Cerita Anak Indigo

Cerita Anak Indigo
Suasana Rumah Sakit


__ADS_3

" Apa maksud mu? " Tanya Laki-laki itu.


" Ada aura tertentu yang menyelimuti gadis itu, saya kesulitan ketika mendekati gadis itu " Ucap Hantu Rantai.


" Terserah, bagaimanapun cara nya kau singkirkan 2 remaja Pengganggu itu " Ucap Laki-laki itu.


Hantu Rantai pun hanya bisa menganggukkan kepala nya dan pergi dari harapan Laki-laki itu.


"Siapa sebenar nya gadis yang di maksud oleh dia? " Gumam Laki-laki itu.


******


Kiara masih sibuk menatap ponsel nya tanpa sadar jam sudah menunjukan pukul 4.09


" Udah jam segini aja, cepet banget " Gumam Kiara.


Kiara melihat Axel yang juga masih memandangi ponsel nya. Kiara dan Axel sepakat untuk tidak tidur agar bisa menjaga Dafa.


" Kamu gak sholat Axel? " Tanya Kiara


" Eh, emang udah jam nya sholat ya? " Tanya Axel yang di angguki oleh Kiara.


Axel pun bergegas ke kamar mandi mengambil wudhu dan bersiap sholat.


" Kamu gak sholat? " Tanya Axel


" Lagi gak bisa " Ucap Kiara


Axel mengerti maksud nya, ia pun akhir nya menunaikan sholat subuh.

__ADS_1


Sedangkan Kiara memilih keluar mencari udara segar.


Di lorong rumah sakit, Kiara sudah merasakan hawa yang membuat gadis itu merinding.


Kiara tidak memperdulikan nya, gadis itu berjalan dengan tenang melewati lorong rumah sakit yang sepi itu.


" Kiara "


Suara itu membuat Kiara menoleh, Kiara melihat Yurika yang berjalan mendekati nya.


" Kamu ngapain di sini? " Tanya Yurika sambil mendekati Kiara.


" Dafa sakit, jadi aku jagain dia bareng sama Axel " Ucap Kiara.


" Kalo kamu, ngapain ke sini? " Tanya Kiara.


" Itu sepupu aku sakit tifus jadi aku di sini nemenin dia " Ucap Yurika.


" Udah biasa " Ucap Kiara.


Belum tau aja, kamu Yurika dari kemarin malem tuh aku di teror mulu. Batin Kiara.


" Kamu mau kemana? Tumben berani? " Tanya Kiara.


" Mau beli sarapan, gak terlalu berani jalan aja aku masih nunduk " Ucap Yurika.


" Kamu mau kemana? " Tanya Yurika.


" Hmm, tadi nya mau nyari udara seger sih tapi kaya nya juga nyari sarapan deh " Ucap Kiara, beruntung ia masih membawa uang saat itu.

__ADS_1


" Bareng yuk, aku takut " Ucap Yurika.


" Hahaha, yaudah ayo " Ucap Kiara di sertai dengan tawa.


Yurika dan Kiara pun berjalan bersama melewati lorong rumah sakit itu.


Ada rasa lega di hati Yurika saat bertemu dengan Kiara, beruntung saat itu ia melihat Kiara jika tidak mungkin ia juga tidak akan mau berjalan ke lorong rumah sakit apalagi harus melewati kamar mayat.


******


Kiara dan Yurika berjalan bersama menikmati matahari yang perlahan-lahan mulai terbit, juga udara yang segar.


Langit yang gelap itu kini perlahan berubah menjadi terang dengan hawa hangat yang membuat badan menjadi lebih bersemangat.


" Mau beli apa ya? Kamu mau beli apa? " Tanya Kiara.


" Hmmm, kaya nya nasi goreng aja deh " Ucap Yurika.


" Yaudah, ayok kita cari nasi goreng " Ucap Kiara.


Setelah membeli nasi goreng ke dua gadis itu kembali ke rumah sakit.


" Kiara, sekolah kapan ya? " Tanya Yurika


" Hmm, besok sih kaya nya. Emang kenapa? " Tanya Kiara.


" Gak papah " Ucap Yurika.


Kedua gadis itu kembali melintasi lorong rumah sakit yang perlahan mulai ramai. Suster, dokter, petugas kebersihan dan pegawai di rumah sakit kini memulai pekerjaan mereka masing-masing.

__ADS_1


Yurika tersenyum melihat nya, beruntung ia tidak harus melewati lorong gelap lagi saat berpisah dengan Kiara.


__ADS_2