
Sedangkan Kiara kini tengah berbaring di atas tempat tidur nya sambil menatap langit-langit kamar nya.
Apa mau Nyi Tusta sebenar nya?
Kenapa dia membunuh murid di sekolah?
Kenapa nimas Rara Santang bilang kalau dia berbahaya?
Apa dia mempunyai dendam kepada salah satu murid di sekolah?
Atau dia mempunyai dendam pada Nimas Rara Santang?
Pikiran Kiara berkecamuk memikirkan kejadian saat di sekolah.
Banyak pertanyaan yang ada di dalam pikiran Kiara.
Kiara menghela nafas nya panjang, ia menatap gelang yang ada di tangan nya.
" Apa gara-gara gelang ini aku selalu di incar makhluk halus? " Gumam Kiara
Kiara terus menatap lekat gelang yang kini melekat di tangan kanan nya itu.
" Tapi bukan nya perempuan itu juga memakai gelang yang sama dengan ku? " Gumam Kiara memikirkan perempuan dengan dress putih yang terkadang selalu datang menemui nya.
" Ada rasa aneh ketika aku dekat dengan nya, seakan aku merasa seperti sangat tidak asing? " Gumam Kiara lagi.
__ADS_1
" Siapa sebenar nya perempuan itu ya? " Gumam nya.
Saat Kiara sedang sibuk dengan pikiran nya tiba-tiba
Tok
tok
tok
Kiara turun dari kasur nya dan berjalan mendekati pintu, saat Kiara membuka pintu nya sudah ada Bunda Intan yang tersenyum.
" Bunda " Ucap Kiara
" Bunda kenapa ke sini? " Tanya Kiara
" Kenapa tiba-tiba bunda? " Tanya Kiara
" Gak papah, soal nya udah lama " Ucap Bunda Intan sambil berjalan ke meja rias yang di susul Kiara.
Kiara menganggukkan kepala nya dan duduk di meja rias membiarkan sang Bunda menyisir rambut nya.
Namun Kiara merasa aura yang berbeda dari sang Bunda, aura yang kuat yang pasti adalah aura yang tidak biasa bagi Kiara.
Sedangkan Bunda Intan kini mata nya terfokus pada gelang yang di kenalan Kiara, Bunda Intan merasa gelang itulah yang membuat aura berbeda namun kuat.
__ADS_1
" Kiara, gelang itu kamu dapet dari mana sayang?" Tanya Bunda Intan
" E... eh ini di kasih temen kok " Ucap Kiara
" Oh gitu, gimana sekolah kamu akhir-akhir ini sayang? " Tanya Bunda Intan
Kiara menceritakan tentang sekolah nya yang tidak berkaitan dengan makhluk ghaib sama sekali.
" Jadi tetangga kita, Yurika itu temen kamu ya " Ucap Bunda Intan
" Iya Bunda " Ucap Kiara
" Kalo gak salah Kiara pernah minta ijin ikut lemah sekolah sama Bunda, gimana berkemah nya sayang? " Tanya Bunda Intan
Kiara terdiam sejenak, tidak mungkin kan kalau ia katakan perkemahan saat itu kacau balau karena makhluk halus.
" Seru Bunda " Ucap Kiara, dalam hati nya gadis itu terus menerus meminta maaf pada sang Bunda karena telah membohongi nya.
" Bagus kalau begitu sayang " Ucap Bunda Intan
" Kalau kamu ada masalah harus ngomong sama Bunda ya, gak boleh nggak " Ucap Bunda Intan yang di angguki pelan oleh Kiara.
Kiara harus terpaksa berbohong karena ia tidak mungkin menceritakan tentang semua yang ia alami akhir-akhir ini.
" Kiara, 1 minggu lagi kamu ulang tahun kan? " Tanya Bunda Intan
__ADS_1
" Kaya nya iya deh Bunda " Ucap Kiara mencoba mengingat hari ulang tahun nya.
" Kamu mau di kasih hadiah apa sayang? " Tanya sang Bunda pada Kiara.