
Seorang laki-laki muda kini tengah sibuk dengan benda pipih di tangan nya.
Laki-laki muda itu memberhentikan kesibukan nya ketika mendengar samar-samar b seseorang yang memanggil nya.
Ia mengerutkan kening nya.
" Ma, lo jangan becanda deh, gue gak takut " Seru Raka.
Namun tetap saja suara halus yang kini memanggil nya itu mulai terdengar sangat jelas di telinga nya.
" Ma, serius jangan becanda gak lucu tau " Ucap Raka.
Tiba-tiba hawa dingin menyeruak masuk ke dalam kamar nya karena jendela kamar nya tiba-tiba terbuka sendiri.
Raka mulai bangkit dari duduk nya dan menutup jendela kamar nya.
Namun saat ia ingin menutup jendela kamar nya, sebuah tangan dingin langsung mencengkram tangan nya membuat laki-laki itu reflek menarik tangan itu dan membanting sosok pemilik tangan itu.
Sosok perempuan yang tidak lain adalah Nyi Tusta itu menyeringai menatap Raka.
Raka memundurkan langkah nya secara perlahan ketika melihat sosok Nyi Tusta.
" Hihihihihi, kau punya perasaan terpendam pada gadis ini kan? " Tanya Nyi Tusta sambil melemparkan sebuah foto Kiara kepada Raka.
__ADS_1
Raka terdiam ketika melihat foto Kiara, jika ia di tanya begitu maka ia akan bilang 'ya' tapi Raka ingin mendapatkan gadis pujaan hati nya itu dengan cara nya sendiri bukan dengan cara yang kotor.
" Kalau iya memang nya kenapa? " Tanya Raka, ia memberanikan diri menatap mata Nyi Tusta.
" Aku bisa membantu mu untuk mendapatkan gadis itu " Ucap Nyi Tusta yang di sambut gelengan kepala oleh Raka.
Nyi Tusta menyeringai mendengar jawaban dari Raka.
" Bukan kah kau menyukai gadis itu? Aku bisa bantu dapatkan gadis itu untuk mu, tapi kenapa kau malah menolak? " Tanya Nyi Tusta yang kini perlahan berjalan menghampiri Raka.
Raka makin memundurkan langkah nya ketika Nyi Tusta berjalan maju ke arah nya, ia ingin membuka pintu kamar nya tapi entah kenapa pintu kamar nya terkunci begitu saja.
Pada saat itu Raka memilih membaca Ayat kursi dan surat-surat pendek lain nya dan hal itu berhasil membuat Nyi Tusta memundurkan langkah nya.
Namun tidak membuat Nyi Tusta menghilang, Raka tidak tau harus apa lagi saat itu, sampai sebuah cahaya emas berhasil membuat Nyi Tusta terpental.
Raka tertegun, sekilas sorot mata wanita bercaping itu mirip sekali dengan sorot mata dari Kiara.
Nyi Tusta menatap tajam ke arah Wanita Bercaping itu, dia melesat mengejar Wanita Bercaping itu yang sudah meninggalkan rumah Raka.
Raka terdiam ketika melihat hal itu, sungguh ia benar-benar melihat sorot mata yang sangat mirip seperti sorot mata Kiara pada Wanita Bercaping itu.
Bahkan jika di lihat lagi, Ukuran tubuh nya pun sangat mirip dengan Kiara.
__ADS_1
Raka menghela nafas nya panjang, ia menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 20.30 , ia teringat jika belum melakukan sholat isya.
Raka pun bersiap sholat menunaikan sholat isya sekaligus membaca alquran untuk menenangkan pikiran nya.
Setelah selesai ia keluar dari kamar nya dan pergi ke kamar Rama.
" Ma, gue mau cerita nih " Ucap Raka pada Rama yang masih sibuk bermain game.
" Hmmm "
" Lo tau gak, tadi gue liat sosok nenek-nenek pake kebaya mana muka nya serem banget lagi " Ucap Raka memulai bercerita.
" Hmmm "
" Terus gue juga liat perempuan dia pake caping terus lo tau gak, kalo mata nya itu mirip banget sama Kiara " Ucap Raka
" Gila lo, mana mungkin Kiara ada di sini, mimpi kali tuh " Ucap Rama sambil mematikan ponsel nya.
" Enggak deh, sumpah gue serius " Ucap Raka dengan tangan yang menunjukkan huruf v.
Rama mendekati Raka dan memegang kening Raka.
" Gak panas kok "
__ADS_1
" Sial lo, gua itu gak sakit gue serius kok "
" Gak waras lo, kebanyakan halu "