
Setelah sholat dzuhur, Kiara duduk di atas kasur nya sembari memainkan ponsel nya.
Hingga tiba-tiba Kiara mendengar samar suara perempuan meminta tolong.
Kiara menajamkan pendengaran nya dan mendengar suara perempuan meminta tolong dengan jelas.
Apa yang terjadi? Batin Kiara.
Kiara kemudian memejamkan mata nya, tubuh Kiara mengeluarkan cahaya emas.
Penglihatan Kiara menjelajah mencari asal dari suara perempuan meminta tolong itu.
Kemudian Kiara sempat melihat sekarang wanita paruh baya yang tengah di hadang oleh preman.
Kiara langsung membuka mata nya.
Aku harus menolong ibu itu. Batin Kiara kemudian memejamkan mata nya dan berubah menjadi Wanita Bercaping dan melesat cepat.
******
Kiara melihat preman yang terus menarik-narik tas dari wanita paruh baya itu.
Kiara langsung melompat dan tepat berasa di hadapan wanita paruh baya itu.
" Hentikan " Ucap Kiara
" Hahaha, ada pahlawan kesiangan nih kaya nya " Ucap salah satu preman dengan rambut ikal
__ADS_1
" Heh, ini bukan urusan anak kecil sekarang minggir sana " Ucap preman dengan tubuh gempal itu sembari mendorong Kiara.
Kiara tersenyum di balik caping nya itu, Kiara menangkap tangan preman itu dan membanting nya dengan satu tangan. Kiara juga mengeluarkan cahaya emas di tangan nya dan membuat preman dengan rambut ikal itu terpental dan jatuh menimpa preman dengan tubuh gempal itu.
Ke dua preman itu pun melarikan diri, Kiara hanya melihat saja.
" Permisi, nak Terima kasih ya sudah membantu ibu " Ucap wanita paruh baya itu.
" Berterima kasih lah pada Allah " Ucap Kiara kemudian melesat cepat.
*****
Kiara kembali ke rumah nya dan memejamkan mata nya lalu berubah kembali seperti semula.
" Aku rasa, aku sudah bisa mengendalikan semua ini." Gumam Kiara sembari berjalan masuk ke rumah nya.
" Hahaha, kamu pasti di isengin sama Dafa lagi kan? " Ucap Kiara sembari tertawa
" Iya, kesel banget di isengin mulu " Ucap Axel sembari mengelap wajah nya dengan handuk.
" Emang gimana cara Dafa buat muka kamu kaya gitu? " Ucap Kiara
" Abis sholat itu aku kan bilang sama Dafa kalo aku mau mandi, nah pas selesai mandi, aku mau buka pintu nya tiba-tiba aja ada balon meletus di atas kepala aku plus tepung nya " Ucap Axel sembari mendengus kesal mengingat hal itu.
" Hahahaha, maka nya jangan pernah lengah dan Dafa, rasain kan akibat nya " Ucap Kiara
" Iyaa, tapi Kiara bukan nya kamu di kamar ya kok kamu di sini? " Tanya Axel.
__ADS_1
" Aku langsung turun abis sholat " Ucap Kiara
" Oh gitu ya " Ucap Axel
" Sekarang mana Dafa? " Tanya Kiara
" Lagi di kamar kamu " Ucap Axel
" What?? Kenapa kamu biarin dia masuk kamar aku sih? " Ucap Kiara kemudian berlari menuju kamar nya.
" Eh, Kiara tunggu " Ucap Axel sembari menyusul langkah Kiara.
" Apa-apaan ini " Ucap Kiara yang melihat kamar nya sudah seperti kapal pecah.
" Astaga, berantakan banget " Ucap Axel setelah sampai di kamar Kiara.
Kiara menatap tajam ke arah Dafa, dan mendekati nya.
" Dafa, kamu apain kamar kaka? " Tanya Kiara
" Hehe, kasur nya aku buat main trampolin, terus yang lain nya sengaja aku berantakin " Ucap Dafa dengan santai.
Kiara menghela nafas nya panjang, Kiara menatap jengkel kepada anak kecil di depan nya itu.
" Kenapa kamu berantakin kamar Kak Kiara " Tanya Kiara
" Karena pas aku ke kamar Kak Kiara, kamar nya kosong jadi aku berantakin aja deh, lagi pula nanti kan bisa di beresin lagi sama Kak Kiara " Ucap Dafa dengan wajah tanpa dosa dan keluar dari kamar Kiara.
__ADS_1
" Kalo, aku bisa kutuk tuh anak jadi batu, aku kutuk beneran. "Ucap Kiara sembari memulai merapihkan kamar nya.