
Pagi nya, Kiara dan Axel sudah rapih dengan seragam sekolah nya. Pagi itu Ayah Fandi dan Bunda Intan datang ke rumah sakit untuk menemui Dafa.
Ayah Fandi akan mengantarkan Kiara dan Axel ke sekolah sedangkan Bunda Intan menjaga Dafa.
Saat keluar rumah sakit Axel dan Kiara berpapasan dengan Yurika yang ingin memesan taksi online, Kiara menawarkan agar Yurika ikut bersama nya untuk pergi ke sekolah, Yurika pun setuju dan kini mereka bertiga satu mobil di antar Ayah Fandi.
******
Setelah sampai di sekolah, Kiara, Axel dan juga Yurika masuk ke kelas nya.
"Aduuuuh, akhir nya masuk sekolah juga " Ucap Yurika
" Iya nih " Ucap Kiara
Axel hanya menyimak obrolan dari kedua gadis itu sembari membaca buku prlaja
" Kiara, masa kemarin aku denger suara seretan rantai tau " Ucap Yurika
Kiara dan Axel saling bertatapan sejenak, apa maksud nya? Apa mungkin karena tidak bisa masuk ke ruang rawat Dafa, Hantu Rantai itu mengganti sasaran nya? Itulah pertanyaan yang ada di benak Axel dan Kiara saat ini.
" Terus gimana? " Tanya Kiara
Yurika mulai menceritakan apa yang terjadi pada nya malam tadi di rumah sakit.
******
FLASH BACK ON
__ADS_1
Hantu Rantai itu berhasil kabur dari Paman Maung, ia melarikan diri tepat di depan pintu ruangan tempat sepupu Yurika.
Srek
Srek
Srek
Yurika mendengar suara seretan rantai, ia yang sedang mempelajari buku pelajaran itu pun melihat ke sekitar kamar. Tidak ada apapun.
Yurika kembali membaca buku pelajaran nya namun kali ini ia memakai headset di telinga nya agar tidak terganggu.
Yurika bukan lah orang bodoh yang tidak tau asal suara itu dari mana, sudah jelas ia tahu kalau suara itu berasal dari makhluk halus.
Untuk mengatasi ketakutan nya Yurika lebih memilih mengalihkan pikiran nya ke pelajaran.
Sementara di luar ruangan itu, Hantu Rantai berusaha menarik rantai nya yang tersangkut di ruang tunggu saat itu, itulah yang menyebabkan bunyi suara rantai.
Terdengar kembali suara rantai tapi kali ini lebih keras, membuat Yurika merinding tapi ia tetap berusaha menenangkan pikiran nya.
Sementara Hantu Rantai itu berhasil menarik rantai yang tersangkut di kursi ruang tunggu lalu pergi menghilang.
Ia takut jika nanti akan bertemu dengan Paman Maung lagi mengingat level kekuatan yang ia punya tidak sebanding dengan Paman Maung.
Yurika masih sibuk membaca buku nya sampai indra penciuman nya mencium aroma anyir darah.
Hihihihihihihi
__ADS_1
Terdengar suara cekikikan hantu yang biasa di sebut kuntilanak itu.
" Masya Allah, aku di sini cuma pengen nemenin sepupu aku yang lagi sakit tifus, jadi tolong siapa pun kamu, apa pun kamu dan di mana pun kamu, aku bener-bener minta tolong buat jangan ganggu" Ucap Yurika.
" Hihihihi, emang kenapa kalo aku ganggu? " Terdengar suara perempuan yang parau di belakang Yurika.
Deg
Yurika memejamkan mata nya, ia sama sekali tidak berani menoleh ke belakang, di dalam hati nya gadis itu terus merapalkan ayat kursi.
Hantu kuntilanak itu pun memasang wajah kesal ketika Yurika membaca Ayat kursi.
Hantu kunti itu pun memilih menghilang dari pada nanti seluruh tubuh nya terbakar.
"Huh, manusia gak asik, masa di gangguin dikit aja langsung takut " Ucap Kunti itu.
" Hey, kunti " Kuntilanak itu mendengar suara seseorang dari belakang nya, kunti itu pun menoleh ia melihat hantu yang suka menggangu para pasien di kamar mandi saat itu.
" Ya, ada apa? " Tanya Kunti itu.
" Manusia itu tidak seru ya, masa aku di tinggal gitu aja sama manusia yang bisa ngeliat aku " Ucap hantu yang pernah Kiara temui di toilet ruangan Dafa saat itu.
" Iya, aku juga kesel " Ucap Kunti itu sambil menceritakan apa yang terjadi saat ia ingin menggangu Yurika.
" Kita cari mangsa lain aja yuk " Ajak si Kunti
" Ayo " Ucap hantu perempuan yang pernah Kiara temui sebelum nya.
__ADS_1
FLASH BACK OFF
******