Cerita Anak Indigo

Cerita Anak Indigo
Tidak Ikut Campur


__ADS_3

Kiara mengamati artikel-artikel itu dan menemukan sesuatu.


Semua nya berkaitan dengan Prabu Siliwangi, dan Kerajaan padjajaran.


Kiara menghela nafas panjang, dia tidak ingin meneruskan nya lagi. Lebih baik dia memilih untuk tidak mengganggu gugat urusan raja atau bahkan ibunda dari para raja-raja itu.


Karena terkadang rasa penasaran yang tinggi dapat membuat sebuah petaka yang sulit, terutama penasaran dengan raja dari alam ghaib.


Sungguh Kiara tidak ingin memikirkan apa yang terjadi jika dia berurusan dengan raja yang di segani di alam ghaib.


Kiara memilih untuk melupakan apa yang terjadi saat ini, meski ada yang janggal di pikiran Kiara.


" Hah, sudah lah "


Ucap Kiara kemudian berjalan menuju balkon kamar nya, menikmati angin sepoi-sepoi yang menyegarkan bagi nya.


Saat ini pikiran Kiara benar-benar semrawut seperti benang kusut yang sulit di atur.


Kiara benar-benar merasa putus asa sekarang. Sungguh, jika ada bintang jatuh mungkin Kiara akan meminta permintaan untuk menjadi anak normal yang biasa.


Tidak ingin ada bakat melihat hantu atau apapun itu, sekarang bahkan Kiara merasa seperti barang yang selalu di incar.


Meskipun Kiara tau bahwa tidak boleh mengeluh atas kelebihan yang Tuhan berikan, tapi Kiara tidak bisa melakukan ini, rasa nya berat, bahkan sekarang mungkin ia sudah tidak percaya kepada Wanita Bercaping atau Nimas Rara Santang.


Kiara mulai sadar dengan apa yang di katakan wanita dengan dress putih yang ia temui dulu.


Biarkan nanti waktu yang akan mengungkap segala nya


Seakan kata-kata itu terngiang-ngiang kembali di telinga Kiara.


Kiara tidak mau memikirkan itu lagi dan memilih melihat orang-orang yang Berlalu-lalang dari atas balkon kamar nya.


Tapi, Kiara melihat ada sosok yang memperhatikan nya dengan tatapan tajam.


Kiara tidak bisa menyebut nya sosok, karena dia berwujud manusia tapi aura nya seperti aura ingin membunuh.


Kiara akhir nya kembali masuk ke kamar nya dan menutup pintu balkon nya.


Sementara Wanita yang tadi melihat Kiara itu tersenyum sinis.


" Lihat saja nanti, aku akan mengambil raga mu "


Ucap Wanita itu kemudian menghilang dalam sekejap mata.


*****

__ADS_1


Di sisi lain Axel sendiri tengah melamun di atas tempat tidur nya.


Saat ponsel Axel berbunyi dan menyadarkan lamunan Axel.


Axel menatap ponsel nya.


" Lia "


Ucap Axel sembari menatap nama yang tertulis di atas layar ponsel nya.


Axel pun mengangkat nya.


" Assalamu'alaikum, Lia kenapa? "


Tanya Axel


" Axel tolongin kaka aku "


Ucap Lia dari sebrang sana


" Tolongin kenapa? "


Tanya Axel


" Kaka aku kejang-kejang, kaya nya dia kesurupan "


Ucap Lia


Ucap Axel kemudian mematikan telepon nya, lalu mengambil jaket nya dan bergegas ke kamar Kiara.


*****


Sedangkan Kiara sendiri sedang mengerjakan PR nya. Saat Axel langsung masuk tanpa permisi atau bahkan mengetuk pintu.


" Kenapa Axel? "


Tanya Kiara


" Kaka nya Lia, dia kesurupan "


Ucap Axel


Kiara langsung berdiri.


" Kita ke saja sekarang sekarang Kiara "

__ADS_1


Ucap Axel


Kiara menganggukkan kepala nya.


" Aku mau pake baju dulu, kamu siapin garem, tapi diem-diem awas kalo bangunin bunda sama ayah "


Ucap Kiara


Axel menganggukkan kepala nya dan berlalu pergi dari kamar Kiara.


Sedangkan Kiara langsung memakai sweater nya dan mengambil uang serta ponsel nya.


*****


Kiara turun ke lantai bawah dan melihat Axel.


" Ayok "


Ucap Kiara


" Oke "


Ucap Axel sembari mengikuti Kiara.


*****


Axel dan Kiara sampai di rumah Lia, di sana sudah banyak orang yang berusaha menenangkan kaka Lia yang kesurupan.


Kiara dan Axel langsung menyerobot dan melihat sosok perempuan berambut panjang dengan tawa melengking.


Ya, sudah bisa di pastikan sosok itu adalah kuntilanak, tapi kuntilanak itu bukan memakai daster putih melainkan hitam.


Kaka dari Lia menatap tajam ke arah Kiara. Lia mendekati Axel dan Kiara.


" Kok, bisa jadi kaya gini? "


Tanya Axel


" Kaka aku Mona dia bilang sering ketindihan, terus waktu aku samperin dia ke kamar nya dia udah cekikikan gitu, abis itu teriak-teriak sampe ngundang perhatian warga. "


Kata Lia


Kiara maju mendekati Mona, Mon menatap tajam ke arah Kiara.


" BERIKAN AKU GELANG ITU!!!! "

__ADS_1


Teriak Mona yang sedang di rasuki oleh kuntilanak hitam


__ADS_2