
Setelah dokter memeriksa, dokter mengatakan jika Dafa harus rawan inap di rumah sakit.
Kiara dan Axel mengatakan pada ke dua orang tua nya agar pulang ke rumah dan membiarkan Kiara dan Axel yang menjaga Dafa di rumah sakit.
Awal nya Bunda Intan sempat menolak mengingat banyak nya sosok hantu yang tidak tau baik atau jahat, tapi Kiara mencoba menyakinkan jika ia akan baik-baik saja.
Bunda Intan pun lahir nya pulang bersama dengan Ayah Fandi dan akan kembali lagi ke rumah sakit besok siang.
Kini Kiara dan Axel sedang berada di ruangan Dafa, Kiara dan Axel Sudah merasakan hawa yang tidak enak saat itu.
"Kiara, hawa nya kok gak enak ya? " Tanya Axel sambil menoleh ke arah Kiara yang sibuk memainkan ponsel nya.
" Cuekin aja, gak usah di ladenin " Ucap Kiara dengan mata tak lepas dari benda pipih yang ia pegang.
Axel menganggukkan kepala nya pelan dan melihat Dafa yang sudah mulai tertidur dengan nafas ya teratur.
BAAAAARK!!!!!!
Tiba-tiba saja jendela di kamar rawat Dafa tertutup sendiri dengan suara yang keras.
Kiara sempat menoleh melihat hantu tanpa kepala , darah bercucuran deras dari leher hantu itu, sesekali beberapa belatung keluar dari leher hantu tanpa kepala itu.
Kiara hanya sekilas menoleh dan kembali mengalihkan pandangan nya pada layar ponsel milik nya.
Sedangkan Axel lebih memilih berpura-pura tidur agar tidak melihat hantu menyeramkan itu.
Hantu tanpa kepala itu melempar sesuatu kepada Kiara.
Kiara menangkap benda berbentuk bulat itu yang ternyata adalah seonggok kepala tanpa bola mata, dan juga bercucuran darah.
__ADS_1
"Apaan nih? " Tanya Kiara sambil menatap seonggok kepala itu.
Kepala itu menyeringai pada Kiara, Kiara melempar asal seonggok kepala itu dan kembali memainkan ponsel nya.
Kepala itu terlempar tepat keluar jendela membuat hantu tanpa kepala itu pun meloncat untuk mengambil kepala nya.
Srek
Srek
srek
Terdengar suara seretan rantai, Kiara dan Axel menajamkan indra pendengaran nya mencoba mendengar dari mana asal suara itu.
"Suara apaan tuh? " Tanya Axel sambil menghampiri Kiara yang duduk di sofa.
" Aduuh, kok rumah sakit horor amat sih? " Ucap Axel.
" Horor an mana sama kuburan? " Tanya Kiara
" Ya- ya kuburan lah " Ucap Axel.
" Nah, yaudah " Ucap Kiara
Srek
Srek
Srek
__ADS_1
Suara seretan rantai itu kembali terdengar namun kali ini suara seretan itu semakin dekat.
"Kiara, suara nya makin deket ya? " Tanya Axel
"Iya, jelas banget " Ucap Kiara sambil mematikan ponsel nya.
Mata gadis itu menjelajahi seluruh ruangan itu dengan pandangan tajam.
Kiara terdiam ketika merasakan aura ruangan itu tiba-tiba berubah.
"Astaghfirullah, apa lagi ini? " Ucap Kiara sambil menghela nafas nya panjang.
Kiara kembali menajamkan telinga nya tapi ia tidak mendengar suara apa-apa.
" Suara nya udah gak ada ya? " Tanya Kiara pada Axel, yang langsung di angguk oleh Axel.
Suara nya sih emang gak ada, tapi hawa nya kok jadi mencekam gini sih. Perasaan tadi baik-baik aja. Batin Kiara.
Gadis itu melihat jam di ponsel nya yang menunjukkan pukul 23.56 saat itu.
Hmmm, pantesan dari tadi banyak amat ternyata udah jam segini dong. Batin Kiara.
Srek
Srek
Srek
Lagi-lagi terdengar suara seretan rantai yang sama, suara itu sangat terdengar jelas seolah ada di balik pintu ruang rawat Dafa.
__ADS_1