
" BERIKAN AKU GELANG ITU!!!! "
Teriak Mona yang sedang di rasuki oleh kuntilanak hitam.
" Kiara hati-hati "
Ucap Axel
Kiara menganggukkan kepala nya. Kiara menatap tajam ke arah kuntilanak hitam.
Kuntilanak hitam yang tadi nya ingin maju untuk menyerang Kiara, langsung memberhentikan langkah nya kalau melihat kekuatan dan aura Kiara yang bukan seperti manusia pada umum nya.
" Axel, garem nya mana? "
Tanya Kiara
" Ini "
Ucap Axel sembari memberikan garam nya kepada Kiara.
Kiara membacakan surah-surah pendek, dan ayat kursi setelah itu melempar nya sebanyak tiga kali ke arah kuntilanak hitam itu.
Kuntilanak hitam itu mengerang kesakitan, saat kuntilanak hitam itu ingin berlari ia langsung di cegah oleh Axel dan beberapa warga.
Kiara menyeringai dan melemparkan garam yang sudah di bacakan doa itu, tanpa memperdulikan rasa sakit dari kuntilanak itu.
15 menit sudah Kiara melemparkan garam itu, tapi kuntilanak hitam itu tetap tidak mau keluar dari tubuh Mona.
" Siapa kau? "
Tanya Kiara kepada kuntilanak hitam itu yang sudah menggelepar kesakitan di tanah.
" Aku di kirim ke sini , untuk membuat perempuan ini celaka "
Ucap kuntilanak hitam itu.
Di kirim, pantes dia gak mau keluar pasti ada sesuatu yang gak beres nih. Batin Kiara
" Lia, aku boleh liat kamar ka Mona? "
Tanya Kiara
" Boleh "
Ucap Lia
" Axel kamu tolong jagain dia dulu "
Ucap Kiara
" Oke "
Ucap Axel
" Ayo Lia "
Ucap Kiara yang di angguki oleh Lia.
__ADS_1
*****
Lia mengantar Kiara masuk ke kamar Mona.
Kiara menatap sekitar kamar, mata Kiara menjelajah mencari sesuatu yang membuat kuntilanak hitam itu tidak mau keluar dari tubuh Mona.
Hingga Kiara melihat aura negatif yang sama persis di bawah tempat tidur Mona.
Kiara langsung menuju tempat tidur itu dan berjongkok merogoh sesuatu.
Setelah beberapa saat Kiara merogoh, Kiara mendapatkan sebuah cincin yang aura negatif nya sangat kuat.
" Lia, ini cincin dari siapa? "
Tanya Kiara
" Itu cincin dari mantan pacar kaka aku nama nya Bagas ”
Ucap Lia
" Sekarang dia ada di sini? "
Tanya Kiara lagi
" Iya, soal nya sebelum kaka aku kesurupan, Ka Bagas minta balikan tapi sama kaka aku di tolak "
Ucap Lia
" Lia, kamu tau gak ungkapan cinta di tolak dukun bertindak? "
Tanya Kiara
Tanya Lia
" Kaka kamu kena pelet "
Ucap Kiara
" Beneran? "
Tanya Lia yang di angguki oleh Kiara.
" Kamu bisa kan bantuin? "
Tanya Lia dengan raut wajah khawatir
" Bisa, tapi karena orang nya ada di sini kaya nya agak sulit deh "
Ucap Kiara
" Kiara, tolongin bantuin kaka aku, aku bakal ngelakuin apa pun Kiara , aku janji "
Ucap Lia dengan mata berkaca-kaca
" Insya Allah "
Ucap Kiara
__ADS_1
" Sekarang, kita keluar dulu "
Ucap Kiara yang di angguki Lia
*****
" Gimana Kiara? "
Tanya Axel sembari mengunci tangan Mona yang terus-menerus bergerak.
" Aku tau cara nya "
Ucap Kiara
Kiara mendekati Lia dan berbisik.
" Lia, yang mana mantan pacar kaka kamu? "
Bisik Kiara
" Itu di situ "
Ucap Lia sembari menunjuk laki-laki dengan rambut cepak tengah menatap Mona dengan tatapan khawatir.
Tapi jelas Kiara dapat melihat bahwa itu hanya tatapan palsu yang dia berikan.
" Lia, kamu ambilin beras "
Bisik Kiara
" Iya Kiara "
Ucap Lia sembari masuk ke dalam.
Beberapa saat kemudian Lia kembali dengan beras yang Kiara minta.
Kiara menerima nya dan mendekati Mona yang kerasukan itu.
ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ
"Allohu laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa nauum, la Huu maa fis samawaati wa maa fil ardh, mann dzalladzii yasyfa’u ‘inda Huu, illa bi idznih, ya’lamu maa bayna aidiihim wa maa kholfahum, wa laa yuhiituuna bisyayim min ‘ilmi Hii illaa bi maa syaa’, wa si’a kursiyyuus samaawaati walardh, wa laa yauudlu Huu hifdzuhumaa, wa Huwal ‘aliyyul ‘adziiim"
Kiara membacakan ayat kursi dengan keras, sembari melemparkan bersama putih yang di campur dengan garam yang sebelum nya sudah Kiara bacakan doa.
Tubuh Mona mulai mengekang dan mengerang kesakitan, perlahan-lahan tubuh Mona ambruk tak sadarkan diri dan kuntilanak hitam itu hilang menjadi abu seketika.
Kemudian Kiara merogoh saku nya dan mengambil cincin yang ia temukan di kamar Mona.
Kiara mendekati Bagas dan melempar cincin itu tepat di muka nya.
" Bukan aku gak sopan ya kak, tapi kaka jangan sembarangan ngirim pelet ke orang yang udah gak mau sama kaka "
Ucap Kiara lantang.
Semua warga yang ada di sana menatap tajam ke arah Bagas, begitu juga dengan orang tua dari Mona.
" Jadi kamu ngirim pelet ke anak saya "
__ADS_1
Ucap Ibu Mona sembari menatap Bagas dengan tajam.
Bagas yang merasa perbuatan nya sudah ketauan pun akhir nya pergi dari tempat itu. Tapi tentu saja para warga yang di situ tidak akan tinggal diam, mereka langsung mengejar Bagas termasuk bapak Mona.