
Axel mencoba sekali lagi kali ini dia berusaha memanggil perempuan itu.
" Mbak... mbak " Panggil Axel namun perempuan itu sama sekali tidak mendengar suara Axel dan menembus tubuh nya begitu saja.
Axel mulai merasa panik dan tegang saat itu sampai ia mendengar suara teriakan yang berasal dari dalam rumah minimalis bercat putih itu.
Pemuda itu buru-buru menghampiri rumah itu, ia sempat tersentak ketika melihat perempuan berkulit sawo matang itu kini tengah menodongkan sebuah pisau kepada seorang gadis yang menggunakan seragam yang sama dengan nya.
Axel berusaha untuk mengambil pisau itu tapi tidak berhasil.
"Ka, kamu mau ngapain? " Tanya gadis yang menggunakan seragam yang sama dengan nya.
" Aku benci sama kamu Rania, aku benci " Ucap gadis berkulit sawo matang itu.
__ADS_1
" Ka.. kalo memang aku ada salah, aku minta maaf, tapi kaka jangan kaya gini " Ucap Gadis yang bernama Rania itu.
" Minta maaf? Kamu itu udah ngambil segala nya dari aku, mulai dari kasih sayang mama sama papah, bahkan sampe mamah sama papah udah gak peduli lagi sama aku " Ucap Gadis dengan kulit sawo matang itu.
"Padahal aku ini anak kandung dari mereka, sedangkan kamu itu cuma anak pungut, tapi kenapa? Kenapa semua orang lebih sayang kamu dibanding aku? " Ucap Gadis berkulit sawo matang itu.
'' Kamu udah ngerebut segala nya dari aku, kamu harus mati " Ucap Gadis itu sambil berjalan mendekat ke arah Rania.
" Ka Rika , to.... tolong jangan begini, aku sama sekali gak ngerebut mamah sama papah " Ucap Rania berusaha menjelaskan.
Dengan tega nya Rika menusuk Rania tepat di bagian jantung. Rika menyeringai pada Rania yang sudah bersimbah darah.
" Kan kalo kamu mati semua nya bakal kembali seperti semula, mamah sama papah juga pasti kembali sayang sama aku " Ucap Rika dengan senyum mengerikan.
__ADS_1
Rika memastikan kembali kalau adik angkat nya itu benar-benar sudah tiada setelah itu, Rika menghapus sidik jari nya di pisau yang ia pegang lalu kembali menancapkan nya di dada kanan Rania.
Rika juga memakai sarung tangan untuk menyeret jasad Rania ke dalam kamar mandi, setelah itu Rika menceburkan jasad Rania kedalam bak mandi yang sudah terisi penuh.
Rika juga mengunci pintu kamar mandi, lalu membersihkan darah milik Rania, setelah selesai Rika kembali memastikan semua nya beres, lalu ia pun dengan santai keluar dari rumah itu dan mengunci nya seakan tidak terjadi apa-apa.
Axel sendiri yang melihat itu terdiam, ia menghampiri jasad Rania yang ada di bak kamar mandi, air yang tadi nya jernih kini berubah menjadi merah karena darah dari Rania.
"Apakah kejahatan nya sangat sempurna sampai polisi sama sekali tidak tau apa yang terjadi? " Gumam Axel ketika melihat nasib Rania yang sangat miris.
Setelah itu jasad Rania di temukan 3 hari kemudian dalam keadaan yang sangat mengerikan, Rika pun berakting kalau ia sangat terpukul kehilangan adik angkat nya itu, padahal sebenar nya ia lah yang membunuh adik angkat nya sendiri.
Rika juga mengaku kepada polisi kalau ia sedang menginap di rumah teman nya jadi ia tidak tau apa-apa, selain itu Rika juga mengatakan kalau ia dan Rania mempunyai masing-masing satu duplikat kunci rumah, bahkan Rika juga menghubungi teman nya sebagai saksi kalau ia menginap di rumah nya kala itu.
__ADS_1
Karena alasan dan juga alibi yang menjanjikan akhir nya Rika pun terbebas dalam daftar orang yang di curigai.