
" Kau " Hantu perempuan itu menunjuk pada Kiara dengan tatapan tajam.
Kiara tersentak, tatapan tajam menusuk yang di berikan pada nya dengan aura merah pekat kehitaman.
Kiara, segera keluar dari tempat itu.
Tiba-tiba saja terdengar suara di kepala Kiara.
Suara ini, Nimas Rara Santang? Batin Kiara.
"Axel, aku keluar dulu, biar di ikutin aku. " Ucap Kiara.
" Apa maksud kamu? " Tanya Raka.
" Nanti aja aku jelasin nya, yang jelas jangan ada yang ikutin aku. " Ucap Kiara yang langsung berlari keluar dari kelas itu.
"Mau kemana kau?!!! " Hantu itu langsung keluar dari tubuh siswi itu dan mengejar Kiara.
" Lho.. hantu nya mau kemana! " Yurika kaget ketika hantu itu langsung pergi setelah Kiara keluar dari kelas itu.
" Nanti aja urusin hantu itu, sekarang kita urus dulu kerumunan ini, kita harus tenangin dulu. " Ucap Raka yang langsung mengambil tindakan cepat.
Kiara, aku gak tau apa yang mau kamu lakuin tapi semoga aja kamu gak papah, aku cuma bisa bantu ini doang. Batin Raka.
****
__ADS_1
Kiara berlari ke belakang sekolah tak lama setelah itu hantu itu juga mengejar nya.
" Kenapa kau mengikuti ku? " Tanya Kiara
" Aku di perintahkan untuk membunuh mu agar kau tidak mengganggu rencana tuan ku. " Ucap hantu itu dengan tatapan tajam.
" Siapa tuan mu? " Tanya Kiara.
" Kau tidak perlu tau itu. " Ucap hantu itu sambil melompat menyerang Kiara.
Melihat itu Kiara memejamkan mata nya dengan tenang dan mengeluarkan ilmu kanuragan nya membuat sosok itu langsung terpental.
" Aku tanya sekali lagi, siapa tuan mu? " Tanya Kiara.
Hantu itu tidak menjawab, ia malah kembali bangun dan melesat menyerang Kiara.
Petir mulai bergemuruh, seiring dengan aura besar yang menyelimuti Kiara.
Sebuah pedang muncul di tangan Kiara,tatapan gadis itu menajam menatap sosok hantu perempuan yang melesat menyerang nya.
Kiara mengarahkan pedang nya ke arah hantu itu dan bergerak dengan cepat.
Dalam sekejap hantu itu berubah menjadi abu tanpa bisa melakukan apa-apa.
" Hufftt.. selesai juga. " Ucap Kiara yang kemudian mengubah pedang itu kembali menjadi cahaya dan menghilang perlahan.
__ADS_1
" Sebenar nya siapa tuan yang dia maksud? " Lirih Kiara.
" Mungkin saja orang yang sama yang mengambil nyawa teman mu itu. " Terdengar suara dari belakang Kiara.
Tanpa Kiara menoleh juga ia sudah tau kalau suara itu adalah Nimas Rara Santang.
" Orang yang sama? " Tanya Kiara sambil membalikan badan nya.
" Apa maksud nya orang yang sama yang membunuh Melly? " Tanya Kiara.
"Ya." Ucap Nimas Rara Santang.
Kiara terdiam sejenak..
" Kira-kira siapa itu? apakah dia masih murid sekolah ini? " Tanya Kiara.
" Ya, aura gelap yang aku dan kau rasakan di tempat ini juga pasti berasal dari dia, mungkin saja dia mencoba untuk mencari tumbal baru di sekolah ini. " Ucap Nimas Rara Santang.
" Kita tidak bisa membiarkan itu terjadi bukan? aku tidak mau kejadian itu kembali terulang lagi." Ucap Kiara.
"" Kalau begitu secepat mungkin kita harus menemukan siapa dalang di balik semua ini. " Ucap Nimas Rara Santang.
" Nimas, apa kau merasakan roh teman ku? aku tidak melihat nya sejak setelah kematian nya 7 bulan yang lalu. " Ucap Kiara.
Nimas Rara Santang menggeleng.
__ADS_1
" Mungkin saja roh nya terjebak dalam suatu tempat atau sudah kembali ke tempat yang seharusnya. " Ucap Nimas Rara Santang.