
Setelah Paman Maung memulihkan tenaga dalam Kiara, kini Kiara nampak berpikir sejenak.
"Paman, apakah Paman tau siapa yang memasang pagar ghaib saat Dafa ada di rumah sakit? " Tanya Kiara.
"Ibu mu lah yang memasang pagar ghaib itu." Ucap Paman Maung.
"Bunda? "
"Iya."
Kiara terdiam dan tak menjawab.
Tiba-tiba Nimas Rara Santang datang, Kiara yang melihat itu langsung bangkit berdiri dari duduk nya begitu juga Paman Maung.
"Bagaimana Kiara? " Tanya Nimas Rara Santang.
"Aku sudah bisa mengendalikan pedang nya." Ucap Kiara.
"Jika kau sudah bisa mengendalikan pedang nya maka senjata yang lain pasti bisa kau kendalikan. " Ucap Nimas Rara Santang yang hanya di angguk Kiara.
Nimas Rara Santang memejamkan mata nya dan dalam sekejap Kiara sudah berpakaian seragam sekolah rapih.
" Lebih baik kau kembali, dan ingat kau juga harus berhati-hati karena sekarang masih banyak siluman yang harus di kurung kembali."
"Baiklah."
Kiara kembali ke alam manusia bersama Paman Maung sedangkan Nimas Rara Santang masuk ke dalam tubuh Kiara.
Saat gadis itu keluar dari alam ghaib, posisi nya saat ini ada di dalam toilet perempuan.
Kiara bergegas keluar dari dalam toilet dan kembali ke masuk ke kelas nya.
__ADS_1
Saat masuk ke kelas nya Kiara langsung di sembur oleh Bu Fia yang adalah guru kimia nya.
"Kamu itu ke toilet apa kemana sih? Kok ke toilet aja sampe 1 setengah jam? " Bu Fia menatap Kiara dengan tatapan tajam.
"Duuh ibu Fia yang cantik, saya ke toilet kok gak kemana-mana, cuma saya mmmm.... nyasar. " Ucap Kiara.
Mampus, alesan ku payah banget sih... pasti bakal di suruh keluar deh. Batin Kiara.
"Nyasar? Cakep banget alasan kamu, Kiara sekarang kamu berdiri di lorong sampe jam pelajaran saya selesai." Ucap Bu Fia.
"Baik bu, siap bu. " Ucap Kiara yang langsung keluar dari kelas nya dan berdiri di lorong kelas.
Sepanjang jam pelajaran Bu Fia, Kiara hanya berdiri sambil mendengarkan materi yang di sampaikan Bu Fia di kelas.
Saat kemudian Vivi yang sedang berjalan sehabis dari ruang guru untuk melaporkan data murid-murid kelas nya melihat Kiara yang tengah berdiri di lorong kelas, Vivi langsung berjalan menghampiri Kiara.
"Kiara, kenapa kamu berdiri di sini? " Tanya Vivi.
" Eh ada Kak Vivi, aku lagi di hukum Kak, gara-gara bolos kelas 1 setengah jam. "Ucap Kiara.
Setau Vivi Kiara adalah murid yang cerdas, dia tidak mungkin bolos dari kelas.
" Sebener nya aku ke toilet terus aku lupa waktu jadi lama balik kelas nya. " Ucap Kiara, gadis itu Bingung harus beralasan apalagi.
Vivi tidak terlalu mengerti, tapi Vivi akhir nya menolong Kiara dengan mengatakan pada Bu Fia kalau Kiara membantu beberapa tugas OSIS bersama nya dan berkat Vivi, Kiara di perbolehkan kembali masuk kelas.
" Makasih Kak Vivi. "Ucap Kiara sambil memeluk Vivi. Vivi tersenyum dan membalas pelukan Kiara.
" Yaudah kalo gitu aku pergi dulu ya.. " Vivi kemudian pamit dari kelas Kiara kembali ke kelas nya, sedangkan Kiara duduk kembali ke kursi nya.
***
__ADS_1
Sepulang sekolah Kiara ingin langsung pulang dan tidak kemana-mana.
" Kiara, kenapa kamu telat masuk kelas? " Tanya Melly penasaran.
"Adalah pokok nya. " Balas Kiara.
" Besok pelajaran matematika, aku gak mau masuk. " Melly mengeluh.
Kiara jadi teringat kalau beberapa hari lalu buku tulis matematika nya ia tinggal di loker nya.
" Guys, aku ambil buku tulis mtk ku dulu ya di kelas, ketinggalan. " Ucap Kiara.
"Mau aku temenin? " Tanya Yurika.
"Gak papah, aku sendiri aja. " Balas Kiara.
***
Kiara kembali ke kelas nya dan melihat ada Raka yang tengah menaruh tumpukan buku milik murid-murid di meja guru.
"Lho Kiara, kamu belum pulang? " Tanya Raka sambil berjalan mendekati Kiara setelah meletakkan tumpukan buku di atas meja guru.
"Aku lupa ambil buku mtk. " Ucap Kiara sambil menunjukkan buku nya pada Raka.
" Kalo gitu aku mau pulang dulu, kamu mau bareng gak? " Tanya Kiara.
"Aku ada jadwal piket hari ini. " Ucap Raka.
"Oh oke kalo gitu. " Ucap Kiara yang ingin melangkah pergi namun tangan Kiara langsung di pegang oleh Raka.
"Ada apa? " Tanya Kiara sambil membalikan badan nya menatap Raka.
__ADS_1
Raka menatap dalam-dalam manik mata cokelat Kiara.
"Kiara nanti malam ada waktu gak? Kita jalan bareng yuk. "