Cerita Anak Indigo

Cerita Anak Indigo
Pagar Ghaib


__ADS_3

Kiara kembali ke ruang rawat Dafa, ketika Kiara masuk Kiara melihat Axel yang mengobrol bersama Dafa.


" Kamu tadi kemana Kiara? " Tanya Axel


Kiara menunjukan kantong plastik berisi nasi goreng dan menyerahkan nya pada Axel.


" Dafa, badan nya masih sakit gak? Gimana udah enakan belum? " Tanya Kiara.


" Udah ka " Ucap Dafa


" Alhamdulillah " Ucap Kiara


" Kak Kiara, maaf ya " Ucap Dafa membuat Kiara mengerutkan kening nya.


" Maaf kenapa sih? " Tanya Kiara, ia tidak mengerti perkataan Dafa.


" Kan hari ini kak Kiara ulang tahun, tapi sekarang malah harus jagain Dafa di sini " Ucap Dafa sambil menundukkan kepala nya sedih.


" Dafa, denger nya kaka mah gak peduli sama ulang tahun, kaka udah puas dari kecil kalo ulang tahun di rayain " Ucap Kiara sambil mengelus kepala anak laki-laki manis di depan nya itu.


" Kaka gak marah sama Dafa? " Tanya Dafa


" Enggak gak sama sekali kok " Ucap Kiara


" Kalo gitu pas Dafa udah sembuh, Dafa bakal kasih kado nanti ya " Ucap Dafa


" Oke kaka tunggu kado nya, tapi Dafa harus janji dulu sama kaka " Ucap Kiara


" Janji apa? " Tanya Dafa

__ADS_1


" Janji harus sembuh dan gak boleh sakit lagi " Ucap Kiara sambil menunjukkan kelingking nya.


" Dafa Janji " Ucap Dafa sambil menautkan jari kelingking nya dengan Kiara.


Tak berapa lama suster datang mengantarkan sarapan untuk Dafa setelah itu suster itu pun pergi.


Kiara mengambil makanan itu dan menyuapi Dafa, ia senang ketika melihat Dafa kembali ceria.


Setelah makan, Kiara meminta Dafa untuk beristirahat.


" Kamu hari ini ulang tahun ya? " Tanya Axel.


" Iya " Ucap Kiara


" Kalo gitu selamat ulang tahun ya " Ucap Axel


" Makasih " Ucap Kiara dengan senyum manis.


Tak berapa lama Ayah Fandi dan juga Bunda Intan datang dengan membawa buah.


" Assalamu'alaikum " Ucap Bunda Intan dan Ayah Fandi.


" Walaikumsalam " Ucap Kiara dan Axel.


" Kiara, gimana keadaan Dafa? " Tanya Bunda Intan sambil menghampiri Kiara.


" Udah baikan, alhamdulillah " Ucap Kiara


" Selamat ulang tahun ya sayang " Ucap Bunda Intan sambil memeluk putri nya.

__ADS_1


" Iya Bunda " Ucap Kiara.


" Mau di kasih kado apa Kiara? " Tanya Ayah Fandi.


" Doa " Ucap Kiara


" Haha, anak ayah ini, doa ayah pasti selalu ada buat kamu sama Axel tau " Ucap Ayah Fandi sambil mengelus kepala Kiara.


Axel yang mendengar itu tersenyum begitu pun Kiara.


" Nanti aja, mikirin nya pas Dafa udah sembuh " Ucap Kiara.


" Iya " Ucap Ayah Fandi.


Bunda Intan melihat sekitar ruangan itu, ada sisa aura gelap di ruangan itu.


Aura gelap ini, apa jangan-jangan tumbal? Batin Bunda Intan.


Bunda Intan langsung tau jika itu adalah tumbal, Bunda Intan memicingkan mata nya melihat Kiara, Axel dan juga Dafa.


Ada aura hitam menempel pada Dafa dan Axel, tapi tidak pada Kiara.


" Bunda Bunda " Panggil Kiara ketika melihat sangat Bunda sibuk memperhatikan Axel dan Dafa secara bergantian.


" Hah ya? Kenapa sayang? " Tanya Bunda Intan.


" Bunda, makan dulu " Ucap Kiara yang di angguki oleh Bunda Intan.


Bunda Intan dan Ayah Fandi tidak berkunjung lama karena Ayah Fandi dan Bunda Intan ada pekerjaan mendadak.

__ADS_1


Sebelum pergi Bunda Intan menghampiri Dafa, ia memejamkan mata nya memasang pagar ghaib di sekitar Dafa dan juga seluruh ruang rawat Dafa.


Setelah selesai Bunda Intan dan Haha Fandi pun pergi, sebenar nya Kiara menyadari sangat Bunda memasang pagar ghaib di sekitar Dafa tapi Kiara tidak menyadari kalau pagar ghaib itu juga terpasang di seluruh ruang rawat Dafa.


__ADS_2