
" Ada sesuatu yang aneh di sini. " Ucap Nimas Rara Santang sambil mendekati Kiara.
Kiara sama sekali tidak menjawab, ia hanya memperhatikan Nimas Rara Santang yang mengeluarkan cahaya emas dari tangan nya dan mengarahkan ke arah melly, dan saat itu Kiara dapat melihat nya dengan jelas, urat-urat hitam yang ada di kedua tangan Melly, bukan hanya itu bahkan kedua kaki Melly juga terdapat urat hitam.
Kiara tersentak, ia menatap ke arah Nimas Rara Santang seolah bertanya apa yang terjadi, Nimas Rara Santang sendiri paham maksud tatapan dari Kiara.
" Ada yang mencoba membunuh teman mu lewat ritual gelap. " Ucap Nimas Rara Santang.
" Apa kau bisa menyembuhkan nya? " Tanya Kiara.
" Tidak... " Ucap Nimas Rara Santang, yang membuat Kiara tertunduk, sedih, bingung, dengan apa yang terjadi.
" Tapi kau bisa. " Sambung Nimas Rara Santang, yang membuat Kiara bingung.
" Bagaimana cara nya? " Tanya Kiara.
__ADS_1
'' Darah mu, bisa menyembuhkan nya, mungkin sekarang belum terlambat. " Ucap Nimas Rara Santang. "
" Terlambat? Terlambat apa? " Tanya Kiara.
" Jika kau terlambat maka nyawa teman mu akan dalam bahaya, aku tidak tau kapan waktu nya tapi aku yakin tidak akan lama. " Ucap Nimas Rara Santang.
Kiara langsung di landa panik, ia bingung harus bagaimana, ia langsung menatap ke arah Nimas Rara Santang.
" Jika memang bisa, maka lakukan saja. " Balas Kiara, gadis itu sedikit ragu tapi nyawa sahabat yang menemani nya dan menerima nya dari kecil itu sedang di pertaruhkan.
" Baiklah. " Ucap Nimas Rara Santang.
Nimas Rara Santang mengeluarkan keris kecil dan wadah.
" Ulurkan tangan mu. " Ucap Nimas Rara Santang.
__ADS_1
Kiara mengulurkan tangan nya, di saat itu Nimas Rara Santang menyayat pergelangan tangan Kiara lalu menampung darah Kiara yang perlahan mulai menetes.
Kiara hanya memejamkan mata nya menahan rasa nyeri dan ngilu di tangan nya.
Setelah merasa cukup, Nimas Rara Santang langsung menarik wadah nya dan dalam sekejap sayatan di tangan Kiara langsung sembuh seketika, namun meski luka nya menghilang, Kiara tetap merasakan nyeri yang sama.
Nimas Rara Santang langsung mengubah darah Kiara menjadi cahaya putih tipis yang langsung mengarahkan nya pada Melly.
Dalam sekejap urat-urat hitam yang ada di tubuh Melly secara perlahan menghilang, di saat yang bersamaan juga Axel dan juga ambulans datang dan langsung masuk ke kamar Melly, Nimas Rara Santang dengan cepat kembali ke dalam tubuh Kiara.
Axel terkejut kalau melihat Melly yang bersimbah darah, Axel dengan cepat meminta para petugas ambulans untuk segera membawa Melly ke rumah sakit terdekat.
Kiara dan Axel juga ikut dalam ambulans, Kiara menghela nafas nya panjang berharap Melly baik-baik saja. Di sepanjang jalan Kiara terus mengenggam tangan Melly dengan erat.
Sejujur nya Axel sama sekali tidak mengerti apa yang sebenar nya terjadi, ia ingin sekali bertanya pada Kiara, apa yang terjadi sebenar nya tapi ketika Axel melihat raut wajah Kiara yang menunjukan kepanikan,sedih,cemas yang menjadi satu membuat Axel mengurungkan niat nya untuk bertanya apa yang terjadi sebenar nya.
__ADS_1
Kiara menyerahkan ponsel nya dan meminta Axel untuk menghubungi orang tua Melly. Axel tidak mengatakan apapun, ia hanya mengangguk saja.