
Kiara kembali ke tempat perkemahan dan menemui teman-teman nya.
" Wah, cepet banget kalian siapin tenda nya "
Ucap Kiara kalau melihat tenda sudah siap
" Iya dong, aku pernah belajar cara kadang tenda jadi kalo gini gampang "
Ucap Melly
" Gimana pemimpin di sini setuju? "
Tanya Axel
" Setuju dong "
Ucap Kiara
" Syukur deh, kalo gini kan gak bakal ada yang kesurupan "
Ucap Rama
" Yaudah sekarang kita kumpul yuk "
Ucap Kiara yang di angguki oleh yang lain nya
*****
Sepanjang penjelasan Kiara sama sekali tidak mendengarkan, Kiara merasakan ada aura negatif yang kuat.
Kiara merasakan aura ini seperti sedang melawan aura Cakara, aura ini seperti menerobos paksa.
Bukan hanya itu Kiara juga mendengar suara pertarungan dari dalam hutan, perasaan Kiara semakin tidak enak.
Saat Kiara sibuk dengan pikiran nya, tiba-tiba ada angin kencang yang bertiup. Semua peserta kemah berkumpul di tenda Posko.
Kiara merasakan ada hal aneh, belum sempat dia berpikir tiba-tiba ada sebuah tangan yang menarik Kiara keluar dari tenda posko.
" Siapa kamu? "
Ucap Kiara sembari melihat seorang laki-laki dengan pakaian jaman dulu yang menarik tangan nya keluar.
" Aku Cakara "
Ucap laki-laki itu
" Cakara, kenapa bisa jadi seperti ini? "
Tanya Kiara
" Ada kekuatan gelap yang menerobos tempat ini, dan seperti nya dia mengincar kamu "
Ucap Cakara di sela-sela angin kencang
__ADS_1
" Di mana? "
Tanya Kiara
" Dia sedang menuju ke sini "
Ucap Cakara
Kiara diam membatu mendengar nya, tiba-tiba tubuh Kiara bercahaya dan keluarlah Nimas Rara Santang.
" Kiara, sudah saat nya kita harus bersatu "
Ucap Nimas Rara Santang
" Bagaimana? "
Tanya Kiara
" Ikut aku "
Ucap Nimas Rara Santang sembari menggenggam tangan Kiara
" Cakara, jika memungkinkan buatlah pertahanan bersama Paman Maung "
Ucap Nimas Rara Santang
" Paman Maung "
Tak berapa lama Paman Maung keluar dari gelang Kiara dan mendekati Nimas Rara Santang.
" Buatlah pertahanan bersama Cakara "
Ucap Nimas Rara Santang yang di angguki oleh Paman Maung dan Cakara.
Nimas Rara Santang membuka sebuah portal dan menarik Kiara masuk ke dalam nya.
******
Setelah keluar dari portal itu Kiara melihat hutan bambu yang rindang dan indah.
" Kiara, ayo kita mulai bersatu "
Ucap Nimas Rara Santang
" Cara nya? "
Tanya Kiara
" Duduklah "
Ucap Nimas Rara Santang yang di angguki oleh Kiara.
" Kiara, mungkin rasa nya akan sangat sakit "
__ADS_1
Ucap Nimas Rara Santang kemudian memejamkan mata nya.
Tubuh Nimas Rara Santang mengeluarkan cahaya emas begitu juga tubuh Kiara.
Nimas Rara Santang mengeluarkan kekuatan nya dan memberikan nya kepada Kiara.
" Aaaaaaaaaahhhhh "
Teriak Kiara, rasa nya seluruh tubuh nya seperri di tusuk ribuan pisau.
Nimas Rara Santang terus memberikan kekuatan nya sampai diri nya mulai memudar.
" Sebentar lagi Kiara "
Ucap Nimas Rara Santang
Perlahan-lahan Nimas Rara Santang masuk dalam bentuk serpihan cahaya emas ke dalam tubuh Kiara.
Seketika tubuh Kiara mengeluarkan cahaya emas yang sangat kuat.
Setelah cahaya emas itu menghilang perlahan-lahan wujud Kiara berubah menjadi Wanita Bercaping dengan pedang di tangan nya.
" Aku harus menyelamatkan teman-teman ku "
Ucap Kiara kemudian melesat cepat menuju lokasi perkemahan.
*****
Di sisi lain Paman Maung dan Cakara berusaha sekuat tenaga membuat pertahanan, sampai seorang perempuan dengan aura gelap yang sama datang dan membuat pertahanan hancur.
" Candra Kumara "
Ucap Paman Maung
" Di mana anak itu? "
Tanya Candra Kumara
" Kau tidak akan bisa merebut Kiara aku akan melindungi nya "
Ucap Paman Maung sembari berdiri dan di ikuti Cakara.
" Heh, kalian berdua yang lemah ingin melawan ku baiklah "
Ucap Candra Kumara kemudian mengeluarkan bola cahaya hitam yang pekat dan kuat
" Rasakan ini "
Ucap Candra Kumara
Paman Maung dan Cakara memejamkan mata nya, tapi Paman Maung dan Cakara tidak merasakan sakit sama sekali.
Paman Maung dan Cakara langsung membuka mata nya dan melihat....
__ADS_1