Cerita Anak Indigo

Cerita Anak Indigo
Melly


__ADS_3

Setelah melakukan ritual itu, sebuah seringai terpampang jelas dari ke dua orang itu.


" Sekarang kita hanya perlu menunggu saja." Ucap si perempuan.


****


Melly kini tengah asik memainkan ponsel nya sambil sesekali berguling di atas kasur nya, sampai tiba-tiba Melly merasakan sakit luar biasa di dada nya.


Melly mencoba mengatur nafas nya, tapi tetap tidak bisa, malahan sakit nya makin bertambah.


Melly langsung mencoba menghubungi Kiara, ia merasa ada sesuatu yang janggal dengan diri nya, padahal gadis itu tidak memiliki riwayat penyakit jantung, asma atau semacam nya.


Cukup lama sampai akhir tersambung dengan Kiara.


[Assalamu'alaikum, Melly kenapa ya? ]


[Kiara, tolongin aku... Hah.. hah.. dada aku sesak.. gak bisa napas.. ]


[Hah?! Oke oke, aku ke sana sekarang, kamu coba tenang dulu, baca doa, ayat kursi, dzikir.]


[Iya.. buruan ya.. ]

__ADS_1


[Iya.. iya. ]


Setelah itu telepon pun terputus, Melly mengikuti ucapan Kiara, gadis itu nampak mulai berdzikir, membaca Ayat kursi.


Sampai Melly merasa cairan hangat berwarna merah mulai menetes keluar dari hidung nya.


Wajah nya pun mulai memucat, seluruh tubuh Melly pun juga ikut gemetar.


Sementara itu Kiara baru sampai di depan rumah Melly. Ia langsung berjalan masuk, kebetulan pada saat itu orang tua Melly sedang pergi berbisnis di luar kota jadi Kiara langsung minta izin pada satpam penjaga rumah Melly.


Setelah di ijinkan masuk, Kiara langsung berlari menuju kamar Melly, sampai di depan kamar Melly, Kiara sudah merasakan energi gelap yang kuat.


"Energi apa ini? " Gumam Kiara energi gelap itu seakan melarang Kiara untuk masuk lebih jauh lagi.


" Energi gelap yang kuat sekali. " Ucap Nimas Rara Santang.


Nimas Rara Santang mengeluarkan cahaya emas dari tangan nya dan membuat energi gelap itu hilang.


Kiara yang melihat itu tanpa basa-basi langsung saja masuk ke dalam kamar Melly.


Di sana Kiara melihat Melly yang memuntahkan banyak darah dari mulut nya, bukan hanya itu bahkan seluruh badan gadis malang itu pucat, gemetar, hidung dan telinga nya mengeluarkan darah.

__ADS_1


Kiara segera menghampiri Melly, di peluk nya tubuh Melly uang mulai limbung.


" Kamu bertahan ya Melly, sebentar... oke.. " Ucap Kiara dengan nada gemetar mulai mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi ambulans.


Melly menatap Kiara, namun penglihatan nya kini beralih pada seseorang yang sangat mirip dengan Kiara, hanya saja ia terlihat seperti orang zaman dahulu yang menggunakan caping di kepala nya.


Penglihatan Melly mulai buram, sementara itu Kiara sendiri tidak tau harus berbuat apa dan bagaimana, gadis itu di landa kepanikan yang luar biasa ketika melihat sahabat kecil nya kini dalam keadaan sekarat.


Di benak Kiara banyak pertanyaan yang muncul, Apa yang terjadi pada Melly? Bagaimana bisa keadaaan nya bisa seperti ini? Sebelum nya Melly baik-baik saja...


Kiara teringat Axel, iya Axel...


Kiara hampir lupa kalau Axel mempunyai kemampuan untuk bisa melihat masa lalu, Kiara langsung menekan nomor Axel di ponsel nya dan langsung menelpon nya.


Tidak butuh waktu lama telepon pun terjawab, Kiara langsung mengatakan nya dengan buru-buru kalau sekarang ia sedang butuh bantuan di rumah Melly dan meminta Axel untuk segera datang, awal nya Axel tidak mengerti dan bertanya pada Kiara apa yang terjadi, tapi Kiara tidak ada waktu untuk menjelaskan, dan meminta Axel secepat nya untuk datang lalu langsung mematikan telepon nya.


" Melly, sabar ya.. sebentar lagi ambulans nya dateng. " Ucap Kiara pelan pada Melly yang pandangan nya sudah mulai menggelap.


Meski begitu, Melly hanya merespon dengan sebuah senyuman lemah saja, lambat laun gadis malang itu tak sadarkan diri.


Kiara makin di landa panik, ia langsung menoleh ke arah Nimas Rara Santang yang juga menatap ke arah Melly dan diri nya.

__ADS_1


" Ada sesuatu yang aneh di sini. " Ucap Nimas Rara Santang sambil mendekati Kiara.


__ADS_2