
Nimas Rara Santang menganggukkan kepala nya dan melesat cepat. Sementara Paman Maung kembali masuk ke dalam gelang Kiara.
*****
Nimas Rara Santang melesat cepat ke sebuah hutan yang sangat gelap dan luas.
Prok... prok... prok
Terdengar suara tepukan tangan, Nimas Rara Santang menatap sekeliling dengan pandangan tajam.
" Tidak menyangka kau bisa menemukan ku dengan cepat "
Ucap seseorang dari belakang Nimas Rara Santang.
" Tak ku sangka, kau bisa lepas dalam waktu yang singkat dari penjara bawah tanah itu Candra Kumara "
Ucap Nimas Rara Santang
" Kau pikir aku akan selama nya di dalam penjara bawah tanah itu, hahahaha kau benar-benar bodoh sekali "
Ucap Candra Kumara
" Untuk apa kau mengerang Kiara? "
Tanya Nimas Rara Santang
" Aku ingin menempati raga nya yang kuat itu "
Ucap Candra Kumara
__ADS_1
" Kau harus melawan ku dulu "
Ucap Nimas Rara Santang
" Rara Santang, kenapa aku harus melawan mu? Aku sudah menang, aku sudah memberikan tubuh nya energi negatif yang kuat, dan berhasil mengeluarkan mu yang bersemayam di dalam tubuh gadis itu "
Ucap Candra Kumara
" Hmmm, dan apa kau tau , aku mengirim roh dari gadis itu jauh di alam ghaib, lebih baik kau selamatkan roh nya atau raga gadis itu akan menjadi milik ku "
Ucap Candra Kumara kemudian menghilang dalam sekejam mata.
Nimas Rara Santang yang mendengar itu langsung melesat pergi untuk mencari roh Kiara dan mengambil air dari mata air suci.
Tidak ada yang tau di mana tempat mata air suci itu kecuali Nimas Rara Santang sendiri.
Meskipun begitu tapi hanya mata air suci yang bisa mengeluarkan energi negatif dari tubuh Kiara.
*****
Sementara Axel yang baru bangun tidur karena lelah langsung menatap jam yang menunjukan pukul 15.00 .
Axel pun bersiap melaksanakan sholat ashar.
Setelah selesai sholat Axel turun ke bawah dan melihat tidak ada Kiara di sana.
Apa Kiara masih tidur ya. Batin Axel.
Axel mengetuk kamar Kiara, tapi tidak ada jawaban, akhir nya Axel pun masuk ke kamar Kiara.
__ADS_1
Axel melihat Kiara yang masih tidur, Axel mendekati Kiara dan mengguncang tubuh nya pelan agar Kiara bangun dan sholat ashar.
Tapi Kiara tidak membuka mata nya, Axel mencoba memanggil nama Kiara tapi tidak ada respon dari Kiara.
Axel yang melihat itu langsung pergi ke kamar Bunda Intan untuk memberitahu kondisi Kiara.
*****
Di sisi lain Nimas Rara Santang terus melesat cepat menuju mata air suci.
Nimas Rara Santang sampai di tempat mata air suci. Tempat yang indah dengan hutan yang subur dan hijau dengan air terjun yang indah.
Nimas Rara Santang mendekati air terjun, dan mengambil wadah nya untuk menampung air terjun yang adalah mata air suci itu.
Setelah menampung nya Nimas Rara Santang melesat pergi dengan cepat untuk mencari roh dari tubuh Kiara.
*****
Sementara itu Kiara atau lebih tepat nya roh dari tubuh Kiara berada di tempat gelap yang entah di mana.
Kiara mencoba untuk mencari jalan keluar tapi tidak ada sama sekali jalan keluar.
Kiara akhir nya memilih duduk , entah dia tidak tau apa ada yang menyelamatkan nya atau tidak.
Kiara hanya bisa duduk sembari terus berdoa agar ada yang menolong nya.
*****
__ADS_1