
"Siapa cewe yang ku suka? " Tanya Rama
" Gue gak mau kasih tau " Ucap Raka
Sebenar nya Rama sudah tau siapa perempuan yang di sukai oleh Raka, tapi Rama ingin sedikit bermain-main dengan Raka dulu.
" Hmm, yaudah yang jelas semoga lu gak suka sama Kiara " Ucap Rama.
" Loh kenapa? " Tanya Raka dengan sedikit membentak.
" Karena gue suka sama Kiara, kan lu gak mau bilang siapa cewek yang lu suka, jadi gue aja yang bilang siapa cewek yang gue suka " Ucap Rama yang berusaha menahan tawa nya melihat reaksi Raka yang seperti ingin menghajar nya itu.
" Kenapa reaksi lu kaya gitu? " Tanya nya
Raka tidak menjawab ia memilih untuk pergi meninggalkan Rama sendiri. Ada rasa kesal dalam hati nya mendengar ucapan Rama.
Rama sendiri hanya tersenyum melihat reaksi dari Raka.
******
Di sisi lain, Kiara kini tengah membaca buku pelajaran nya dan memeriksa tugas-tugas sekolah nya di kamar nya.
Kiara sempat menoleh ke jam dinding yang menunjukkan pukul 16.30
" Cepet banget sih, perasaan tadi baru jam 12.00 " Ucap Kiara.
Gadis cantik itu kini menutup buku nya dan merapihkan meja belajar nya lalu keluar dari kamar nya.
Di lihat nya Dafa tengah bersama dengan Axel sedang menonton kartun di TV.
" Udah pada sholat belum? " Tanya Kiara
" Udah dong Kak Kiara " Ucap Dafa
" Kamu dari pagi di kamar mulu. sakit? " Tanya Axel lagi.
" Enggak, aku cuma periksa ada tugas atau enggak " Ucap Kiara.
__ADS_1
" Dafa udah mandi ? " Tanya Kiara yang mendapat gelengan dari Dafa.
" Mandi sana, udah jam segini loh " Ucap Kiara
" Iya Kak, ayo Kak Axel kita mandi " Ucap Dafa sambil menarik tangan Axel, Axel hanya menganggukkan kepala nya dan mengikuti Dafa menuju kamar nya itu.
Sedangkan Kiara memilih untuk duduk di ruang TV sambil memainkan ponsel nya.
20 menit kemudian, Dafa sudah selesai mandi dan langsung menghampiri Kiara yang tengah memainkan ponsel nya itu.
" Kak Kiara " Ucap Dafa sambil duduk di pangkuan Kiara.
" Udah mandi? " Tanya Kiara sambil menutup ponsel nya.
" Udah dong, udah wangi " Ucap Dafa
" Yaudah, sekarang siap-siap sholat yuk " Ucap Kiara yang di angguki oleh Dafa dan Axel.
Setelah menyelesaikan sholat magrib, Kiara langsung membaca Al-Quran nya.
Setelah selesai, Kiara merasa tenang dan damai, tadi nya pikiran Kiara sudah seperti benang yang kusut tapi sekarang Kiara merasa lega.
*****
Sementara itu di rumah besar, terlihat seorang gadis cantik tengah duduk di atas tempat tidur nya sambil membaca buku-buku pelajaran.
" Melly, udah sholat belum nak? " Tanya sang mama kepada anak tunggal nya itu.
" Belum mah, sebentar " Ucap Melly yang masih sibuk dengan buku nya.
" Sayang, dari sholat magrib kamu ngomong sebentar mulu loh, sekarang waktu sholat isya buruan sholat sana nak " Ucap sang Mama kepada Melly.
" Iya mah, sebentar lagi ini " Ucap Melly
" Yaudah, mama tinggal ya, jangan lupa sholat isya " Ucap sang mama kemudian meninggalkan putri tunggal nya itu.
Tapi sampai pukul 21.00 pun Melly tak kunjung melaksanakan sholat isya.
__ADS_1
Melly merasa sedikit mengantuk, ia kemudian membersihkan buku-buku pelajaran nya dari atas tempat tidur.
Melly membuka ponsel, ingin bermain lebih jauh dengan benda pipih itu sebelum akhirnya rasa kantuk menyerang mata.
Melly bergelung di bawah selimut, memeluk guling yang nyaman itu. Perlahan Melly memejamkan mata.
Eh?
Bau apa ini?
Melly mengendus, mencium bau pandan yang menyeruak hebat di dalam kamarnya.
Sejak kapan ada pandan di kamar ku? batin Melly
Melly dengan malas membuka mata.
Aih, bau ini begitu, menganggu pernapasanku. Batin nya lagi.
Melly duduk ditepi kasur dengan gontai, berniat untuk minum air.
Setelah minum air Melly pun kembali ke kasur, lalu tidur, lagi. Bau pandan itu semakin parah. Seolah bau itu berada di dekat nya.
Melly menutup hidung dengan guling nya,.tetap berpikir positif bahwa bau pandan itu dari musang pandan yang mungkin ada di atap. Melly berpikir harus menyuruh Mang Nanang memeriksa atap.
Percuma, guling milik Melly yang wangi bahkan tak mampu mengalahkan bau tak sedap ini. Melly kesal, ingin tidur pun susah banget.
“Bau banget sih, bikin mual aja,” Ucap Melly kesal. Musang nya ada berapa sih? Satu? Dua? Kenapa bisa bau banget? Ucap Melly lagi.
Melly hendak memejamkan mata lagi saat Melly merasakan bulu kuduknya meremang. Pikiran gadis itu mulai kalot.
" Berpikir positif Melly, jangan mikir yang macem-macem " Batin Melly
Hawa dingin menusuk leher Melly, Seakan belum cukup membuat gadis itu merasa ketakutan, Melly merasakan sesuatu yang memperhatikan nya dari jauh.
Melly berusaha untuk tidak peduli dan menutup seluruh tubuh dengan selimut. gadis itu seolah ingin mati dari dunia ini ketika selimut nya ditarik paksa dan melihat sosok tinggi seperti guling yang tersenyum lebar, wajah berdarah, bernanah, dan belatung dimana mana.
Sosok itu tersenyum begitu lebar, seolah-olah merobek wajahnya sendiri.
__ADS_1