
Axel terdiam melihat hal itu, menyeramkan itulah kata yang kini ada di pikiran Axel.
*****
Axel membuka mata nya seketika, pemuda itu sangat terkejut dengan apa yang ia lihat.
"Kamu kenapa? Apa yang kamu liat? " Tanya Kiara tidak sabar.
"Kita keluar dulu dari sini dulu aja " Ucap Axel yang di setujui oleh semua nya.
Akhir nya Kiara dan yang lain nya pergi ke salah satu taman yang tak jauh dari sekolah.
"Jadi gimana? " Tanya Kiara
Axel pun menceritakan apa yang terjadi pada Kiara dan yang lain nya dengan lengkap tanpa dikurangi atau di tambah.
Kiara terdiam ketika mendengar cerita dari Axel dia pun sekarang jadi yakin kalau nanti nya akan banyak korban yang berjatuhan lagi.
Kiara memijat pelipis nya, gadis itu kini nampak makin pusing.
__ADS_1
"Ssssttt, kaya nya bakal ada korban lagi deh nanti nya " Ucap Kiara
" Korban? Maksud nya nanti bakal ada yang meninggal dengan cara tragis itu? " Tanya Axel
" Iya " Ucap Kiara
" Trusss gimana dong, aku gak mau jadi kaya gitu, aku jadi takut sekolah nih " Ucap Melly
" Aku juga nih " Ucap Yurika
Kiara menghela nafas nya panjang mendengar ucapan teman-teman nya, jujur saya ia pun juga pusing sekarang, apalagi Nimas Rara Santang bilang kalau Nyi Tusta itu berbahaya.
" Terus sekarang gimana dong? " Tanya Yurika sambil melirik ke arah Kiara.
" Yaudah deh kalo gitu " Ucap Yurika
" Tapi jangan lupa sholat, karena cuma ibadah yang jadi benteng buat kita, inget jangan sampe di lupain iya kan Melly? " Ucap Kiara sambil melirik ke arah Melly.
"Iya, iya Kiara, aku bakal sholat kok tenang aja " Ucap Melly, ia sudah cukup trauma karena di datangi sosok pocong menyeramkan.
__ADS_1
”Yaudah, mendingan sekarang kita makan aja yuk, aku laper " Ucap Kiara
Kiara dan yang lain nya pun memutuskan untuk makan di salah satu warung bakso yang tak terlalu jauh dari taman.
Kiara masih memikirkan apa yang Axel ceritakan saat ia melihat masa lalu dari Siren.
Apakah se berbahaya itu Nyi Tusta?
Pikiran Kiara kini sangat tidak tenang ia takut kalau nanti nya akan banyak korban lagi, dan yang ia tak mau adalah teman-teman yang nanti akan jadi korban, lebih baik Kiara hentikan semua ini dari pada membahayakan orang lain lagi.
Setelah makan Kiara dan yang lain nya memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing, tak lupa Kiara mengingatkan sekali lagi untuk selalu melakukan ibadah karena ibadah adalah benteng dari segala nya.
******
(Malam nya, rumah Kiara)
Kiara nampak menghela nafas nya panjang, setelah gadis itu melakukan sholat isya ia langsung berbaring di atas tempat tidur memikirkan hal yang sama yaitu se berbahaya apakah Nyi Tusta sebenar nya?
Kiara menatap gelang di tangan nya, ia ingin sekali bisa bicara dengan Nimas Rara Santang tapi ia tidak tau bagaimana cara nya.
__ADS_1
"Ada apa Kiara? " Suara itu membuat Kiara kaget dan langsung jatuh dari tempat tidur nya.
Kiara meringis tapi kini ia melihat sosok yang ingin sekali ia berikan banyak pertanyaan saat ini, entah bagaimana sosok itu tiba-tiba datang dengan pertanyaan seperti itu seakan ia tahu apa yang kini Kiara pikirkan.