Cerita Anak Indigo

Cerita Anak Indigo
Siluet Hitam


__ADS_3

Kiara menghela nafas nya sambil menatap langit biru yang terbentang luas, lalu Kiara bangun dan berusaha mengatur nafas nya, ia kemudian berjalan mendekati Paman Maung.


"Paman, apa sekarang aku boleh mencoba pedang api itu? " Tanya Kiara.


" Jika memang kau sudah siap kau boleh mencoba untuk menaklukan pedang api itu. " Ucap Paman Maung.


Kiara menganggukkan kepala nya dan mulai mengeluarkan pedang api itu, pedang api itu langsung melayang dan melancarkan serangan dan hampir saja menusuk Kiara, jika Kiara tidak bergegas menghindar.


Pedang api itu terus melancarkan serangan agar Kiara tidak sempat mengeluarkan tenang dalam nya, namun Kiara menghindari serangan demi serangan yang di lancarkan oleh pedang itu, sampai akhir nya Kiara berhasil menangkap pedang itu dan dengan cepat menyelimuti pedang itu dengan aura nya.


Sangat sulit, Kiara benar-benar merasakan tubuh nya yang terbakar karena mencoba menahan aura dari pedang itu, tapi Kiara tidak menyerah, di genggam nya erat pedang itu sambil terus mengeluarkan aura nya. Pedang itu terus menerus mencoba melawan bahkan mencoba menusuk Kiara berkali-kali, namun gadis itu tentu tidak akan membiarkan tubuh nya di tusuk macam sate, ia tetap menahan pedang itu dengan sekuat tenaga.


Paman Maung melihat Kiara yang benar-benar sangat mirip dengan Prabu Siliwangi sewaktu muda.


*****

__ADS_1


Di sisi lain, jam kini sudah menunjukan waktu istirahat, dan saat ini Melly dan yang lain nya kini tengah berada di halaman belakang sekolah, mereka sepakat untuk makan di halaman belakang sekolah dari pada di kantin berdesakan dengan anak-anak lain.


"Kiara gak pesen makanan? " Tanya Melly pada Kiara yang memang sedari tadi hanya diam saja.


Kiara menoleh sekilas ke arah Melly dan menggeleng pelan.


Raka memandang ke arah Kiara, entah kenapa ia merasakan sikap yang tidak biasa dari Kiara.


Sedangkan Kiara yang sebenar nya adalah Nimas Rara Santang itu kini tengah memandangi halaman belakang sekolah itu, sampai ekor mata nya menangkap siluet bayangan hitam yang menuju ke toilet perempuan.


Kiara langsung bangkit dan menoleh ke arah Yurika, Raka, dan juga Axel yang juga menatap diri nya.


Tak lama Kiara pergi, Rama dan Melly kembali dengan makanan dan minuman di tangan mereka.


"Kiara mana? " Tanya Melly sambil memberikan pesanan makanan dari teman-teman nya.

__ADS_1


" Tadi pergi ke toilet, itu somay buat siapa? " Tanya Axel sambil melihat somay lengkap dengan es teh manis.


" Ini buat Kiara, tadi dia nggak mesen apa-apa jadi aku beliin ini aja. " Ucap Melly.


" Berapa somay sama es teh nya biar aku ganti. " Ucap Axel dan Raka secara bersamaan.


" Hhhmmm, ini tuh aku BE-LI-IN buat Kiara " Ucap Melly sambil mengeja dan menekankan kata beliin.


*****


Di toilet perempuan, Kiara masuk dengan menerobos sampai membuat semua siswi di situ mengalihkan mata nya ke arah Kiara, Kiara mengabaikan hal itu, mata nya menatap sekitar toilet dengan tajam, Kiara juga mempertajam indra pendengaran nya, namun tiba-tiba suara riuh yang berasal dari siswa-siswi yang ada di luar toilet dan juga siswi yang ada di dalam toilet menghilang begitu saja.


Kiara yang tak lain adalah Nimas Rara Santang kini tau kalau diri nya tengah di seret ke alam ghaib.


" Siapa kau, keluarlah! " Ucap Nimas Rara Santang.

__ADS_1


Kini mata Nimas Rara Santang melihat sosok siluet hitam itu dengan jelas, seorang perempuan dengan wujud yang cantik, setengah tubuh perempuan itu adalah ular.


" Siluman ya, mau apa kau ke sini? " Tanya Kiara


__ADS_2