
Kiara yang di dalam nya Wanita Bercaping itu menatap ke arah Laki-laki berjubah hitam yang sudah mulai kewalahan melawan nya.
Wanita Bercaping itu ingin mengakhiri nya, tapi Perempuan berjubah hitam itu muncul dan melindungi Laki-laki berjubah hitam yang sudah terluka parah.
" Kau sangat pengecut "
Ucap Perempuan berjubah hitam itu.
" Kau lah yang pengecut, membuat manusia yang tidak bersalah menjadi kesurupan "
Ucap Kiara yang di dalam nya Wanita Bercaping
" Hahaha Kiara, Ups.... bukan Kiara tapi Nimas Rara santang "
Ucap Perempuan berjubah hitam itu.
" Kenapa kau harus melindungi dia? Apakah karena kau di tugaskan? Kau bahkan tidak tau bagaimana perasaan Kiara saat kau mengambil tubuh nya dengan paksa tanpa persetujuan nya dulu ”
Tanya Perempuan berjubah hitam itu.
Rara Santang terdiam , tapi dia kembali menoleh dan tersenyum.
" Kau juga bahkan tidak tau apa yang kau lakukan terhadap manusia di sini sangat lah beresiko, sampai waktu nya tiba nanti aku akan tetap melindungi Kiara. "
Ucap Rara Santang
Rara Santang melesat dengan pedang di tangan nya, tapi Perempuan berjubah hitam dan Laki-laki berjubah hitam itu sudah menghilang dengan cepat.
__ADS_1
Rara Santang yang melihat itu akhir nya memilih kembali ke rumah Kiara.
*****
Rara Santang memisahkan diri nya dari tubuh Kiara, tubuh Kiara langsung ambruk tak sadarkan diri.
" Maafkan aku Kiara, kau harus menanggung semua ini. "
Ucap Rara Santang kemudian kembali bersemayam di dalam tubuh Kiara.
Tidak lama setelah itu, Kiara terbangun.
Kiara melihat tubuh nya di cermin, tidak ada luka, tidak ada rasa sakit sama sekali.
Kiara kembali duduk di atas tempat tidur nya, Kiara melihat jam yang menunjukan pukul 21.00.
" Nimas Rara Santang "
Gumam Kiara
Kemudian Kiara mengambil ponsel nya dan langsung membuka Google untuk mencari tau Nimas Rara Santang.
Setelah beberapa menit mencari, akhir nya Kiara menemukan artikel tentang Nimas Rara Santang.
Kiara membaca artikel itu dengan seksama.
Dewi Rara Santang lahir pada sekitar tahun 1427 masehi, beliau merupakan anak kedua Prabu Siliwangi (Sribaduga Maharaja) Raja Kerajaan Pajajaran dari istrinya Ratu Subang Larang. Dari kecil beliau sudah memeluk Agama Islam mengikuti agama ibundanya, meskipun pada waktu itu ayah dan saudara-saudara tirinya Surya Wisesa masih memeluk Agama Budha.
__ADS_1
Masa kanak-kanak Dewi Rara Santang dihabiskan di Istana Galuh Kawali akan tetapi, setelah ayahnya diangkat menjadi Raja Seluruh Tanah Sunda beliau kemudian hijrah ke Istana baru Kerajaan Pajajaran di Pakwan. Istana baru tersebut dikenal dalam sejarah dengan nama Istana Sang Bhima Narayan.
Seperti kabar yang beredar, pada masa kelahiran Dewi Rara Santang, sang Prabu Gung Binetoro Raja Siliwangi bersabda yang disertai gemuruh guntur dan badai.
Dalam sabdanya Siliwangi mengatakan, “Kelak putri keduaku ini, akan menjadi Ibunda dari berbagai Raja-raja besar di Nusantara. Dengan itu aku beri nama dia Rara Santang”.
Setelah selesai membaca artikel itu, Kiara benar-benar terkejut.
Jadi yang selama ini melindungi nya itu adalah seorang ibunda dari raja-raja besar di Nusantara.
Kiara memutuskan untuk mencari artikel tentang Paman Maung.
Oleh karena itu lah sering menemukan banyak gambar maupun lukisan seekor macan putih yang selalu berada di sekitar Prabu Siliwangi. Sang macan itu juga dianggap sebagai khodam penjaga Prabu Siliwangi. Tidak sedikit orang yang berburu khodam tersebut untuk dijadikan pendamping.
Asal muasal sang macan menjadi khodam Prabu Siliwangi bukanlah didapat dari hadiah, namun didapatkan usai sang prabu menaklukkannya dalam suatu pertempuran sengit.
Diketahui, macan putih yang dimaksud ini adalah raja macan putih bernama Maung Bodas dari dunia gaib, yang memiliki ribuan tentara sejenisnya.
Kiara kembali bungkam kalau melihat artikel itu.
Raja Macan putih adalah Paman Maung
Batin Kiara
Kiara mengamati artikel-artikel itu dan menemukan sesuatu.
Semua nya berkaitan dengan Prabu Siliwangi, dan Kerajaan padjajaran.
__ADS_1