
" Siluman ya, mau apa kau ke sini? " Tanya Kiara
Siluman itu tidak menjawab, ia malah menyeringai dan langsung menyabet kan ekor panjang nya pada Kiara, dengan sigap Nimas Rara Santang langsung menghindari sabetan itu dan langsung berubah menjadi wanita bercaping.
Cahaya emas mulai mengitari Nimas Rara Santang, ia menatap tajam ke arah siluman ular yang menatap nya dengan tatapan terkejut sekaligus takut.
"Siapa kau? Siapa yang mengirim mu? " Tanya Nimas Rara Santang.
Siluman itu tidak bicara, ia langsung menghilang begitu saja. Nimas Rara Santang menghela nafas nya panjang, wujud nya kini kembali menjadi Kiara.
Nimas Rara Santang mengeluarkan cahaya emas dan langsung mengibaskan cahaya emas itu ke sekitar toilet perempuan, dan dalam sekejap toilet yang sepi, sunyi dan menyeramkan itu mulai terdengar suara riuh para siswi dan siswa di luar toilet maupun di dalam toilet.
Kiara langsung bergegas keluar dari toilet, saat keluar dari toilet jam pertanda istirahat telah selesai pun berbunyi, Kiara langsung kembali ke kelas nya.
Melly, Axel, dan Yurika yang melihat Kiara kembali dengan berlari langsung menghampiri Kiara.
"Kamu kemana sih? Di cariin, malah ngilang gitu aja? " Tanya Yurika
__ADS_1
Kiara hanya diam, mata nya beralih menatap Melly dan juga Axel yang juga menatap nya dengan tatapan khawatir.
Rupa nya Kiara mendapat teman yang baik. Batin Nimas Rara Santang.
" Kiara! " Panggil Melly sambil menepuk bahu Kiara pelan.
Kiara langsung menoleh pada Melly.
" Di tanyain juga, malah bengong. " Ucap Melly.
" Aku tidak apa-apa. " Balas Kiara kemudian berjalan kembali ke tempat duduk nya.
Sikap Kiara yang tidak banyak bicara dan hanya bicara seperlu nya saja bukanlah Kiara, di tambah raut wajah nya yang selalu memasang wajah datar.
Haaah, apa yang terjadi pada Kiara? Dia terlihat bukan seperti Kiara. Batin Axel.
*****
__ADS_1
Perlahan-lahan pedang itu mulai berhenti mengeluarkan hawa panas, Kiara dengan sigap langsung Menarik kuat pedang itu dan langsung menancapkan nya di tanah sambil terus menyelimuti nya dengan aura nya.
Kiara merasakan pedang itu sudah tidak mengeluarkan hawa panas seperti tadi.
" Apa yang terjadi?" Gumam nya ketika melihat pedang yang saat ini ia tancapkan ke tanah sama sekali tidak mengeluarkan hawa panas.
" Itu arti nya kau berhasil menaklukkan pedang itu, dan pedang itu menganggap mu pantas untuk menjadi tuan nya." Ucap Paman Maung.
Ia berjalan mendekati Kiara dan menarik pedang yang Kiara tancapkan di tanah itu, Paman Maung dapat melihat bahwa seluruh bagian pedang itu kini sudah ter selimuti oleh aura Kiara.
" Kau berhasil, sekarang pedang ini sudah menjadi milik mu sepenuh nya, pedang ini sudah mengakui bahwa kau pantas menjadi pemilik nya." Ucap Paman Maung.
Seutas senyuman langsung terkembang dari bibir gadis cantik itu.
" Syukurlah kalau begitu paman, aku merasa lega. " Ucap Kiara sambil tersenyum.
" Kita akan menunggu Nimas Rara Santang dan kau bisa kembali ke dunia manusia."
__ADS_1
Kiara menganggukkan kepala nya dan langsung terduduk lemas karena terlalu banyak menggunakan tenaga dalam nya.
" Akan ku pulihkan tenaga dalam mu. " Ucap Paman Maung sambil mendekati Kiara dan mulai memulihkan tenaga dan juga luka yang ada di tubuh Kiara.