
" Ah.. bagaimana kalau mengajak Raka dan juga Rama, apakah boleh? " Tanya Yurika.
" Ya, ajak saja mereka. " Ucap Axel lagi.
" Oke, kalau begitu temani aku, ayo.. kita ke kelas Raka dan juga Rama. " Ucap Yurika sambil menarik tangan Axel yang hanya mengikuti nya dengan pasrah.
****
Di sisi lain, Kiara sedang memakan bubur putih dan juga air putih juga buah pepaya yang sudah di potong.
" Ah, tubuh ku mulai bisa bergerak, tapi tetap saja berat. " Ucap Kiara.
" Kalau begitu, lebih baik istirahat saja dulu, dan jangan memikirkan hal lain. " Ucap suara seorang perempuan yang terdengar di telinga Kiara.
Kiara menajamkan pandangan nya, di lihat nya sekitar kamar nya, kosong..
Lalu suara siapa itu?
__ADS_1
Suara nya bukan seperti suara Mira atau Kila..
Suara nya lembut namun juga membuat merinding, tapi Kiara seperti nya kenal suara itu.
" Aku di sini, Kiara.. " Suara itu lagi-lagi terdengar di telinga Kiara, tapi kali ini di sertai dengan hembusan angin lembut, seolah suara itu ingin menunjukan wujud nya.
Kiara melihat ke arah samping pojok kamar nya,di dekat lemari nya.
Secara perlahan hantu perempuan yang sangat Kiara kenal, yang sangat ingin Kiara temui.
" Melly? "
Kiara diam termangu, sosok di depan nya ini adalah sahabat nya, sahabat yang meninggal karena diri nya, saat ini berada di depan nya dengan piyama tidur.
" Kamu? Beneran Melly? Bener-bener Melly? Ini nyata kan? " Kiara menatap mata Melly yang juga menatap nya.
" Iya, ini aku, tapi dalam wujud nya berbeda. " Ucap Melly lembut.
__ADS_1
" Melly, aku minta maaaf.. kamu meninggal gara-gara aku, aku ceroboh.. aku minta maaaf.. aku selalu kepikiran.. aku takut.. " Kiara langsung mengungkapkan semua isi hati nya pada Melly sambil menangis.
" Sssshh, ini bukan salah kamu, ini semua udah takdir aku, aku gak papah, kamu tenang aja ya.. aku gak pernah nyalahin kamu atau orang lain atas kematian aku, jadi kamu gak perlu minta maaf.. " Ucap Melly lagi.
Kiara tidak menjawab, Kiara mencoba perlahan menyentuh tangan Melly yang dingin, dan Kiara bisa menyentuh nya.
Melly pun juga cukup terkejut akan hal itu.
Melly langsung memeluk Kiara yang juga di balas oleh pelukan yang erat dari Kiara.
" Ini semua bukan salah kamu okey? ini semua sudah takdir.. " Lirih Melly sambil masih memeluk Kiara.
Setelah tenang dan menghapus air mata nya, Kiara menatap lagi Melly, kali ini dengan lekat.
" Kenapa kamu baru datang sekarang? " Tanya Kiara.
" Aku juga gak tau, aku tiba-tiba saja terpanggil ke sini, sebelum nya anak-anak yang sempat datang kemari lah yang ku tuntun untuk ke rumah kamu dan aku mengikuti mereka secara diam-diam. " Jelas Melly.
__ADS_1
" Apa kamu tau? Sudah 7 bulan sejak sepeninggal kamu, aku benar-benar merasa bersalah, maafkan aku, aku memang tidak berguna, karena aku, kamu jadi meninggal seperti ini. " Ucap Kiara menundukan kepala nya.
" Sudah lah, aku tidak dendam, lagi pula kamu itu sahabat aku, aku gak pernah nyalahin kamu atau siapa pun, aku terima takdir ku ini dengan ikhlas." Ucap Melly sambil menggengam tangan Kiara lembut.