Cerita Anak Indigo

Cerita Anak Indigo
Mereka kembali


__ADS_3

Raka menatap dalam-dalam manik mata cokelat Kiara.


"Kiara nanti malam ada waktu gak? Kita jalan bareng yuk. "


Kiara mengerjapkan mata nya menatap Raka.


" Maaf ya Raka, hari ini aku mau istirahat aja. " Ucap Kiara.


Raka terdiam mencerna apa yang di katakan Kiara.


" Kamu tau Raka, kamu ngerasa gak kalau sifat atau mungkin gaya aku gak kaya biasa nya? "


" Iya.. kamu lebih sering diam dan tingkah kamu juga aneh. " Ucap Raka.


" Sebenar nya itu bukan aku. " Ucap Kiara.


" Hah? Maksud nya apa? " Tanya Raka tidak mengerti.


" Adalah pokok nya, tapi aku bukan maksud nolak ajakan kamu, kapan-kapan mungkin bisa." Ucap Kiara sambil tersenyum pada Raka.


"Dadah." Lanjut gadis itu sambil melambaikan tangan nya pada Raka dan pergi.


Raka terdiam dan menghela nafas nya panjang, diri nya masih mencerna perkataan dari Kiara.


" Ya sudahlah. " Ucap Raka kemudian pergi meninggalkan kelas itu.


***


Kiara dan Axel sudah kembali ke rumah nya, Kiara langsung saja masuk ke kamar nya setelah salim dengan sang bunda.

__ADS_1


" Ya salam... capek banget. " Ucap Kiara yang langsung berbaring di atas tempat tidur nya tanpa mengganti baju nya dulu.


" Gadis-gadis bukan nya ganti baju abis pulang sekolah, malah langsung tidur. "


" Iya, nanti aku ganti kok, Kak Mira. " Ucap Kiara sambil memejamkan mata nya.


Mira dan juga Kila melayang dan duduk di atas kasur Kiara.


" Kau kelihatan sangat letih? " Ucap Kila sambil memandang Kiara.


" Iya, aku capek banget. " Ucap Kiara tanpa membuka mata nya.


" Kiara, apa hanya perasaan ku saja atau memang aura mu menjadi lebih kuat dari biasa nya? " Tanya Mira sambil menatap ke arah Kiara.


" Mungkin.. " Ucap Kiara.


" Tanya saja. " Ucap Mira.


" Memang apa yang ingin kau tanyakan? " Ucap Kila.


" Kira-kira menurut kalian, aku itu kaya gimana? " Ucap Kiara.


" Hah? Maksud nya? " Tanya Mira bingung dengan pertanyaan Kiara.


" Kalau menurut ku aura sekarang menjadi jauh lebih kuat, dan kau juga menjadi lebih ceria. " Ucap Kila.


" Aaah.. menurut ku juga seperti itu, rasa nya kau jauh berbeda dengan dulu. " Ucap Mira yang sudah mengerti maksud pertanyaan Kiara.


Kiara hanya diam mendengar kan perkataan dari Mira dan Kila sampai suara adzan magrib di ponsel Kiara membuat gadis itu langsung tersadar.

__ADS_1


Kiara langsung bangkit dari tidur nya dan segera menyambar handuk nya, sebelum gadis itu pergi ke kamar mandi, ia menoleh pada Mira dan Kila kemudian tersenyum manis.


" Terima kasih. " Ucap Kiara yang langsung pergi memasuki kamar mandi.


Mira dan Kila saling berpandangan...


" Apa yang terjadi pada nya? " Tanya Mira pada Kila.


Kila menggelengkan kepala nya, dia sendiri juga bingung dengan tingkah Kiara yang akhir-akhir ini tidak seperti biasa nya.


Mira dan Kila pun memilih untuk menghilang terlebih dahulu, ketika Kiara mengatakan ingin menunaikan sholat nya.


Setelah Kiara sholat magrib, gadis itu langsung membaca Al-Quran nya dengan khusyuk, sampai waktu isya tiba, Kiara kembali menunaikan sholat isya setelah itu baru ia turun ke bawah untuk berkumpul bersama dengan orang tua nya dan Axel yang sudah menunggu nya.


****


Di sisi lain 2 orang berpakaian serba hitam dengan tudung di kepala mereka nampak menyeringai melihat foto Kiara yang kini terpampang dengan banyak paku yang di tusuk di foto itu, bukan hanya itu bahkan foto itu juga di beri noda darah.


" Aku sudah mengamati nya, dan kita tidak harus menyerang gadis itu, akan lebih baik kalau kita menyerang orang terdekat nya saja, atau membunuh orang yang dekat dengan nya. " Ucap salah seorang berpakaian tudung hitam, dari suara nya sudah jelas kalau dia adalah perempuan.


" Siapa yang harus kita bunuh? " Tanya laki-laki yang berpakaian serba hitam itu.


" Dia. " Ucap nya sambil menyerahkan foto Melly kepada si laki-laki.


" Apa kau yakin?Apa benar ini akan berhasil? " Tanya si laki-laki.


" Ya, aku yakin ini akan berhasil. Cepat lakukan sekarang juga. " Ucap perempuan itu yang di angguki oleh si laki-laki.


Laki-laki itu kemudian menempelkan foto Melly pada sebuah boneka, lalu ia menyayat tangan nya lalu, meneteskan darah nya di atas foto Melly, dan mulai berkomat-kamit membaca mantra setelah itu mulai menusuk-nusuk foto Melly dengan paku yang sudah di lumuri oleh darah nya. Dengan senyuman menyeringai laki-laki itu terlihat nampak sangat menikmati ritual itu.

__ADS_1


__ADS_2