
Kiara menyerahkan ponsel nya dan meminta Axel untuk menghubungi orang tua Melly. Axel tidak mengatakan apapun, ia hanya mengangguk saja.
Melly langsung di larikan ke UGD.
Saat sebelum Melly di larikan ke UGD, Kiara sempat melihat benang hitam tipis yang melilit tangan Melly.
Kiara tersentak, ingin dia hentikan suster yang membawa masuk Melly ke ruang UGD tapi tidak sempat.
Kiara menoleh ke arah Axel yang baru saja selesai menelpon orang tua Melly.
" Axel! " panggil Kiara dengan setengah berteriak dan berjalan mendekat ke Axel.
Axel setengah terkejut melihat Kiara yang tiba-tiba memanggil nya dengan berteriak.
" Kamu liat gak tadi? Kamu liat gak!! " tanya Kiara yang kini tepat berada di hadapan Axel.
Axel melihat mata Kiara yang memerah seakan menahan rasa marah dan juga air mata yang ingin turun dari mata nya.
" Li.. liat apa? " Tanya Axel tidak mengerti.
Kiara tidak menjawab, ia membalikan badan nya dan duduk di ruang tunggu sambil memegangi kepala nya.
Kiara memejamkan mata nya sejenak dan menghela nafas nya panjang berusaha menenangkan diri dan juga pikiran nya.
Tenang Kiara, jangan panik. Ku rasa aku harus mengikuti benang hitam itu, tapi apa hanya perasaan ku saja atau benang hitam itu menuntun ku ke suatu tempat di alam ghaib?
Batin Kiara.
Kiara bangkit berdiri.
__ADS_1
" Axel, aku pergi bentar ya, kamu Jaga-jaga kalo ada orang tua Melly. " Ucap Kiara.
" Mau kemana? " Tanya Axel.
Kiara tidak menjawab ia hanya membalas nya dengan senyuman dan pergi keluar dari rumah sakit, dan mencoba mengikuti benang tipis hitam itu.
Secara perlahan-lahan Kiara yang tadi nya berada di dunia manusia kini langsung masuk ke alam ghaib.
Hutan gelap, hawa dingin dan mencekam bisa Kiara rasakan, namun ia sama sekali tidak peduli, bahkan ia juga mengabaikan banyak pasang mata dalam gelap yang melihat nya.
Kiara menghentikan langkah nya sejenak ketika melihat benang itu mengarah ke tembok besar yang nampak sudah tua, lumut-lumut dan tanaman menumbuhi tembok itu.
Kiara mengerutkan kening nya ketika melihat benang hitam itu menembus tembok itu.
" Dinding ghaib kah? " Gumam Kiara.
Kiara memundurkan langkah nya, lalu memejamkan mata nya mengeluarkan tenaga dalam nya dan dalam sekejap tembok itu meledak dan hancur.
Kiara memberhentikan langkah nya. Mata Kiara menelisik ke sekitar, waspada.
Apa ini. Batin Kiara.
Gadis itu menghela nafas nya sejenak kemudian berjalan masuk sambil merapalkan ayat kursi dan doa-doa yang lain nya.
Begitu sampai di dalam, Kiara sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi melihat hal yang ada di depan nya.
6 boneka yang sudah terpasang foto Kiara dan yang lain nya, bukan hanya itu Kiara juga melihat hanya foto Melly yang sudah di lumuri darah dan juga di tusuk banyak jarum dan paku.
Sedangkan foto yang lain nya masih bersih dan tidak di lumuri dan di tusuk apapun.
__ADS_1
Terlebih lagi ternyata benang hitam itu pas sekali mengikat leher boneka dengan gambar Melly.
Kiara mengepalkan tangan nya, mencoba untuk tenang.
Kiara menghampiri boneka yang terpasang foto Melly dan mengamati nya, ada darah mengering di sana tapi juga ada darah yang masih basah.
Saat Kiara sedang mengamati boneka dengan foto Melly, Kiara mendengar suara langkah kaki.
Gadis itu menajamkan indra pendengaran nya, benar ini suara langkah kaki. Pikir nya.
Kiara sudah waspada, kala langkah kaki itu perlahan mendekat.
Kiara langsung berdiri dengan cepat dan langsung menendang seseorang di belakang nya.
Kiara melihat sosok berpakaian hitam beserta tudung, belum lagi Kiara melihat dengan jelas tiba-tiba saja sebuah pisau hampir menusuk Kiara jika dia tidak menunduk.
Kiara langsung menendang tangan orang berjubah hitam itu sehingga pisau di tangan nya jatuh.
Kiara langsung melompat dan mengambil pisau itu.
" Siapa kalian? " Tanya Kiara.
" Aaah sial, gagal. " Ucap salah satu orang berjubah hitam itu.
" Apa kalian yang melakukan ini semua? " Ucap Kiara.
" Memang nya kenapa kalau ya? "
Kiara mengepalkan tangan nya kesal, ia langsung melompat dan memukul 2 orang bertudung hitam itu.
__ADS_1
Saat itu Kiara merasa kalau salah satu dari mereka adalah seorang perempuan.