
Nimas Rara Santang memberhentikan langkah nya dan berbalik badan menatap ke arah Kiara.
Kiara yang masih menundukkan kepala nya langsung menabrak Nimas Rara Santang.
Kiara mendongakkan kepala nya dan mundur beberapa langkah.
" Kenapa kau selalu di incar adalah karena diri mu mempunyai darah yang sangat spesial "
Ucap Nimas Rara Santang
Kiara mengerutkan kening nya.
" Kau memiliki darah dari 2 pemimpin kerajaan keraton terdahulu. "
Ucap Nimas Rara Santang.
" Kerajaan apa itu? "
Tanya Kiara
" Kerajaan Padjajaran dan Kerajaan Majapahit "
Ucap Nimas Rara Santang
" Akan semakin banyak bahaya yang akan datang nanti nya "
Ucap Nimas Rara Santang
" Tapi, Kiara hadapi lah dengan mengangkat wajah ku tinggi-tinggi, dan jangan pernah menundukkan wajah ku walau hanya sekali saja "
Ucap Nimas Rara Santang sembari melanjutkan langkah nya.
Kiara langsung mendahului langkah Nimas Rara Santang.
" Apa maksud mu? "
__ADS_1
Tanya Kiara
" Kau harus berjuang sekuat tenaga, jangan pernah menyerah walau hanya sekali, jangan pernah memendam perasaan mu. Jika kau merasa marah kau marah, jika kau mau menangis kau menangis lah, percuma jika kau hanya memendam itu sendiri. Ingatlah Kiara bagaimanapun juga kau adalah perempuan , jika tidak ada yang memberi dukungan kau akan jatuh dalam waktu yang singkat. "
Jelas Nimas Rara Santang
Kiara diam mematung mendengar nya. Apa yang di katakan Nimas Rara Santang memang benar, Kiara memang hanya selalu memendam semua nya sendiri.
Rasa takut, panik, sedih, semua nya dia pendam sendiri.
" Mau percaya atau tidak kau kepada ku Kiara , aku akan tetap melindungi mu "
Gumam Nimas Rara Santang yang tidak terdengar oleh Kiara.
" Ayo "
Ucap Nimas Rara Santang sembari berjalan lebih dulu dan di ikuti Kiara di belakang nya.
*****
Axel, Bunda Intan dan Ayah Fandi menunggu dokter yang menangani Kiara.
" Dokter bagaimana keadaan anak saya? "
Tanya Ayah Fandi setelah melihat dokter itu keluar
" Maaf Pak, kondisi anak bapak saat ini sedang koma "
Ucap dokter perempuan itu.
" Dokter jangan bohong, anak saya sebelum nya baik-baik aja, kok bisa koma dokter kenapa? "
Ucap Bunda Intan sembari mengguncangkan bahu dokter itu. Ayah Fandi memeluk Bunda Intan untuk menenangkan nya.
" Terima kasih dokter "
__ADS_1
Ucap Ayah Fandi
" Sama-sama Pak, kalau begitu saya permisi dulu "
Ucap dokter perempuan itu kemudian berlalu pergi.
" Ayah gimana sih? Pasti dia boong kan? Kiara gak mungkin koma, pas tadi pulang sekolah dia baik-baik aja "
Ucap Bunda Intan dengan air mata yang mengalir deras.
" Ini kehendak Allah bunda, mendingan kita berdoa aja, ayo kita sholat isya tadi kita kan gak sholat maghrib "
Ucap Ayah Fandi yang di angguki Bunda Intan dan Axel.
*****
Sedangkan Kiara benar-benar merasa aneh, Kiara mendengar suara bunda nya yang memanggil nya.
Kiara berhenti sejenak, dia mengedepankan pandangan nya dan yang ia lihat hanya hutan.
Tapi dari mana asal suara itu? Batin Kiara.
" Kiara, ada apa? "
Tanya Nimas Rara Santang
" Aku mendengar suara Bunda, tapi di mana? "
Ucap Kiara sambil celingak-celinguk mencari asal suara itu.
" Tidak apa, itu arti nya kita hampir tiba "
Ucap Nimas Rara Santang.
Kiara menganggukkan kepala nya mengerti.
__ADS_1
" Sebaik nya kita cepat "
Ucap Nimas Rara Santang sembari melanjutkan langkah nya di ikuti Kiara.