Cerita Anak Indigo

Cerita Anak Indigo
Kematian Tragis


__ADS_3

" Kalian jangan kebiasaan ngomongin hantu, nanti hantu nya ke panggil " Ucap Kiara sambil menatap sahabat nya itu.


Kiara menatap intens hantu siswi itu, tubuh yang kering kerontang seperti tak di berikan makan bertahun-tahun, tubuh yang pucat dan tidak memiliki darah, tulang-tulang dari hantu siswi itu terlihat sangat jelas, sangat rapuh.


" Apa ada yang ingin kau beri tau? " Tanya Kiara


Hantu Siswi itu menganggukkan kepala nya, Hantu Siswi itu terbang dan kembali menatap ke arah Kiara seakan menginginkan gadis itu mengikuti nya.


" Kaya nya dia pengen kita ngikutin dia deh " Ucap Yurika yang di angguki Kiara, gadis itu pun berjuang mengikuti hantu siswi itu.


Hantu Siswi itu terus membimbing Kiara dan yang lain nya sampai menuju gudang sekolah di mana diri nya terbunuh.


Hantu Siswi itu menunjuk sebuah bercak darah yang ada di atas salah satu bola basket.


" Bercak darah? apa ini darah kamu? " Tanya Kiara


Hantu Siswi itu menganggukkan kepala nya kemudian menghilang begitu saja.

__ADS_1


Kiara langsung terkejut ketika melihat Hantu Siswi itu menghilang tiba-tiba, seakan hanya muncul untuk memberi petunjuk.


Kiara memperhatikan bercak darah itu, kemudian menoleh ke arah Axel.


" Kamu bisa coba liat masa lalu dari bercak darah ini gak? " Tanya Kiara sambil menatap ke arah Axel.


" Bisa " Ucap Axel sambil menyentuh bercak darah yang mengering itu dan memejamkan mata nya.


*****


" Ck, males banget sih gue abis ini pelajaran Pak Bambang lagi " Ucap Siren sambil bersandar di pintu gudang.


" Apa gue bolos aja ya, dari pada harus di ajar sama guru kiler kaya si Pak Bambang itu " Ucap Siren


" Mendingan gue sembunyi aja dulu di gudang sampe pelajaran Pak Bambang selesai, atau sekalian aja sampe pulang " Ucap Siren sambil masuk ke dalam gudang itu.


Siren duduk di atas kursi dengan santai, Axel mengerutkan kening nya, ia tidak mengerti di mana yang aneh.

__ADS_1


Siren yang tengah asik duduk itu tiba-tiba mendengar suara tawa melengking.


Siren menoleh ke kanan dan ke kiri namun tidak ada siapa pun, kosong.... Hanya dia yang ada di sana.


Tiba-tiba terdengar suara gumaman aneh seperti seseorang tengah membaca mantra.


Lalu tiba-tiba tubuh Siren terangkat begitu saja membuat Axel melotot, dia tidak melihat apapun di sana, padahal sebenar nya Nyi Tusta sudah mencekik leher Siren dengan seringai yang terlukis di wajah nya.


Axel melihat seperti cahaya putih keluar dari tubuh Siren, seiring cahaya putih itu keluar tubuh Siren pun seperti tidak mempunyai darah dan keriput.


Axel memundurkan langkah nya, antara takut dan juga penasaran apa yang terjadi sebenar nya.


Setelah Nyi Tusta menikmati hawa murni yang di miliki Siren dengan menggunakan kekuatan nya ia menggantung mayat Siren lalu menghilang dengan tawa melengking.


Axel terpaku melihat hal itu, ia dapat melihat tubuh Siren dalam keadaan jelas sekarang, karena sebelum nya banyak anak-anak yang berkerumun jadi ia pun juga tidak bisa melihat nya dengan jelas.


Tubuh yang kurus kering seperti tidak mempunyai tulang dan daging, kulit yang keriput seakan termakan usia, mulut yang menganga dan bola mata yang hilang meninggalkan ruang kosong di bagian mata, bahkan rambut hitam lebat itu kini berubah menjadi rambut putih.

__ADS_1


__ADS_2