Cerita Anak Indigo

Cerita Anak Indigo
Sejarah


__ADS_3

Kiara yang masih diam mematung melihat perempuan tua itu, tiba-tiba tangan Kiara langsung di tarik oleh seseorang dari belakang.


Kiara di tarik sampai ke dalam hutan, setelah itu cengkaraman tangan itu terlepas.


" Nimas Rara Santang " Ucap Kiara ketika melihat orang yang menarik nya adalah Nimas Rara Santang.


" Apa sebenar nya ini? " Tanya Kiara


" Kiara, perempuan tua yang tadi kau lihat adalah Lampir. " Ucap Rara Santang


" Lampir? Nenek Lampir? " Tanya Kiara


" Iya, dia selalu berambisi ingin menghancurkan segala keturunan ku dan ayahanda " Ucap Rara Santang.


" Kenapa? " Tanya Kiara


" Setiap keturunan dari suatu kerajaaan tertentu di mata para siluman mereka adalah keturunan darah biru " Ucap Rara Santang.


" Tapi kenapa cuma kamu sama ayahanda mu saja? " Tanya Kiara


" Karena, kerajaan padjajaran adalah salah satu kerajaan yang makmur dan tentram terdahulu " Ucap Rara Santang


" Apa hubungan nya? " Tanya Kiara lagi


" Kenapa kerajaan padjajaran adalah kerajaan paling makmur karena kami mengurung para siluman ke dalam bawah tanah " Ucap Rara Santang.


" Apa Jangan-jangan jurang itu? " Tanya Kiara


" Iya, kurang itu adalah tempat di mana kami mengurung para siluman " Ucap Rara Santang


" Tunggu dulu, jika aku keturunan campuran maka salah satu dari orang tua ku itu pasti keturunan kerajaan padjajaran? " Tanya Kiara


" Iya, ayah mu adalah keturunan dari ayahanda " Ucap Rara Santang

__ADS_1


" Berarti bunda? " Tanya Kiara lagi


" Ibu mu adalah keturunan dari Ratu Kencana Wungu " Ucap Rara Santang


" Ratu Kencana Wungu? " Tanya Kiara


" Ratu Kencana Wungu adalah Ratu dari kerajaan Majapahit " Ucap Rara Santang


" Dan kamu adalah penengah antara dua kerajaan itu " Ucap Rara Santang


" Tunggu apa maksud nya penengah? " Tanya Kiara


" Apakah kerajaan padjajaran dan kerajaan Majapahit pernah saling menyerang? " Tanya Kiara lagi.


" Iya, sebelum nya kerajaan Majapahit Bersama dengan kerajaan Singasari pernah menyerang kerajaan padjajaran " Ucap Rara Santang


" Tapi kemenangan berasa di kerajaan padjajaran " Ucap Rara Santang


" Bagaimana dengan kerajaan Majapahit? " Tanya Kiara


" Bagaimana bisa? Apa saat itu masih masa kepemimpinan Ratu Kencana Wungu? " Tanya Kiara


" Bukan, itu bukan masa kepimpinan Ratu Kencana Wungu. Sebelum perang itu terjadi Ratu Kencana Wungu sudah wafat terlebih dahulu " Ucap Rara Santang.


" Jadi pasti ada sebuah tugas besar bukan? " Tanya Kiara dengan hati-hati.


" Ya, kau harus bisa mengurung para siluman itu kembali ke bawah tanah " Ucap Rara Santang.


" Bagaimana bisa? Mereka bisa saja berjumlah puluhan atau bahkan ratusan " Ucap Kiara


" Jangan khawatir, kau tidak akan sendiri. " Ucap Rara Santang.


" Aku akan tetap membantu mu begitu juga dengan Paman Maung " Ucap nya lagi.

__ADS_1


" Lalu bagaimana dengan senjata-senjata itu? " Tanya Kiara.


" Kau bisa mengendalikan nya, karena energi mu sama dengan energi ku jadi kau bisa mengendalikan nya dengan baik " Ucap Rara Santang.


" Begitu ya " Gumam Kiara.


Rara Santang memejamkan mata nya dan mengeluarkan cahaya emas lalu mengarahkan kepada Kiara dan menghilang.


" Keluarlah, tidak perlu sembunyi lagi " Ucap Rara Santang.


Seorang perempuan cantik dengan dress putih itu berjalan mendekati Rara Santang.


" Kau terlalu membebani nya " Ucap perempuan cantik itu.


" Bukan kah dia dan diri mu sama Kiara " Ucap Rara Santang.


" Aku tau, tapi dia itu diri ku di umur 14 tahun sedangkan aku berumur 17 tahun " Ucap Perempuan cantik itu yang ternyata adalah Kiara.


" Apa masalah nya? " Tanya Rara Santang


" Entahlah, dulu aku sangat terpukul saat kehilangan dia, apakah aku yang dulu bisa menghadapi nya? " Tanya Kiara


" Aku yakin dia bisa, jika tidak bisa tidak mungkin bisa bisa bertambah kuat seperti mu bukan? " Tanya Rara Santang.


" Iya, hanya saja aku yang dulu itu harus menerima sebuah pukulan besar nanti nya " Ucap Kiara


" Apakah kau tidak terlalu menghawatirkan nya? " Tanya Rara Santang.


" Aku menghawatirkan diri ku sendiri, memang nya salah? " Ucap Kiara kesal


" Sudahlah, lebih baik sekarang ku pergi " Ucap Rara Santang.


" Baiklah, kalau begitu kau juga pergi " Ucap Kiara yang di angguki oleh Rara Santang.

__ADS_1


Kiara dan Rara Santang pun menghilang secara bersamaan.


*****


__ADS_2