Cerita Anak Indigo

Cerita Anak Indigo
Bukan Penakut


__ADS_3

" Kiara seperti nya sampai sini dulu pertemuan kita ya Assalamu'alaikum " Ucap perempuan. itu kemudian dalam sekejap mata semua nya kembali normal.


" Walaikumsalam " Ucap Kiara.


Gadis itu kini termenung di belakang sekolah sampai ada sebuah suara yang mengejutkan nya.


" Kiara, kamu ngapain sih ke sini? " Ucap Raka sambil berjalan mendekati Kiara.


" Gak ngapain-ngapain kok " Ucap Kiara sambil berlalu pergi meninggalkan Raka sendiri.


" Kiara, rasa nya susah banget sih buat dapetin lu " Gumam Raka lalu mengikuti langkah Kiara.


Tanpa Raka sadari Nyi Tusta mendengar gumaman dari lelaki tampan itu, lalu menyeringai.


" Mungkin aku bisa memanfaatkan nya " Ucap Nyi Tusta.


" Aaaah, tapi aku harus menyembuhkan luka ku dulu " Ucap Nyi Tusta kemudian menghilang.


******


Kiara, Yurika,Raka, dan Rama kini berasa di UKS menemani Axel dan Melly yang sudah sadar dari pingsan nya.


" Udah baikan Mell? " Tanya Kiara


" Udah, tapi masih agak sakit leher aku " Ucap Melly.


" Kamu mau aku anterin pulang? " Tanya Kiara

__ADS_1


" Gak usah, kan yang sakit leher aku bukan kaki aku, lagi pula aku bisa minta sopir buat jemput aku " Ucap Melly sambil tersenyum pada Kiara.


" Kalo kamu Axel? " Tanya Yurika


" Aku udah gak papah " Ucap Axel.


" Ouh, syukur lah kalo begitu " Ucap Yurika di sertai helaan nafas lega.


" Jadi mau pulang sekarang? " Tanya Kiara


" Ayo " Ucap Melly dan yang lain nya.


" Sopir aku udah jemput di depan sekolah " Ucap Melly.


" Sekolah di tunda karena ada mayat di gudang sekolah, padahal sebenar nya pelaku nya makhluk ghaib " Ucap Axel.


" Udah gak usah di bahas, ayo sekarang kita pulang " Ucap Kiara


Mereka sempat melewati pohon beringin, Kiara dan Axel berjalan dengan santai sedangkan Yurika malah mematung di tempat dengan menundukkan kepala nya.


Hal itu membuat Kiara dan yang lain nya ikut berhenti dan mendekati Yurika.


" Ayo Yurika jalan " Ucap Kiara smbil menarik tangan Yurika.


" Aku takut " Ucap Yurika yang kini masih menundukkan kepala nya.


" Gak papah kok " Ucap Axel

__ADS_1


" Gak gak mau, mereka serem " Ucap Yurika


Axel dan Kiara saling bertatapan kemudian tertawa bersama.


" Hahahahha, jadi menurut kamu hantu itu serem ya " Ucap Kiara


" Ya iyalah, wujud nya serem gitu " Ucap Yurika kesal.


" Terus kenapa kalian ketawa? " Tanya Yurika


" Gak papah, Yurika kamu penakut banget sih " Ucap Axel.


" Apa kamu bilang? " Ucap Yurika dengan nada kesal.


" K-A-M-U P-E-N-A-K-U-T " Ucap Axel dengan mengeja kata-kata kepada Yurika.


" Bodo amat, yang jelas hantu itu serem " Ucap Yurika.


" Kata siapa? " Tanya Axel


" Ya kata aku lah " Ucap Yurika


" Emang kamu punya bukti kalo hantu itu serem? " Tanya Axel


" Itu tuh bukti nya " Ucap Yurika yang kini berani menunjuk sosok pocong dengan muka yang hancur dan kain kafan yang lusuh.


" Hmmm keliatan biasa aja sih buat aku " Ucap Axel dengan sombong nya.

__ADS_1


" Ka... kalo gitu yang itu " Ucap Yurika yang kini menunjuk hantu laki-laki dengan kepala yang hampir lepas dari tubuh, darah mengucur deras dari leher hantu itu, kaki nya yang remuk, dan juga baju yang penuh dengan bercak darah.


Yah, tanpa sadar Yurika berani melihat hantu-hantu yang ada di pohon beringin itu bahkan menunjuk nya.


__ADS_2