Cerita Anak Indigo

Cerita Anak Indigo
Putus Asa


__ADS_3

Banyak pertanyaan di dalam benak Kiara yang masih belum terjawab.


" Kiara, itu restoran nya ada penglaris? "


Tanya Melly


" Tanya aja sama Axel , aku capek "


Ucap Kiara sembari menyandarkan kepala nya ke sandaran mobil.


Melly menatap Axel yang menggeleng pertanda kalau restoran itu tidak ada penglaris.


" Yaudah kita makan di sana aja "


Ucap Kiara


" Oke deh "


Ucap Melly


*****


Kiara menatap sekitar restoran ayam itu memang tidak memakai penglaris sama sekali.


" Mau pesen apa? "


Tanya Melly sambil melihat-lihat buku menu.


" Aku ayam bakar sama es teh manis "


Ucap Kiara


" Hmm, kalo Kiara mesen berarti aman "


Ucap Rama


" Kalo gitu samain aja "


Ucap Rama


" Gue juga samain aja "

__ADS_1


Ucap Raka


" Samain aja "


Sambung Axel


" Yaudah , kalo gitu aku juga deh samain aja semua"


Ucap Melly lalu berjalan menuju kasir.


Melly kembali dan duduk di tempat nya di sebelah Kiara menunggu pesanan mereka di antar.


15 menit kemudian pesanan meja Kiara dan yang lain nya pun datang.


Kiara dan yang lain nya makan dengan tenang tanpa ada yang bicara.


*****


Setelah selesai makan dan membayar. Di dalam mobil hening semua sibuk dengan pikiran nya masing-masing termasuk juga Kiara.


Kiara terus menatap gelang pemberian dari wanita bercaping itu. Kiara menghela nafas panjang, mengingat pengalaman yang pernah dia alami.


" Kenapa semua jadi seperti ini? " Batin Kiara


*****


*****


Kiara berbaring terlentang menatap langit-langit kamar nya.


Tes...


Tes...


Satu persatu bulir bening menetes dari mata Kiara. Bulir bening itu semakin deras seiring dengan isak tangis Kiara yang mulai lelah dengan semua keadaan ini.


Kenapa jadi seperti ini?


Rasa nya lelah


Banyak misteri dan bahkan hampir mengancam nyawa teman-teman

__ADS_1


Berharap semua kembali seperi waktu kecil yang tenang


Kenapa rasa nya sangat berat?


Apakah akan ada yang terjadi sesuatu di masa depan nanti nya?


Batin Kiara sambil menangis.


Rasa nya dia sudah sangat lelah dengan ini semua.


Semua yang di hadapi dengan wajah tenang hanya untuk menyembunyikan perasaan takut yang mendalam.


Takut akan kehilangan orang-orang yang di sayangi.


Takut akan apa yang terjadi nanti nya


Takut itulah perasaan Kiara yang sesungguh nya saat menghadapi hantu.


Seakan wajah tenang dan berani hanyalah sebuah topeng.


Tidak ada yang tau keberuntungan datang kapan saja?


Apakah benar-benar datang?


Atau hanya sebuah landasan lewat saja?


Tidak ada yang tau kecuali Tuhan.


30 menit kemudian Kiara akhir tertidur dengan mata yang sembab setelah menangis.


Tiba-tiba gelang Kiara berkilau dan memunculkan Wanita bercaping yang menatap Kiara dengan tatapan sendu.


" Bersabarlah Kiara, sampai kapan pun kami akan tetap melindungi mu dan tidak akan membiarkan mu terluka.


Ucap Wanita Bercaping itu sambil menghapus sisa-sisa air mata Kiara dengan lembut. Lalu kembali masuk ke dalam gelang itu.


*****


Sedangkan Axel masih memikirkan harimau putih yang Kiara katakan sebagai pelindung itu.


Axel sangat ketakutan pada saat sosok-sosok penglaris itu mengejar, tapi ketakutan Axel menghilang, kala melihat Kiara yang terus berani menghadapi semua nya dengan tenang.

__ADS_1


Tapi, Axel tau setiap perempuan pasti mempunyai sisi lemah , sekuat apapun perempuan pasti akan meneteskan air mata, sekuat apapun bertahan jika tidak ada dukungan akan terjatuh juga.


__ADS_2