Cerita Anak Indigo

Cerita Anak Indigo
Pemimpin Hutan


__ADS_3

Kiara yang melihat itu menghela nafas lega dan kembali ke tempat duduk nya.


Semua murid yang ada di dalam bus itu berdecak kagum melihat kemampuan Kiara.


" Kiara, emang ada hantu apa yang tadi buat bus ini berhenti? "


Tanya Raka penasaran


" Hantu pengantin "


Ucap Kiara


" Hantu pengantin perempuan itu kasian, dia dibunuh sama pengantin laki-laki nya saat malam pertama "


Ucap Axel membuat Kiara langsung menoleh ke arah nya.


" Kami bisa liat masa lalu nya? "


Tanya Kiara yang di angguki Axel


" Jadi apa niat nya menghadang kita? "


Tanya Kiara


" Gak tau, tapi kaya nya dia pengen sesuatu dari kamu "


Ucap Axel


Kiara yang sudah tau yang membuat hantu pengantin perempuan ini menghadang bus nya adalah karena menginginkan gelang milik nya.


Untung saja pada saat itu Kiara sudah punya persiapan yang matang.


" Kalian, aku ingetin sekali lagi kalian harus tetep nyimpen daun bidara itu "


Ucap Kiara


" Iya, kami tenang aja Kiara "


Ucap Melly yang di angguki yang lain nya.


Kiara menganggukkan kepala nya dan memilih menatap ke laut jendela bus.


******


Bus yang di tempati oleh Kiara dan yang lain nya sampai di urutan paling terakhir di lokasi perkemahan.


" Kiara liat, kita satu tim "

__ADS_1


Ucap Melly sembari menunjukkan kertas tim.


" Iya bener "


Ucap Kiara


" Ketua nya Kiara "


Ucap Melly


" Aku gak mau, kamu aja Raka "


Ucap Kiara


" Aku jadi wakil aja "


Ucap Raka


" Udah Kiara aja, wakil nya Raka "


Ucap Melly sembari menulis nama Ketua dan wakil di atas kertas.


" Yaudah, Melly tolong cari tetapi bagus buat gelar tenda, aku mau ngomong dulu sama penunggu sini gak papah kan? "


Tanya Kiara


Ucap Melly


" Yaudah, aku pergi bentar dulu ya "


Ucap Kiara kemudian pergi


*****


Kiara berhenti di bawah pohon beringin yang aura nya tercampur.


Kiara menepuk kaki nya sebanyak tiga kali di tanah seperti yang di katakan Nimas Rara santang.


Tak berapa lama keluarlah sosok hitam besar dengan gigi taring yang panjang, mata merah menyala, rambut yang menutup seluruh tubuh nya, dan kuku-kuku tajam nya.


Kiara menelan ludah nya menatap ke arah pemimpin hutan itu.


" Ada apa kau memanggil ku? "


Tanya sosok itu dengan suara yang menggema


" Assalamu'alaikum, saya Kiara salah satu murid yang nanti nya akan berkemah di sini. Saya hanya ingin berkata tolong jangan ada yang mengganggu murid-murid yang berkemah di sini nanti nya "

__ADS_1


Ucap Kiara


" Hahahaha, seorang manusia kecil seperti ku ingin memerintahkan aku "


Ucap sosok besar itu meremehkan Kiara


Kiara menatap kesal ke arah sosok itu.


" Aku tidak ingin di perintah "


Ucap sosok itu


Tapi sosok itu melihat gelang Kiara yang bercahaya emas, sosok itu langsung mundur ketakutan melihat gelang itu.


Kiara mengerutkan kening nya melihat sosok itu begitu takut dengan nya, padahal tadi sosok besar itu meremehkan nya.


" Baik... baiklah Nimas , saya tidak akan menganggu anda dan manusia yang ada di sini saya berjanji "


Ucap sosok besar itu dengan gemetar


" Terima kasih "


Ucap Kiara


" Tapi kamu itu hantu apa sih? "


Tanya Kiara


" Nama saya Cakara "


Ucap sosok besar itu


" Aku Kiara "


Ucap Kiara memperkenalkan diri nya sekali lagi.


" Jangan ingkar janji ya? "


Ucap Kiara


" Iya Nimas saya tidak akan mengikari janji saya "


Ucap Cakara


Kiara menganggukkan kepala nya dan langsung pergi.


Huh, aku tidak menyangka ternyata keturunan dari Prabu Siliwangi masih ada, tapi kenapa kekuatan nya sangat-sangat besar?

__ADS_1


Batin Cakara sembari menatap punggung Kiara yang mulai menghilang.


__ADS_2