
" Aku Melly, Kiara itu temen aku. " Ucap gadis itu sambil tersenyum.
" Kalau kalian mau, aku bisa mengantar kalian ke rumah nya. " Ucap Melly.
" Emang nya bisa kak? Kalo emang gitu, sekarang aja, ayok.. " Ucap Lia semangat, gadis itu masih merasa tidak enak dengan utang nya pada Kiara.
Melly menganggukkan kepala nya.
" Rumah nya, cukup jauh dari sini. " Ucap Melly.
" Jauh ya, hmmm, kalo gitu kita pergi pake motor aja. " Ucap Rafi.
" Aku gak bisa naik motor. " Ucap Aretha.
" aku bisa, tapi gak ada. " Balas Lia.
" Nanti lu, gue bonceng, Rafi, lu bonceng si Aretha ya.. " Ucap Arya, sebenar nya Rafi sangat ingin membonceng Lia tapi ia tidak berani mengatakan nya.
Melly menatap ke arah Rafi, pemuda itu mengingatkan nya pada teman nya.
" Nama kami Rafi kan? " Tanya Melly.
" Eh, iya kak. " Ucap Rafi.
" Begitu ya, Rafi, kalau aku boleh ngasih saran ke kamu, lebih baik ungkapkan perasaan yang kamu pendam pada orang yang kamu sukai, dari pada memendam nya dan hanya bisa diam melihat orang yang kamu sukai bersama dengan orang lain, karena kita itu gak tau umur kita, kapan kita meninggal itu, kita gak tau, sama sekali gak tau, kadang tak terduga dan tak meninggalkan rasa sakit, tapi kadang rasa nya teramat sakit, jadi lebih baik ungkapkan saja sebelum kamu atau pun orang yang kamu sukai tidak bisa kamu temui. " Ucap Melly.
__ADS_1
Kata-kata Melly barusan langsung membuat Rafi terdiam, entah kenapa Rafi merasa kalau Melly seperti sudah melalui masa-masa yang berat atau masih melali masa-masa indah yang berat.
" Apa kalian jadi pergi ke rumah Kiara? " Tanya Melly.
" Jadi kak, tapi kita ambil motor dulu, kaka mau ikut? " Tanya Arya yang mendapat gelengan dari Melly.
" Aku akan menunggu di sini. " Ucap Melly.
" Yakin kak? Gak papah nih? kalo ada apa-apa gimana? " Tanya Lia yang khawatir pada Melly.
Gadis itu mengakui saat bertemu dengan Melly, Melly sangat manis dari pada cantik, ia sangat khawatir pada Melly.
" Tidak apa, tidak usah, aku bisa menjaga diri ku, kalian pergi lah. " Ucap Melly.
" Yaudah, kalo gitu kita bakal cepet-cepet ke sini lagi. " Ucap Lia.
" Aku benar-benar ingin bertemu dengan mu Kiara. " Lirih Melly yang secara perlahan menghilang.
*****
Di sisi lain Kiara yang tengah terbaring kini merasakan hawa dingin yang berhembus melewati tengkuk nya.
Kiara memegang tengkuk nya..
Sensasi ini..
__ADS_1
Ada yang datang..
Kiara berjalan perlahan menuju jendela, di mana ia merasakan ada aura yang aneh dari luar jendela.
Jendela yang di tutupi tirai putih, dengan di lapis tirai merah muda.
Kiara secara perlahan-lahan mendekati jendela itu, lalu langsung menyibak tirai kamar nya.
Tidak ada siapapun di sana.
Kiara terdiam, padahal tadi dia merasakan ada suatu sosok di luar jendela tapi tidak ada sama sekali, kosong.
Gadis itu kemudian membuka jendela nya, ia menatap ke sekitar mengamati sekitar dengan detail.
Tapi tetap, tidak ada siapapun..
" Sebenar nya ada apa sih? " Gumam Kiara.
Gadis itu berjalan kembali masuk ke kamar nya dan menutup jendela nya.
Kiara
Kiara dapat mendengar nama nya di panggil oleh seseorang.
" Dari belakang ku? " Gumam Kiara.
__ADS_1
Kiara dengan cepat langsung menoleh ke belakang dan mendapati sosok yang membuat Kiara diam mematung.
Kiara