Cerita Anak Indigo

Cerita Anak Indigo
Masa Lalu Axel


__ADS_3

"Iya sih, tapi kemampuan itu muncul tiba-tiba gitu aja " Ucap Axel mengingat kemampuan nya yang mulai muncul saat ia berada di SMP.


*****


FLASH BACK


Di sekolah menengah, seorang pemuda kini tengah duduk di bangku kelas di pojok.


Pemuda itu hanya memperhatikan teman-teman nya yang saling mengobrol, tertawa, bergosip dan lain nya.


Saat ini kepala pemuda itu terasa pusing, telinga yang terus menerus berdengung membuat pemuda itu merasa kesakitan.


Axel menghela nafas nya ketika kepala nya kalau bertambah sakit.


Ia pergi ke luar dari kelas nya untung saja saat itu masih jam istirahat, Axel pun berjalan menuju toilet.


Ia membasuh wajah nya sambil menahan rasa pusing yang teramat sangat di kepala nya.


sejak kecelakaan yang menewaskan kedua orang tua nya itu, Axel jadi bisa melihat makhluk halus. Ia sangat takut, bicara pada orang lain tapi mereka sama sekali tidak percaya melainkan mengatakan diri nya gila atau berhalusinasi.


Axel berjalan pergi ke belakang sekolah, di belakang sekolah terdapat sebuah gudang dan juga pohon mangga yang rindang dan teduh, Axel lebih baik pergi ke tempat itu dari pada harus menetap di dalam kelas yang menurut nya berisik.

__ADS_1


Axel bersandar di bawah pohon mangga yang rindang, rasa nya damai sekali.


Sejenak Axel memejamkan mata nya menikmati semilir angin lembut.


Sampai ia mendengar suara parau perempuan yang meminta tolong.


Axel tersentak, pemuda itu menoleh ke kanan dan ke kiri, tidak ada siapa pun.


Axel menghela nafas nya panjang, baru saja ia merasa tenang sebentar dan rasa pusing di kelapa nya mereda, tapi sekarang rasa pusing itu makin menjadi-jadi karena suara parau perempuan itu.


" Siapa? " Tanya Axel sambil memegangi kepala nya yang makin terasa pusing.


Sosok perempuan dengan tubuh yang basah dan lembab, bau anyir sangat tercium jelas, kulit yang keriput seperti terlalu lama di dalam air, dan ada sebuah pisau yang menancap tetap di dada kanan nya.


Axel menelan ludah nya melihat sosok perempuan itu.


"Tolong "


Perempuan itu kembali meminta pertolongan dengan suara yang parau.


Sosok perempuan itu berjalan mendekati Axel secara perlahan-lahan, Axel ingin sekali kabur pada saat itu namun tubuh nya sama sekali tidak bergerak, tenggorokan nya seperti tercekat saat ingin mengeluarkan suara, kepala nya juga makin terasa sakit seperti ada banyak jarum yang menusuk kepala nya.

__ADS_1


" Tolong aku " Ucap sosok perempuan itu sambil mencekram tangan Axel, seketika itu pandangan nya mulai buram, kepala nya mulai merasakan sakit yang luar biasa, sampai pandangan Axel pun akhir nye menggelap.


Ngiiiiiingggg


Axel terbangun ketika mendengar suara yang membuat telinga nya sakit.


Ia baru sadar kalau sekarang ia bukan berada di belakang sekolah namun di depan rumah yang minimalis.


Axel berdiri kemudian berjalan ke sekitar rumah berukuran minimalis itu.


Ia sempat melihat ada anak perempuan dengan rambut panjang, kulit sawo matang, hidung yang mancung, dan juga senyum yang manis sedang berjalan masuk ke rumah itu.


Axel mengejar perempuan itu berniat untuk bertanya ada di mana dia sebenar nya saat ini.


Namun saat Axel ingin bertanya pada gadis itu, tubuh malah menembus tubuh gadis itu, seakan ia ada di alam lain saat ini.


Deg


Axel sudah berpikiran macam-macam saat tau ia tidak bisa menyentuh gadis itu.


Axel berpikir, apakah dia sekarang sudah mati?

__ADS_1


__ADS_2