Cerita Anak Indigo

Cerita Anak Indigo
Hantu Pengantin perempuan


__ADS_3

Pagi nya Kiara sudah bersiap-siap dan turun ke bawah menemui orang tua nya.


" Bunda, Ayah "


Ucap Kiara sembari memberi pelukan selamat pagi.


" Halo sayang, kamu jadi Kemah ya? "


Tanya Bunda Intan


" Iya Bunda sama Axel juga ikut "


Ucap Kiara sembari menatap Axel


" Kalau di sana jangan buang sampah sembarangan, jangan ngomong kasar, wajib memberi salam kalau baru sampai ya "


Ucap Bunda Intan


" Iya Bunda, Kiara juga bilang gitu "


Ucap Axel


" Yaudah, kalo gitu kita berangkat dulu ya Bunda "


Ucap Kiara


" Iya, hati-hati ya "


Ucap Ayah Fandi


" Assalamu'alaikum "


Ucap Kiara dan Axel


" Walaikumsalam "


Ucap Bunda Intan dan Ayah Fandi


*****


Sesampai nya di sekolah Kiara melihat Melly dan yang lain nya.


Kiara dan Axel mendekati Melly dan yang lain nya.


" Kiara, kamu udah Siap-siapin semua nya? "


Tanya Melly


" Udah dong "


Ucap Kiara


Kiara teringat sesuatu, kemudian membuka tas ransel milik nya dan mengeluarkan daun bidara yang ia persiapkan itu.


" Guys, ambil nih masing-masing satu "


Ucap Kiara sembari memberikan daun bidara itu kepada teman-teman nya.


" Wah, ini buat apa? "

__ADS_1


Tanya Rama


" Ini buat biar gak kesurupan dan gak di deketin hantu. taro di kantong aja "


Ucap Kiara


" Oke deh "


Ucap Rama kemudian menaruh nya di kantong celana nya di ikuti Melly dan lain nya.


" Kiara, kita tunggu bus nya di bawah pohon itu aja "


Ucap Melly sembari menunjuk pohon beringin.


" Ayo "


Ucap Kiara sembari berjalan lebih dulu menuju pohon itu dan di ikuti yang lain.


" Kiara di sini kok gak ada apa-apa? "


Tanya Axel sembari melihat-lihat ke atas pohon beringin itu.


" Tenang aja "


Ucap Kiara yang di angguki oleh Axel


Sesekali Kiara menatap sekitar sekolah, memang masih banyak hantu yang berkeliaran, bagaimanapun juga di setiap tempat pasti ada penunggu nya tidak mungkin tidak adanya


Jadi Kiara hanya bisa melihat mereka yang belum tenang dan hanya berjalan bolak-balik di sekolah, bahkan Kiara juga melihat ada pocong dengan kain kafan yang lusuh sedang berputar-putar di bawah pohon mangga.


Kiara juga melihat ada hantu laki-laki yang terus saja berdiri di depan pintu UKS.


Kasian mereka, pasti mereka butuh bantuan. Batin Kiara


" Kiara, ayo bus nya udah dateng, jangan bengong "


Ucap Melly sembari menepuk bahu Kiara pelan, Kiara menganggukkan kepala nya dan mengikuti Melly menuju bus.


*****


Kiara dan Melly bersama si salam bus. Sepanjang perjalanan Kiara hanya melihat jendela bus.


Sampai, bus yang Kiara dan lain nya gunakan berhenti mendadak. Kiara juga merasakan ada sesuatu yang gelap.


Kiara pun meminta ijin kepada guru untuk ikut turun dan melihat apa yang terjadi pada bus nya.


" Bu, saya juga mau ikut turun "


Ucap Kiara


" Gak usah, biar ibu sama yang lain nya "


Ucap Bu Guru


" Tapi saya tau bus nya kenapa bisa berhenti mendadak "


Ucap Kiara


" Baiklah, ayo "

__ADS_1


Ucap Bu Guru itu.


Kiara dan 2 anggota OSIS termasuk Vivi dan Bu Guru turun dan berjalan menuju belakang bus.


Vivi dan satu OSIS laki-laki itu mencoba memeriksa apa yang terjadi.


Sedangkan Kiara malah melihat ada hantu pengantin perempuan yang sengaja membuat bus itu berhenti.


" Kak Vivi biar aku aja "


Ucap Kiara Vivi menganggukkan kepala nya.


" Siapa kamu? "


Tanya Kiara


Pengantin itu menyeringai menatap ke arah Kiara.


Plakk!!!


Kiara menampar wajah pengantin perempuan itu, pengantin perempuan itu menatap Kiara dengan Tajam.


" Pergi gak? "


Ucap Kiara


" Saya tidak mau "


Ucap hantu pengantin perempuan itu


" Lebih baik kamu pergi, kalo enggak bakal aku musnahin "


Ucap Kiara


" Coba saja "


Ucap Hantu pengantin perempuan itu


Kiara merogoh saku nya, dan mengeluarkan daun bidara yang ia bawa sebelum nya. Kiara juga mengeluarkan garam.


Kiara membacakan beberapa doa pada garam itu kemudian langsung melempar garam itu kepada pengantin perempuan itu.


Hantu pengantin perempuan itu mengerang kesakitan, dan perlahan-lahan menghilang menjadi abu.


" Maka nya jangan nantangin aku "


Ucap Kiara kemudian menoleh ke arah Bu Guru , Vivi dan anggota OSIS itu.


" Bu, sekarang bus nya udah gak papah "


Ucap Kiara


Bu Guru yang tadi nya diam termangu langsung sadar.


Bu Guru dan anggota OSIS itu serta Kiara kembali ke dalam bus.


Kiara meminta pak sopir untuk menyalakan bus itu. Dan benar saja bus itu langsung menyala.


Kiara yang melihat itu menghela nafas lega dan kembali ke tempat duduk nya.

__ADS_1


__ADS_2