Cerita Anak Indigo

Cerita Anak Indigo
Bukan Mimpi


__ADS_3

Wanita Bercaping itu menyembuhkan beberapa luka dan lebam yang ada di tubuh Kiara, setelah itu Wanita Bercaping itu masuk kembali ke dalam gelang Kiara di susul Paman Maung.


*****


Di sisi lain laki-laki berjubah hitam itu bersama dengan perempuan berjubah hitam itu, kaget melihat bukan hanya harimau putih yang menjadi pelindung Kiara.


" Kaka, menurut mu siapa Wanita Bercaping tadi?"


Tanya laki-laki berjubah hitam itu.


" Aku juga tidak tau "


Ucap perempuan berjubah hitam itu.


" Lalu, bagaimana sekarang? "


Tanya laki-laki berjubah hitam itu.


" Aku juga tidak tau, aku pikir hanya harimau putih yang menjadi pelindung gadis itu, tapi ternyata ada Wanita Bercaping juga yang menjadi pelindung nya. "


Ucap perempuan berjubah hitam itu.


" Apakah mau kita kirimkan lagi siluman kepada gadis itu? "


Tanya laki-laki berjubah hitam itu.


" Sebaik nya, jangan dulu "


Ucap perempuan berjubah hitam itu.


" Kita harus menyusun rencana terlebih dahulu "


Ucap perempuan berjubah hitam itu dan di angguki oleh laki-laki berjubah hitam itu.


*****


Di dalam gelang Kiara, Wanita Bercaping itu sedang bertapa.


Lalu Paman Maung datang menemui Wanita Bercaping yang tengah bertapa.


" Nimas, maaf mengganggu "


Ucap Paman Maung sembari membungkuk memberi hormat.


Wanita Bercaping yang tengah bertapa langsung membuka mata nya dan menatap ke arah Paman Maung.

__ADS_1


" Ada apa Paman? "


Tanya Wanita Bercaping itu.


" Nimas, apa lebih baik nimas bersemayam di dalam tubuh Kiara. "


Usul Paman Maung


" Aku juga ingin melakukan itu Paman, tapi tubuh Kiara terlalu lemah "


Ucap Wanita Bercaping


" Kau benar, tapi nimas memang lebih baik jika nimas bersemayam di dalam tubuh Kiara, agar bisa membuat energi Kiara lebih besar "


Ucap Paman Maung


" Baiklah kalau begitu Paman, kau tetap lah di sini"


Ucap Wanita Bercaping itu kemudian menghilang.


*****


Wanita Bercaping itu keluar dari gelang Kiara dan melihat Kiara yang masih belum sadar.


Tidak lama setelah itu Kiara bangun dan langsung menatap ke sekitar, Kiara juga menatap ke arah tangan nya yang sempat tersayat. Kiara menghela nafas lega.


Apa itu hanya mimpi?


Pasti bukan, pasti bukan mimpi


Tapi kenapa aku gak terluka?


Rasa nya tubuh ku, merasa sangat aneh.


Batin Kiara.


Kiara menatap ke arah jam yang sudah menunjukan pukul 04.00.


Kiara turun dari tempat tidur nya dan bersiap untuk mandi dan sholat.


*****


Setelah selesai sholat dan membaca beberapa surat pendek hati Kiara merasa jauh lebih baik. Kiara bersiap memakai seragam sekolah nya dan langsung pergi ke kamar Axel untuk melihat keadaan nya.


Kiara mengetuk pintu kamar Axel, pintu kamar Axel terbuka dan menampilkan Axel yang sudah rapih dengan seragam sekolah.

__ADS_1


" Axel, kamu gak boleh sekolah "


Ucap Kiara


" Aku udah gak papah Kiara "


Ucap Axel


" Iya, tapi tetep aja kamu harus istirahat "


Ucap Kiara


" Gak mau, aku udah baik-baik aja "


Ucap Axel


" Yaudah terserah, tapi kalo kamu ada apa-apa ngomong sama aku "


Ucap Kiara


" Iya Kiara "


Ucap Axel


Akhir nya Kiara dan Axel turun ke bawah menemui bunda dan ayah nya.


*****


Di meja makan Bunda Intan dan Ayah Fandi mengerutkan kening nya, melihat Axel yang sudah berpakaian rapih dengan seragam sekolah nya.


" Axel, kenapa kamu sekolah sayang? "


Tanya Bunda Intan


" Axel udah kuat Bunda, gak papah "


Ucap Axel


" Yaudah, tapi kalo kamu ngerasa sakit atau apapun bilang sama Kiara ya "


Ucap Ayah Fandi


" Iya Ayah "


Ucap Axel

__ADS_1


__ADS_2