
Ucap Rama sembari menyusul Melly.
" Aku ke toilet dulu ya? "
Ucap Axel
" Iya "
Ucap Raka
*****
Axel masuk ke kamar mandi dan menuntaskan hajat nya setelah itu dia keluar dari kamar mandi.
Axel merasa lega saat kemudian Axel merasa ada yang seseorang di belakang nya Axel menoleh dan
Jleb!!!
Orang berjubah hitam itu menusukkan pisau di perut Axel, Axel terduduk menahan sakit sedangkan , orang berjubah hitam itu tersenyum sini dan pergi meninggalkan Axel yang menahan sakit dengan bersiul santai.
Lalu ada siswa laki-laki melihat Axel yang bersimbah darah, langsung berteriak meminta pertolongan.
*****
Di sisi lain Melly dan Rama sudah datang dengan makanan nya , hanya tinggal menunggu Axel kembali dari toilet saja.
" Woy, tolongin ada anak laki-laki bersimbah darah di toilet laki-laki "
Teriak salah satu siswa
Deg...
Kiara merasakan sesuatu yang aneh, Kiara langsung saja menuju toilet laki-laki di susul oleh Raka dan yang lain nya.
Saat Kiara sampai , Kiara melihat Axel yang bersimbah darah, seketika itu Kiara langsung mendekat ke arah Axel dan menepuk pelan wajah nya.
Air mata Kiara mulai keluar kala Axel tidak bangun sama sekali.
" Axel, bangun hiks... "
__ADS_1
Ucap Kiara sedangkan Raka berusaha memanggil ambulans agar cepat datang.
Melly memeluk Kiara untuk menenangkan Kiara yang sudah penuh dengan air mata itu.
" Kiara, udah Axel pasti gak papah "
Ucap Melly yang mencoba menenangkan Kiara.
" Hiks... hiks "
Hanya isak tangis yang Kiara berikan untuk menjawab pertanyaan Melly.
Tak lama setelah itu datanglah ambulans, Kiara dan yang lain nya mengikuti ambulans itu dengan mobil Raka.
*****
Sekarang Bunda Intan , dan Ayah Fandi , serta Kiara dan yang lain nya sedang menunggu dokter keluar dari ruang operasi.
Kiara tidak bicara satu patah kata pun dia hanya menatap kosong ke depan.
Kenapa harus Axel yang terluka?
Kenapa aku gak becus banget?
Bodoh, Kiara bodoh
Batin Kiara yang menyalahkan diri nya sendiri atas semua kejadian ini.
Saat Kiara masih terus merutuki bahwa semua ini adalah salah nya, dokter pun keluar dari ruang operasi.
Bunda Intan langsung bertanya kepada dokter itu bagaimana keadaan Axel sekarang.
" Dok, bagaimana keadaan anak saya? "
Tanya Bunda Intan
" Anak ibu mengalami masa koma "
Ucap dokter itu.
__ADS_1
Deg...
Bagai tersambar petir di siang hari, Kiara benar-benar sangat merasa bersalah semua nya adalah salah nya.
" Gak mungkin, dokter pasti bohong kan? "
Tanya Kiara sambil menatap dokter itu.
Dokter itu menggeleng menyatakan bahwa dia tidak berbohong.
Kiara langsung terduduk lemas di lantai dengan air mata yang deras mengalir dari mata Kiara.
Melly memeluk Kiara untuk menenangkan nya lagi.
" Nangis aja Kiara, gak papah "
Ucap Melly yang juga mulai menangis.
Bunda Intan juga menangis di pelukan Ayah Fandi.
*****
Dokter berkata boleh menjenguk masuk tapi hanya satu orang saja.
Bunda Intan yang pertama masuk ke dalam ruangan Axel, di susul Ayah Fandi, lalu Raka, setelah itu Rama, lalu Melly dan terakhir Kiara.
Kiara menatap Axel yang tertidur dengan wajah pucat dan banyak alat yang menempel di tubuh nya.
" Axel, bangun "
Ucap Kiara
" Kenapa kamu bisa jadi kaya gini? Kenapa bukan aku aja? "
" Pokok nya kamu harus bangun, kalo gak aku bakal hukum kamu "
Ucap Kiara dengan air mata yang sudah menetes.
Sebelum Kiara pergi Kiara mengecup singkat kening Axel dan pergi.
__ADS_1