang baru masuk restoran, yang kalau bicara denganku biasanya nyinyir. Iya! Mas Malik! Mas Malik ada di depan mataku!
"Eh Mas, kok ada disini?"
"Kamu ngapain ada disini Chel?" Bukannya menjawab pertanyaan, malah nanya lagi. Bos mah gitu, bebaaas.
"Saya cuti Mas." Aku menjawab dengan tegas kemudian mengambil minum air putih dan meminumnya. Sepertinya niat makan malam kali ini agak terganggu.
"Kalau kamu cutinya ke Padang, kenapa pakai rahasia-rahasiaan segala sama saya?"
__ADS_1
"Saya enggak merahasiakan kok Mas. Cuma memang dapat ide ke sini, karena kepepet belum nemu-nemu lokasi buat cuti," jawabku. Sebenarnya bukan karena kepepet sih, tapi karena aku belum pernah menjelajah kota ini secara total. Eh minimal setengahnya lah.
"Saya kesini juga mendadak. Kakak saya ada meeting disini, dan saya diminta menemani dia. Itu kakak saya yang duduk disana." Mas Malik bicara sambil menunjuk kakaknya yang duduk beda dua meja dari aku.
Aku mendengarkannya sambil sesekali menjawab, "oh". Tapi dalam hati membatin kesal, 'gue enggak nanya Malik, enggak! Udah deh, jangan di depan gue lagi!'
" Mas Malik disini sampai kapan?" tanyaku basa basi.
"Besok masih harus dampingi kakak rapat. Mungkin lusa, balik Jakarta."
Aku berfikir dalam diam, kalau Mas Malik besok rapat, tandanya masih bisa ketemu, meskipun fifty-fifty. Tapi lusa aku sudah aman lah.
"Mas, dampingin meeting? Emangnya kakak Mas Malik kerjanya samaan atau berhubungan dengan kerjaan kita?" Aku jadi penasaran. Kok bisa, dia nemenin kakaknya. Kalau kakaknya klien, minimal pernah disenggol dong saat di kantor. Tapi dia menjawab hanya dengan senyuman manis penuh misteri. Beneran, senyumnya kali ini manis. Tapi aku enggak tertipu.
"Kamu benar-benar sendirian?" tanyanya penasaran.
"Iya Mas. Mau berdua gebetan, belum mahram-nya. Eh tapi belum punya juga sih." Aku menjawab asal.
"Sejomblo itu ya kamu?"
"Mas, makan dulu gih. Saya mau cabut ke kamar." Aku enggak mau yang seharusnya aku ke Padang untuk refreshing, malah menumpuk emosi lagi. Dari orang yang sama pula. Kesannya enggak ada apa ya, orang yang resek selain dia gitu?
"Ya sudah, kamu hati-hati ya. Kalau perlu apa-apa bisa hubungi saya." Si bos ngomongnya sambil senyum dong. Ya kali, aku bakal minta bantuan sama dia, yang ada aku bakal ngumpet tau!
Kayaknya gangguin teman-teman di grup whatsapp, asyik nih. Mood booster.
Rachel :
Selamat malam semuaaa. Sudah makan belum?
Indra :
Gue lagi makan malem sama Yaya.
Kak Bertha :
Gue lagi repot nih sama anak-anak gue. Tugas sekolahnya susah-susah. Anaknya males emaknya stres. Capek ngomel aja gue
Rachel :
Tandanya pilihan gue sampai sekarang single bener ya? Ya udah deh, kalian semua pada sibuk. Mas Kelana paling juga lagi bulan madu nih sama bini tersayang. Dadaaah
Hhmmm... Belum ngantuk, sendirian di kamar, bingung juga, mau ngapain. Kalau lagi begini, terasa enggak enaknya.
***
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung