Cerita Anak Indigo

Cerita Anak Indigo
Mengingat Kembali


__ADS_3

Bunda Intan menangis melihat kedua orang tua nya tewas di tempat.


Bunda Intan keluar dari mobil dengan susah payah dan bergegas mencari pertolongan.


Bunda Intan meraih ponsel nya yang masih berfungsi dan menelpon ambulans dan juga meminta pertolongan dari beberapa warga yang lalu lalang.


Bunda Intan di bawa ke dalam ambulans untuk di periksa begitu juga dengan jasad kedua orang tua nya.


" Maaf mbak, apa ada rasa sakit? " Tanya petugas ambulans yang merasa keheranan ketika memeriksa tubuh Bunda Intan yang tidak terdapat luka satu pun, bahkan goresan saja tidak ada.


Bunda Intan hanya menggeleng pelan, di lihat nya jasad kedua orang tua nya dengan air mata yang tak berhenti turun dari mata nya.


Saat sedang bersama dengan jasad kedua orang tua Bunda Intan mendengar suara tawa yang melengking.


Bunda Intan melihat sekitar tapi tidak ada apa-apa.


" Hihihihihi, tak di sangka ternyata kau masih selamat dari kecelakaan yang ku buat " Terdengar suara seseorang dari belakang Bunda Intan.


Bunda Intan menoleh dan melihat sosok kebaya merah dengan bawah batik, bagian mata sosok itu mengeluarkan darah segar, sosok itu menyeringai ke arah Bunda Intan.

__ADS_1


" Si... siapa kamu? " Tanya Bunda Intan gemetar


" Aku Nyi Tusta " Ucap sosok itu yang perlahan-lahan mendekat ke arah Bunda Intan.


" Tidak menyangka kau masih hidup setelah kecelakaan yang aku buat " Ucap Nyi Tusta


" Maksud kamu? " Tanya Bunda Intan dengan tatapan tajam ke arah Nyi Tusta


" Aku yang membuat kecelakaan itu untuk mencelakai reinkarnasi dari Ratu Kencana Wungu" Ucap Nyi Tusta


" Maksud kamu? " Tanya Bunda Intan yang masih belum mengerti


Bunda Intan reflek terduduk lemas setelah mendengar kejelasan dari Nyi Tusta.


Diri nya mengira jika kematian kedua orang tua nya adalah sebab Bunda Intan.


Ada rasa bersalah, marah, benci, dan rasa sedih dalam diri Bunda Intan.


" Baiklah kalau begitu lebih baik aku juga membunuh mu " Ucap Nyi Tusta dan langsung melesat ingin mencekik leher Bunda Intan.

__ADS_1


Namun kalung yang di berikan oleh ibu nya itu bersinar dan membuat Nyi Tusta terpental seketika.


Bunda Intan menatap kalung dari sang ibu yang kini bersinar, seketika itu juga pesan dari sang ibu tiba-tiba terdengar kembali.


Ibu mau kamu yang menggantikan ibu, kamu harus bisa melindungi keluarga kamu nanti nya.


Bunda Intan menggenggam erat kalung itu dan memakai nya.


" Aku bakal ngelindungin keluarga aku ibu, aku janji " Ucap Bunda Intan sambil mengusap kasar air mata nya.


******


Mengingat nya kembali membuat Bunda Intan menjadi marah.


Bunda Intan meletakkan kembali bingkai foto ke atas nakas lalu pergi ke luar kamar nya.


Sebenar nya Bunda Intan selalu merasakan aura yang berbeda yang berasal dari kamar Kiara, Bunda Intan sangat penasaran dari mana aura itu berasal.


Diri nya memutuskan untuk pergi ke kamar Kiara untuk melihat asal dari aura yang menurut ia berbeda.

__ADS_1


__ADS_2