Bos Ajaib

Bos Ajaib
36. Pembagian Tugas


__ADS_3

Jumat sore aku keluar dari rumah sakit. Mama papa tidak bisa jemput karena mereka masih di Surabaya. Mereka berdua sedang menghadiri acara kantor papa yang diadakan di Surabaya. Mereka yang menjadi panitia inti dalam pelaksanaan acara.


Papa maupun mama tidak bisa meninggalkan acara karena tanggung jawab yang diemban mereka, jadi selama dirawat, mama sibuk video call sama aku untuk mengetahui kondisi aku secara langsung. Selain itu, mama memantau aku langsung ke Astrid dan Mas Malik. Coba bayangin, ke Mas Malik!


Tahu mama dan papa aku enggak ada di Jakarta, Mas Malik inisiatif menjaga aku selama di rawat. Jujur sejujur-jujurnya, aku risih loh dijagain sama bos yang biasanya resek bin nyebelin.


Tapi dari perlakuannya dia selama aku dirawat, dia tuh dah seperti seorang kakak yang memperlakukan adeknya. Suka marah kalau aku ngemil mulu atau kebanyakan nonton ftv yang menurut dia enggak ada isinya.


Ya, coba bayangin, aku harus ngapain dong kalau enggak nonton? Main PS? Megang ipad aja diomelin. Gitu deh pokoknya kelakuan si bos saat jadi satpam aku.


Marah karena ngemil? Dia takut aku kekenyangan dan tidak mau makan makanan berat. Berkali kali aku sangkal kalau aku pasti makan, tapi peraturan si bos lah yang berlaku.


Untungnya, aku cepat pulih, jadi aku enggak harus dengar komplenan si bos lagi.


Aku merasa cukup istirahat di hari Sabtu dan Minggu, sehingga hari Senin aku bisa masuk kerja. Office.... I am cooming!


Ketika aku datang, ternyata teman-teman sedang ngerumpi.


"Haai sarapannya gosip apa kita hari ini?" tanyaku menyapa mereka.


"Gosipin elo yang dirawat di rumah sakit," kata Indra. Semuanya pun menoleh kearahku.


"Hahahaha lagi apes gue. Bonyok enggak ada, eeh ada satpam baru. Padahal enggak ada yang minta, diusir malah marah. Pasrah deh gue." Aku ngoceh sambil kearah kubikelku dan menyalakan komputer.


"Keren ya elo, Astrid aja sampe kaget waktu nyeritain kepanikan si bos," lapor Mas Kelana.


"Woy, gue sakit dibilang keren," protesku.


"Cie cie.. disuapin sama si bos ya?" ledek Mas Kelana. Kak Bertha dan Indra hanya tersenyum penuh arti mendengar percakapan aku dan Mas Kel.


"Xixixixi iya," aku mengakuinya sambil tertawa. "Tapi dia jadi ngatur gue selama di rumah sakit. Jadi kadang masih suka nyebelin," curhatku. Lagi-lagi mereka mentertawakan nasibku yang aduhai ini ditangan si bos.


"Pagi semuanya... Semangat ya, kita formasi sudah lengkap hari ini." Mas Malik datang dengan senyum bahagia. Jarang-jarang begini. Pasti ada sesuatu nih.


Langsung terdengar jawaban dari semua anak buahnya, termasuk aku yang juga menjawab sapaannya.


"Oh ya, seminggu ini kita sarapan bubur ya. Saya traktir." Pengumuman pagi menyenangkan yang disampaikan si bos.


"Weits, ada apaan nih? Enggak diselingin sama nasi uduk atau lontong sayur Mas?" tanya Mas Kelana.


"Hahaha yang gampang saat ini bubur ayam. Saya sudah booking ke Astrid," jawab Mas Malik.


"Sebegitu sukanya elo sama bubur ayam Mas?" tanya Mas Kelana penasaran.

__ADS_1


"Gue sih biasa aja, ini buat masa adaptasi anak buah yang baru keluar dari rumah sakit," jawab si bos sambil menatap aku.


"Lah kok karena saya Mas? Jangan dong. Udah pesen menu lainnya juga dong, lontong sayur, nasi uduk. Terus makan siang juga sekalian Mas, ketoprak rahasia, enak itu, " ucapku.


"Eh apaan tuh, ketoprak rahasia? Kayaknya enak," tanya Indra.


"Ketoprak tanpa tahu. Jadi ya rahasia dong, kan gak ada yang tahu. Ye kan? Ye kan? Ye kan?" jawabku.


"Asal loh!" kata Kak Bertha sewot. "


"Welcome back Juleha!" kata Mas Malik kesemuanya.


"Oke, kita rapat habis sarapan saja ya. Biar pekerjaannya bisa segera kita follow up semua." Mas Malik bicara sambil jalan keruangannya.


Aku kembali menuntaskan desain kriyacantik. Semoga enggak di revisi lagi, biar bisa lanjutin desain baru yang di Bandung kemarin.


Tapi saat rapat, belum semua revisian selesai. Tapi semua sudah masuk ke folder rapat ini.


"Oke, rapat kali ini isinya agak berat ya. Di mulai dari proyek Made Qi. Gimana Tha?"


"Rencana saya, hari ini menyelesaikan konsepnya Mas. Lalu kemarin saya juga sudah memperkenalkan keunggulan kalau kita menjual via internet, dan sepertinya mereka tertarik. Setelah acc konsep ke mereka, nanti saya tanya lagi, biar marketing bisa langsung melobi Mas."


"Good job Tha!" Kata Mas Malik sambil mengangkat dua jempol.


"Untuk Kelana gimana desain Wuka Essensial? Konsep yang elo kirim sih sudah oke, tapi kayak masih ada yang kurang deh. Apa bikin satu alternatif desain depannya saja dulu buat line tipis atau siluet busana dengan warna yang lebih tua? Coba dulu kali ya? Hari ini kita diskusiin kalau sudah selesai," saran Mas Malik.


"Gue coba ya Mas." Mas Kelana menjawab mantap.


"Untuk Rachel, kriyacantik sepertinya mundur ya buat revisinya?"


"Iya Mas. Baru kepegang secuil tadi pas sarapan," jawabku.


"Besok bisa kelar ya revisinya? Setelah itu baru kita konsentrasi ngerjain desain Wisata Petualang. Untuk desain ini kamu saya bantu desain. Hari ini saya mau buat proposal konsep desainnya dulu ke Teh Muti."


"Insya Allah bisa Mas. Saya coba kejar hari ini," jawabku.


"Jangan capek-capek dulu. Ingat baru keluar dari rumah sakit."


"Iya Mas."


"Oh ya, kantor kita mau outing ya? Disini yang jadi panitianya siapa?" tanya Mas Malik.


"Saya sama Kak Bertha," jawab Indra sambil senyum.

__ADS_1


"Eeh cie yang habis bulan madu senyum-senyum aja nih," godaku.


"Juleha, jangan mulai, ini masih diruang rapat," tegur Mas Malik.


"Rachel, Mas! Rachel!" Aku mengatakan dengan muka cemberut. Sepertinya aku harus menyiapkan amunisi untuk perang lagi.


"Iya, Rachel bin Juleha," jawabnya dengan nada datar. "Jadi bagaimana outing kita, tahun ini kemana? Sudah ketahuan?" tanya si bos melanjutkan pertanyaannya.


"Kayak anak sekolah Mas. Antara Bali atau Jogja. Mau pakai fasilitas penginapan Bang Djorghi, makanya diantara dua tempat itu," kata Kak Bertha.


"Yaaah... Apa enggak bosen dengan dua tempat itu? Minta Bang Gi bikin penginapan di daerah lain dong," ujarku.


"Dia lagi buat di Lombok kok sekarang," sahut Mas Malik.


"Woow.. Saya suka saya suka," reflek aku teriak semangat karena senang. Tandanya ada kemungkinan tahun - tahun berikutnya akan outing disana.


"Duileee segitu senengnya Neng," ledek Indra. Yang aku jawab dengan permainan alis.


"Ya sudah, rapat kita sudahi dulu saja ya. Saya tunggu karyanya buat acc." Mas Malik mengakhiri rapat.


"Eh iya, kelupaan. Kita coba untuk acc less paper ya. Jadi yang mau di acc langsung masukin server saja. Saya sudah buat folder acc, nanti tinggal di cek. Contohnya seperti folder kriyacantik ya. Pokoknya cek saja dulu. Kita belajar menjadi lebih simple. Cukup sekian ya. Terima kasih semuanya."


Akhirnya Mas Malik benar-benar meninggalkan ruang rapat. Kami pun sudah siap dengan tugas yang menumpuk.


***


.


.


.


...Jejak mana jejak? ...


...Hehehehe tinggalin jejak biar author-nya bahagia...


...😂😂😂...


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2