Bos Ajaib

Bos Ajaib
46. Ke Bandara


__ADS_3

Perjalanan ke bandara sore hari sudah dapat dipastikan akan macet. Sore ini, Jaka terlihat manis dengan kemeja kotak - kotaknya. Halah!


Perjalanan diiringi deretan lagu Honne, salah satunya Location Unknown yang sempat viral di Indonesia karena dinyanyikan Gempita Martin.


"Chel, gimana nyokap loh? Masih sibuk ya dengan perjodohan kita?" tanya Jaka yang terlihat segar dan rapi malam ini. Hahahaha teteeep Rachel gitu loh. Sstt.. jangan bilang - bilang ya.


"Iya. Tapi gitu deh, maju mundur. Dah kayak Syahrini deh, maju mundur cantik."


"Hahahaha kalau gue agak parah nih nyokap. Kepingin banget punya mantu elo. Pusing gue."


"Waduh kacau! Yaaa Jak, gimana dong? Emang elo ada klik - klik nya gitu ke gue?"


Ditanya bukannya jawab, nih cowok malah mandangin aku. Aaaah bikin salah tingkah nih. What should I do? Lilin mana lilin? Biarkan aku meleleh dengan merdeka mendapat tatapan seperti yang dilakukan Jaka.


"Dih! Malah natap gue gitu sih, bukannya jawab. Jawab napa Jak, jawab!" ujarku gemes.


Oke, dia menjawab dengan gelengan sambil menatap kedepan dan tersenyum. Dah gitu senyumnya maut pula.


Daan... ponselku pun berbunyi nada whatsapp yang masuk secara berturut-turut. Pengirimnya adalaaaah si bos iseng.


Mas Malik :


Juleha, kamu dimana?


Mas Malik :


Kamu malam ini mau kemana sama Jaka?


Mas Malik :


Kabarin ya.


Mas Malik :


Juleha..


Mas Malik :


Leha...


Mas Malik :


Haaa....


Mas Malik :


Kabariiiiiiiin yaaaaaaaaa


Rachel :


Iiiiihhhhh bos saya kepo sekali deh


Mas Malik :


Posisi dimana kamu?


Rachel :


Masih di mobil


Mas Malik :


Mau kemana?


Rachel :


Hahahahahaha


Ada deeeh. Rahasia dong


Mas Malik :

__ADS_1


Leha!


Mas Malik :


Ya sudah hati - hati ya.


Rachel :


Iya Mas. Thanks


Hahahaha ada - ada aja nih bos. Tapi kasihan juga penasaran. Tapikan dia bukan siapa-siapa aku. Walaupun sudah dapat bocoran dia suka sama aku, tapikan aku enggak boleh ge-er, sebelum dia berani ngungkapin. Ye kan? Bener kan?


Enggak pakai lama, whatsapp grup cuti ikutan ribut.


Mas Kelana :


@Rachel elo sebenarnya kemana sih Chel? Ada yang uring - uringan nih di kantor


Indra :


Hahahaha kayaknya bener nih kata Mas Kel, si bos naksir Rachel.


Kak Bertha :


Ssttt kita nikmatin aja si bos kita jatuh cinta dan cemburu.


Mas Kelana :


Iya jadinya resek. Kan yang jadi korban harusnya Rachel dan Indra aja. Masa gue kena juga?


Indra :


Mas, jangan gitu dong. Hidup itu harus adil dan merata πŸ˜‚


Mas Kelana :


Lah tapi harusnya gue pengecualian dong


Rachel :


Mas Kelana :


Elo kemanaaaa?


Rachel ;


Pertanyaannya kok sama kayak si bos sih?


Mas Kelana :


What? Si bos whatsapp elo?


Rachel :


Yoi


Kak Bertha :


Trus elo jawab apa?


Rachel :


Ya enggak gue jawab kemana tujuan gue lah. Kalian juga enggak ada yang tahu kan? Nanti gue kasih tau, kalau sekiranya sudah sampai rumah. Biar si bos enggak dikasih bocoran saat teman - teman kesayangan gue yang lagi di bully beliauπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Mas Kelana :


Elo emang tega ya Chel


Rachel :


Loh kok gue? Ya si bos dong

__ADS_1


Lagian dia yang resek kepo urusan pribadi gue. Udah ah, gue mau gangguin Jaka dulu.


Kak Bertha :


Elo juga jail sih. Udah tahu si bos gitu, masih juga diisengin


Rachel :


Hahahahaha.. Kan dia juga suka iseng. Ya gue bales lah. Ssttt nanti Sherin heboh lagi nih?


Indra :


Aman. Dia ke bawah kok, diruangannya Sisi


Rachel :


Udah dulu ya. Kasian Jaka gue kacangin. Dadah bye bye...


Aku mengakhiri whatsapp karena enggak enak sama Jaka, sudah dianterin malah sibuk sendiri.


"Jaka... ngomong dong. Mati gaya nih gue." Aku bingung kalau teman semobilku diam aja. Takutnya aku ada salah kata gitu ke dia.


"Gue juga bingung mau ngomong apa Chel." Yoiihaaa, sebelas duabelas belas nih namanya.


"Aaah, psikolog gue bisa bingung juga ternyata ya?" Enggak tahan juga nih mulut buat enggak ngomong.


"Ya bisa lah. Kalau di lab kan gue pasti diem kalau enggak perlu ngomong. Beda kalau lagi ngajar mahasiswa, baru deh nyerocos, tapikan jelas apa yang mau diomongin."


"Ooh. Eh, by the way makasih ya untuk solusi paper less nya tempo hari, akhirnya sudah diterapkan sama Mas Malik. Memang kita semua masih suka bingung, tapi yaa semua tetap harus adaptasi ya," kataku untuk idenya Jaka.


"Waah senang deh dengarnya. Memang awalnya agak susah, tapi nanti setelah kita terbiasa akan nemuin cara yang pas untuk kita gunakan," jawab Jaka sambil senyum.


Akhirnya, setelah melewati kemacetan khas Jakarta, kami sampai di bandara. Sambil menunggu Reyka kami menunggunya di restoran cepat saji sekalian makan malam.


"Jak, elo dah pernah liat tampang adek gue belum? Gimana kalau gue jodohin elo sama adek gue aja?" Ide aku bagus kan? Tante Gita tetap bisa besanan sama mama.


"Ya ampun Rachel! Gue enggak se-desperate itu deh. Sudahlah santai saja. Ini nyokap mungkin karena kami anaknya cowok semua, mau ada teman ngobrol atau belanja. Jadi kami, ketiga anaknya sekarang lagi di pantau hubungan dengan lawan jenisnya. Hahahaha dan ketiganya semua pada santai. Jadi ya gitu deh."


"Ooh.. Iya juga ya. Nyokap gue apa - apa kalau enggak minta tolong ke gue ya ke Reyka jaman dia masih disini. Sekarang, kalau dia malas keluar tapi harus ada yang dibeli, tinggal teriak ke gue."


"Nah, itu dia. Mungkin juga sudah mau cucu kali ya. Yang dikejar sekarang gue sama kakak gue nih. Kalau adek gue cuma ditanya sambil lalu, karena dia selalu ngelempar ke kami, dua kakaknya yang masih jadi jomblo happy." Jaka bercerita sambil tertawa.


"Iya ya. Kenapa sih para orang tua sibuk dengan pasangan anaknya. Sedangkan anaknya masih nyaman seperti ini."


"Ya, gue saat ini nurutin dulu aja mau nyokap, enggak ada niat berontak juga."


"Hahahaha sama dong, gue enggak ada niat berontak, tapi berharap elo mau kerjasama dengan gue. Terima kasih, elo enggak masalah dengan apa yang gue mauin, Jak."


"Iya, dan gue senang berkenalan dengan elo yang ceria dan terbuka. Elo juga mau berteman dan dekat sama gue. Lingkungan gue kebetulan kebanyakan orang yang serius dan pemikir Chel."


"Waaaah, gue dukung deh kalau elo jadian sama adek gue. Natural aja, nanti gue bantu comblangan dengan cara yang halus. Nanti elo liat amatin aja adek gue, enggak jauh beda deh sama gue."


"Natural saja lah Chel. Kita lihat nanti okay?" Kulihat senyum manis terlihat lagi di wajah Jaka.


"Sip Jak. Eh, kita foto bareng yuk sambil nunjukin suasana bandara. Gue mau nunjukin ke teman - teman gue yang tadi heboh gue pulang cepat di jemput elo."


"Hahahaha boleh - boleh. Gue merasa banyak ide kreatif di kepala elo deh Chel. Meskipun bisa jadi itu ide ngaco."


"Tahu aja loh," jawabku sambil nyengir. Kemudian aku pun memotret dengan mengarahkan gayanya Jaka sekalian. Biar gayanya total gitu loh.


"Gue masukin ke ig stories juga ya. Biar heboh besok di kantor." Yang dijawab dengan anggukan dan senyuman Jaka.


***


.


.


...Hai pembaca setiaku... Terimakasih ya tetap setia dengan Rachel. Author akan berusaha menghadirkan tiap bab setiap pagi, harapannya sih bisa menjadi mood booster menyambut hari yang baru😊😊...


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2