
Sedangkan Lia, wajah gadis itu nampak datar, ia sudah tau dari awal kalau memang Melly bukan manusia, sikap nya yang aneh serta cara nya yang muncul tiba-tiba memperkuat dugaan Lia kalau sebenar nya Melly itu bukan manusia.
" Ja- jadi selama ini Kak Melly itu hantu? " Aretha benar-benar tidak percaya, ia sama sekali tidak menyangka, memang Melly terlihat pucat tapi penampilan Melly benar-benar terlihat seperti manusia pada umum nya.
" Kak, itu di lantai atas ada apa? " Tanya Lia sambil mata nya terfokus ke lantai atas, campuran aura terlihat sangat jelas, sangat kuat.
Axel langsung menoleh ke atas, di atas tepat di jendela kamar Kiara, sudah terlihat bentrokan aura.
Apa yang terjadi? Sedari tadi Kiara tidak keluar dari kamar? Apa terjadi sesuatu? Batin Axel.
" Kak, saran aku lebih baik, kaka samperin deh yang ada di dalam sana, dari pada nanti kenapa-napa. " Ucap Lia, gadis itu tau aura itu bukanlah aura positif melainkan energi negatif.
Axel kini menatap ke arah Lia.
" Kamu bisa melihat itu? " Tanya Axel.
" Aku yakin bukan cuma aku yang bisa melihat itu kan.. " Ucap Lia sambil menoleh ke arah Rafi dan juga Arya yang juga sedang menatap nya.
" Hmmmm, dan juga lebih baik jangan sendiri ke sana, takut nya kaka juga kena aura negatif itu. " Balas Lia.
" Kalau gitu lebih baik kalian juga ikut ke dalam. " Ucap Axel, ia juga merasa perkataan Lia ada benar nya, dan juga Axel juga bisa merasakan kalau gadis di depan nya ini bukan lah gadis biasa.
Akhir nya Axel dan juga Lia serta Arya, Rafi dan Aretha masuk ke dalam dan pergi ke kamar Kiara.
Saat sampai di depan kamar Kiara, keringat dingin menetes dari dahi Lia, gadis itu berusaha untuk tetap tenang menghadapi aura negatif yang menusuk.
__ADS_1
Axel mengetuk pintu kamar Kiara dengan pelan.
Tok
Tok
Tok
Tok
" Kiara, kamu ada di dalam? " Tanya Axel.
Hening..
Tidak ada balasan dari dalam kamar.
" Kak, buka aja. " Ucap Lia tanpa ragu-ragu.
Axel kemudian langsung menatap Lia, gadis yang di tatap hanya memberikan anggukan kepala saja.
Axel akhir nya membuka pintu kamar Kiara.
Tapi baru juga Axel menyentuh gagang pintu, pintu kamar itu sudah terbuka dan menampilkan Kiara dengan wajah cukup pucat dan tubuh yang penuh keringat.
" Kiara, kamu gak papah? " Tanya Axel sambil menatap ke arah Kiara.
__ADS_1
Kiara hanya bisa menggelengkan kepala nya pelan, gadis itu tidak sanggup bicara saat ini.
" Kaka yakin gak papah? " Kali ini Lia yang bertanya sambil menatap lekat mata Kiara.
Pandangan Kiara langsung menoleh ke arah Lia, ketika kedua nya saling bertatapan Lia langsung bisa melihat apa yang terjadi meski hanya sekilas.
Lia hanya melihat kalau Kiara berhadapan dengan sosok besar mengerikan.
Sosok apa itu? Aku baru pertama kali melihat nya. Batin Lia.
" Kalian kalo gak salah yang waktu itu ketemu di supermarket kan ya? " Ucap Kiara mengalihkan pembicaraan meski dengan suara yang pelan.
" Iya kak. " Ucap Lia.
Kemudian Kiara dan juga Lia serat yang lain nya pergi ke ruang tamu, Lia mengatakan maksud tujuan nya.
" Kalian tau dari mana letak rumah ku? " Tanya Kiara.
Axel langsung menatap ke arah Kiara.
" Kiara. " Panggil Axel.
Mata Kiara langsung mengarah ke arah Axel.
" Melly, mereka di antar ke sini sama Melly. " Ucap Axel.
__ADS_1
" Apa?! "